Security

Apple Digugat Setelah Aplikasi Dompet Kripto Palsu di App Store Diduga Curi Bitcoin Rp29 Miliar

Apple menghadapi gugatan hukum di Amerika Serikat setelah tiga pengguna mengaku kehilangan aset Bitcoin senilai sekitar 1,8 juta dolar AS akibat mengunduh aplikasi dompet kripto palsu dari App Store. Gugatan tersebut menuding Apple lalai dalam meninjau dan mengawasi aplikasi yang tersedia di platform distribusinya.

Gugatan diajukan pada 24 Juli 2026 di California dan menyoroti dugaan bahwa Apple mempromosikan App Store sebagai tempat yang aman untuk mengunduh aplikasi, namun gagal mencegah beredarnya aplikasi penipuan yang menyamar sebagai dompet kripto populer.

Aplikasi Meniru Sparrow Wallet

Menurut dokumen gugatan, aplikasi berbahaya tersebut menyamar sebagai Sparrow Wallet, sebuah dompet Bitcoin yang sah. Korban diarahkan untuk memasukkan seed phrase atau frasa pemulihan, yang merupakan kredensial rahasia untuk mengakses aset kripto.

Setelah informasi tersebut dimasukkan, Bitcoin milik para korban dilaporkan langsung dipindahkan ke dompet kripto yang dikendalikan oleh pelaku penipuan.

Padahal, pengembang resmi Sparrow Wallet telah lama menegaskan bahwa aplikasinya hanya tersedia untuk Windows, macOS, dan Linux. Hingga kini, Sparrow Wallet tidak pernah merilis versi resmi untuk iPhone maupun iPad.

Tiga Korban Kehilangan Bitcoin Bernilai Fantastis

Salah satu penggugat, Jalen Delgado, mengaku mengunduh aplikasi palsu tersebut sekitar Mei 2025. Tidak lama setelah memasukkan seed phrase, sekitar 1,05 Bitcoin miliknya berpindah ke dompet pelaku, dengan nilai saat itu sekitar 120 ribu dolar AS.

Korban lainnya, James Ramirez, dilaporkan kehilangan sekitar 7,4 Bitcoin yang bernilai sekitar 875 ribu dolar AS setelah mengunduh aplikasi serupa pada Juli 2025. Ia mengaku langsung melaporkan aplikasi tersebut kepada Apple, namun tidak pernah menerima tindak lanjut.

Sementara itu, Christopher Ellis mengalami kerugian sekitar 840 ribu dolar AS setelah memasang aplikasi yang sama pada Agustus 2025 dan memasukkan seed phrase miliknya.

Secara keseluruhan, ketiga korban mengklaim kehilangan aset kripto senilai sekitar 1,8 juta dolar AS.

Apple Disebut Sudah Diperingatkan Sejak 2024

Gugatan juga menyebut Apple sebenarnya telah menerima peringatan mengenai keberadaan aplikasi Sparrow Wallet palsu jauh sebelum para korban mengalami kerugian.

Pengembang resmi Sparrow Wallet, Craig Raw, diketahui telah menyampaikan laporan sejak Januari 2024 bahwa aplikasi palsu yang menggunakan nama produknya masih tersedia di App Store meski telah berulang kali dilaporkan.

Ia juga secara terbuka mengimbau pengguna agar hanya mengunduh Sparrow Wallet melalui situs resmi dan tidak menganggap sebuah aplikasi aman hanya karena tersedia di toko aplikasi.

Dalam upaya melindungi pengguna, Craig Raw bahkan sempat mengirimkan aplikasi placeholder yang menjelaskan bahwa seluruh aplikasi seluler dengan nama “Sparrow Wallet” adalah palsu. Namun, akun pengembangnya sempat ditandai karena diduga melakukan aktivitas yang tidak jujur sebelum akhirnya keputusan tersebut dibatalkan.

Apple Beri Tanggapan

Menanggapi kasus tersebut, Apple menyatakan telah bertindak cepat untuk menghapus aplikasi yang menyamar sebagai Sparrow Wallet serta menonaktifkan akun pengembang yang terkait.

Perusahaan juga menjelaskan bahwa pemilik hak kekayaan intelektual dapat mengajukan laporan resmi apabila menemukan aplikasi yang melanggar hak mereka.

Selain itu, Apple mengingatkan pengguna bahwa dugaan penipuan di App Store dapat dilaporkan melalui layanan “Report a Problem” dan perusahaan akan segera mengambil tindakan apabila aplikasi terbukti melanggar pedoman yang berlaku.

Penggugat Tuntut Ganti Rugi

Melalui gugatan tersebut, para korban meminta Apple mengganti seluruh aset kripto yang hilang, membayar ganti rugi kompensasi dan hukuman, menanggung biaya hukum, serta memberikan bentuk restitusi lainnya.

Mereka juga meminta pengadilan mewajibkan Apple meningkatkan sistem peninjauan aplikasi di App Store, memperjelas prosedur penanganan aplikasi palsu, serta memberikan peringatan khusus mengenai risiko penggunaan aplikasi mata uang kripto.

Kasus ini kembali menjadi sorotan mengenai pentingnya proses verifikasi aplikasi di toko aplikasi resmi, terutama untuk layanan yang berkaitan dengan aset digital bernilai tinggi seperti dompet cryptocurrency.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button