Meta Gandeng Qualcomm: Amankan Pasokan CPU Data Center Lintas Generasi untuk Proyek AI Masa Depan

Raksasa teknologi Meta Platforms, Inc. resmi menandatangani kesepakatan strategis jangka panjang lintas generasi (multi-generation agreement) bersama Qualcomm Technologies, Inc. Melalui kemitraan masif ini, Qualcomm ditunjuk menjadi salah satu pemasok utama unit prosesor (CPU) pusat data (data center) untuk menopang infrastruktur awan dan kecerdasan buatan (AI) milik Meta.
Langkah ini memperluas portofolio kerja sama kedua raksasa teknologi tersebut, yang sebelumnya telah sukses berkolaborasi erat dalam pengembangan chip kustom untuk perangkat keras Augmented Reality (AR) dan kacamata pintar (smart glasses) Ray-Ban Meta.
Qualcomm Dragonfly C1000 Jadi Otak Server Baru Meta
Dalam pengumuman resmi tersebut, Meta mengonfirmasi akan mengadopsi chip prosesor Qualcomm Dragonfly C1000 terbaru untuk mentenagai jajaran armada server (server fleet) generasi masa depan mereka.
Keputusan Meta memilih arsitektur silikon besutan Qualcomm didasari oleh kebutuhan mendesak industri terhadap komponen komputasi yang memiliki rasio performa-per-watt yang sangat tinggi di lingkungan pusat data berskala masif (large-scale scale-out environments). Arsitektur Dragonfly C1000 yang mengombinasikan kekuatan inti pemrosesan kustom, sistem interkoneksi super cepat, serta optimasi tingkat sistem dinilai mampu memangkas pengeluaran operasional serta menekan total biaya kepemilikan (TCO) secara signifikan.
Berdasarkan lini masa proyek yang disepakati, solusi infrastruktur data center berbasis silikon Qualcomm ini dijadwalkan untuk mulai masuk ke tahap produksi massal dan diimplementasikan secara komersial pada paruh kedua tahun 2028 (H2 2028), serta akan terus digunakan dalam proyek ekspansi kapasitas pusat data Meta di tahun-tahun berikutnya.
Ambisi Mark Zuckerberg Menghadirkan ‘Personal Superintelligence’
CEO Qualcomm, Cristiano Amon, menyambut baik validasi besar dari Meta ini. Ia menegaskan bahwa kerja sama lintas generasi ini menjadi pembuktian kuat bahwa strategi Qualcomm dalam mendesain chip data center berorientasi efisiensi daya adalah langkah yang tepat bagi industri semikonduktor masa kini.
Di sisi lain, Pendiri dan CEO Meta, Mark Zuckerberg, memberikan sinyal kuat bahwa investasi besar pada lini CPU Qualcomm ini merupakan bagian dari cetak biru infrastruktur jangka panjang Meta untuk mewujudkan teknologi masa depan yang ambisius.
“Bersama dengan investasi komputasi kami yang lain, kami bergerak cepat membangun infrastruktur yang kami butuhkan untuk menghadirkan kecerdasan super pribadi (personal superintelligence) kepada semua orang di dunia,” ungkap Mark Zuckerberg.
Melalui integrasi chip Dragonfly dari Qualcomm ini, Meta bertekad mempercepat proses pelatihan dan inferensi model AI buatan mereka secara lebih efisien, sekaligus mengurangi ketergantungan pasar yang terlalu tinggi terhadap satu atau dua pemasok komponen server yang saat ini mendominasi industri.
Sumber: Qualcomm & Meta Joint Press Release








