Operasi Pembongkaran Hak Cipta: Jaringan Pembajakan Olahraga ‘PirloTV’ Dilumpuhkan, 44 Domain Disita

Aliansi Kreativitas dan Hiburan (Alliance for Creativity and Entertainment atau ACE) bekerja sama dengan UEFA, Unit Kejahatan Siber Kepolisian Spanyol (UC3), dan otoritas penegak hukum Meksiko berhasil melancarkan operasi besar-besaran untuk melumpuhkan jaringan streaming olahraga ilegal terkemuka, PirloTV. Operasi terkoordinasi ini berhasil menyita dan memblokir 44 nama domain utama yang terafiliasi dengan jaringan pembajakan tersebut.
PirloTV merupakan salah satu jaringan situs pembajakan terbesar yang sangat populer di wilayah Amerika Latin dan Eropa. Situs-situs di bawah bendera PirloTV bekerja dengan cara mengagregasikan serta menyematkan (embedding) tautan siaran langsung tanpa izin dari berbagai stasiun televisi berlisensi resmi yang memegang hak siar pertandingan olahraga, khususnya sepak bola.
Skala Dampak dan Jangkauan Trafik Global
Berdasarkan data statistik resmi yang dirilis oleh ACE, skala operasional dari 44 domain yang disita tersebut sangat masif dengan catatan metrik sebagai berikut:
- Kunjungan Global: Menghasilkan lebih dari 950 juta kunjungan di seluruh dunia setiap tahunnya.
- Fokus Pasar Utama: Meksiko menjadi penyumbang trafik terbesar dengan kontribusi sekitar 230 juta kunjungan per tahun, diikuti oleh pangsa pasar kuat di Kolombia, Spanyol, serta Amerika Serikat.
Penyitaan ini sengaja direncanakan secara taktis dan dieksekusi tepat sebelum berlangsungnya laga Final UEFA Champions League pada 30 Mei 2026 lalu. Momentum pelumpuhan ini dinilai sangat krusial mengingat saat ini turnamen sepak bola terakbar FIFA World Cup 2026 sedang berlangsung. Operasi pemblokiran ini diproyeksikan akan memberikan hantaman keras bagi ekosistem pembajakan konten digital di wilayah Amerika Latin.
Alasan Tingginya Ketergantungan Pengguna pada PirloTV
Menurut laporan media lokal di Spanyol, platform ilegal seperti PirloTV mengalami lonjakan penggunaan yang sangat ekstrem dari masyarakat yang ingin menonton pertandingan Piala Dunia 2026 melalui ponsel pintar mereka. Ketergantungan terhadap situs ilegal ini dipicu oleh masalah fragmentasi hak siar yang rumit.
Banyaknya platform legal yang membagi-bagi lisensi penayangan, dikombinasikan dengan adanya pembatasan akses geografis (geo-blocking) dan keharusan berlangganan banyak aplikasi berbayar yang berbeda, membuat konsumen merasa kesulitan untuk mengakses tayangan secara resmi dan beralih ke jalan pintas yang gratis. Jaringan PirloTV yang tersisa terbukti masih mampu menyediakan proksi siaran langsung ilegal dari belasan saluran olahraga premium dunia, termasuk saluran ESPN, Fox Sports, TNT Sports, DSports, dan TyC Sports.
Penguatan Strategi dan Kerja Sama Anti-Pirasi
Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari restrukturisasi strategi yang dilakukan oleh UEFA. Induk organisasi sepak bola Eropa tersebut resmi menjadi pemegang hak siar olahraga pertama yang bergabung ke dalam aliansi ACE pada Oktober 2025. Sejak bergabung, kedua organisasi ini aktif memetakan infrastruktur jaringan pembajakan, mengidentifikasi identitas asli para operator situs, dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengeksekusi layanan backend mereka.
Selain itu, tindakan tegas terhadap PirloTV ini menandai kolaborasi perdana antara ACE dengan Institut Properti Industri Meksiko (IMPI). Kerja sama ini didasarkan pada Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) yang baru saja ditandatangani kedua belah pihak guna memperkuat penegakan hukum dan mempercepat proses pemblokiran situs web bajakan di wilayah yurisdiksi Meksiko. Meskipun 44 domain utama telah berhasil disita, pihak berwenang tetap mewaspadai taktik migrasi cepat dari operator PirloTV yang dikenal kerap mendaftarkan domain baru dalam hitungan jam pasca-pemblokiran.
Sumber: ACE Cybercrime Enforcement Announcement








