Security

Microsoft Rilis Update Windows 11 KB5095093, Hadirkan Fitur Point-in-Time Restore

Microsoft resmi meluncurkan pembaruan pratinjau kumulatif (preview cumulative update) KB5095093 untuk sistem operasi Windows 11 versi 24H2 dan 25H2. Pembaruan ini memperbaiki sejumlah besar bug yang ada pada sistem sekaligus mulai menggulirkan deretan fitur baru, dengan salah satu fokus utamanya adalah kehadiran fitur pemulihan mutakhir bernama Point-in-Time Restore.

Pembaruan KB5095093 ini merupakan bagian dari jadwal rilis opsional non-keamanan bulanan dari Microsoft. Pembaruan jenis ini dirilis pada akhir bulan dengan tujuan untuk menguji perbaikan dan fitur baru sebelum nantinya diluncurkan secara resmi pada agenda Patch Tuesday di bulan berikutnya. Karena sifatnya yang opsional, pembaruan ini tidak membawa pembaruan keamanan kritis.

Bagi pengguna yang ingin memasang pembaruan KB5095093, proses instalasi dapat dilakukan dengan membuka menu Settings, memilih Windows Update, lalu klik tombol “Check for Updates.” Karena statusnya sebagai update opsional, sistem akan memunculkan opsi konfirmasi “Download and install” terlebih dahulu, kecuali jika pengguna telah mengaktifkan opsi “Get the latest updates as soon as they’re available” yang akan membuat sistem mengunduhnya secara otomatis. Selain itu, file pembaruan juga dapat diunduh secara manual melalui situs resmi Microsoft Update Catalog.

Setelah pembaruan ini terpasang, sistem Windows 11 versi 24H2 akan beralih ke build nomor 26100.8737, begitu pula dengan Windows 11 versi 25H2 yang akan diperbarui ke nomor build yang sama.

Mengenal Fitur Baru Point-in-Time Restore

Fokus utama dari pembaruan KB5095093 ini terletak pada fitur Point-in-Time Restore. Fitur pemulihan fleksibel ini dirancang untuk memungkinkan pengguna Windows mengembalikan kondisi sistem operasi, aplikasi terpasang, pengaturan, hingga file pribadi ke kondisi tepat pada waktu tertentu di masa lalu secara cepat.

Pihak Microsoft menjelaskan bahwa Point-in-Time Restore memanfaatkan teknologi Volume Shadow Copy Service (VSS) untuk mengambil snapshot sistem. Seluruh file cadangan (restore points) tersebut disimpan secara lokal di dalam penyimpanan perangkat. Keunggulan utama dari fitur ini adalah kecepatan pemulihannya yang hanya memakan waktu hitungan menit untuk mengembalikan status sistem penuh yang terekam dalam kurun waktu 72 jam terakhir. Kehadiran fitur ini diharapkan mampu meminimalisir waktu henti (downtime) saat sistem mengalami kendala, sekaligus menyederhanakan proses perbaikan tanpa menuntut keahlian teknis yang mendalam dari pengguna.

Untuk kategori pengguna konsumen umum, titik pemulihan baru akan dibuat secara otomatis setiap 24 horn sekali dan akan dihapus setelah melampaui batas waktu 72 jam atau ketika ruang penyimpanan teralokasi pada sistem sudah habis. Sementara itu, bagi pengguna dengan lisensi enterprise (perusahaan), konfigurasi Point-in-Time Restore dapat disesuaikan lebih spesifik dengan opsi frekuensi pengambilan snapshot setiap 4, 6, 12, 16, hingga 24 jam dengan retensi waktu penyimpanan yang serupa. Menu pengaturan juga menyediakan opsi untuk memperbesar alokasi ruang penyimpanan sistem agar pengguna dapat menyimpan lebih banyak snapshot tanpa risiko terhapus otomatis akibat keterbatasan kapasitas disk.

Meski sekilas terdengar mirip dengan fitur lawas System Restore, Microsoft menegaskan bahwa Point-in-Time Restore menitikberatkan pada aspek keandalan yang lebih tinggi dalam menangani cakupan masalah sistem yang lebih luas. Terdapat beberapa perbedaan mendasar di antara kedua fitur pemulihan ini:

Kapabilitas / FiturPoint-in-Time RestoreSystem Restore
Metode KonfigurasiSystem SettingsControl Panel
Pemicu Titik PemulihanFrekuensi Terjadwal (Otomatis Saja)Berdasarkan Event atau Manual
Retensi PenyimpananMaksimal 72 Jam per Restore PointTanpa Batas Waktu (Tergantung Sisa Disk)
Cakupan TargetStatus Sistem Penuh (Termasuk Data User)File Sistem dan Pengaturan Saja
Dampak PenyimpananLebih Ringan (Menggunakan Reserved Storage)Lebih Besar (Tanpa Mitigasi Khusus)
Sistem ManajemenMendukung Remote Management yang KuatRemote Management Sangat Terbatas

Perbaikan Bug Recycle Bin dan Pembaruan Sistem Lainnya

Selain memperkenalkan fitur pemulihan baru, update KB5095093 juga membawa perbaikan untuk bug yang sempat dikeluhkan pengguna setelah memasang pembaruan keamanan bulan Juni 2026. Bug tersebut menyebabkan dialog konfirmasi penghapusan permanen di Recycle Bin menampilkan nama file internal sistem yang acak, alih-alih menampilkan nama file asli yang ingin dihapus oleh pengguna. Lewat pembaruan ini, masalah tersebut telah berhasil diatasi sepenuhnya.

Beberapa fitur dan optimalisasi komponen lain yang juga langsung digulirkan untuk seluruh pengguna Windows 11 meliputi:

  • Secure Boot: Pembaruan kualitas Windows kini menyertakan data penargetan perangkat dengan tingkat akurasi tinggi, meningkatkan cakupan perangkat yang berhak menerima sertifikat Secure Boot baru secara otomatis.
  • Otentikasi: Optimalisasi koneksi saluran aman Netlogon antar domain controller, memungkinkan koneksi yang sukses dari member server ke domain controller yang dikonfigurasi sebelum tahun 2025.
  • Panel Emoji: Mulai 30 Juni 2026, panel emoji (Windows + titik) beralih menggunakan layanan GIPHY untuk konten GIF, menggantikan API Tenor milik Google yang telah dihentikan fungsinya. Pengguna diwajibkan melakukan pembaruan ini agar fitur pencarian GIF di panel emoji tetap dapat digunakan dengan normal.
  • Jaringan: Peningkatan keandalan saat perangkat terhubung ke sumber daya jaringan bersama melalui fungsi seperti NetUseAdd, termasuk untuk koneksi tanpa otentikasi (null session).
  • Taskbar: Perbaikan visual dan sinkronisasi angka indikator pemberitahuan (notification badge) pada ikon aplikasi di taskbar agar selalu menampilkan data aktivitas terbaru dengan akurat.

Di samping itu, Microsoft juga menerapkan skema peluncuran fitur secara bertahap (gradual rollout) pasca-instalasi pembaruan untuk beberapa aspek berikut:

  • Windows Update: Penambahan fitur kalender di dalam menu pengaturan Windows Update yang memungkinkan pengguna menunda (pause) pembaruan dengan memilih tanggal akhir yang spesifik hingga maksimal 35 hari ke depan.
  • Widgets: Desain baru dashboard Widgets yang kini lebih tenang dan minim gangguan. Komponen Widgets tidak akan terbuka otomatis saat kursor hanya melayang di atasnya (hover), serta ikon dashboard kini dilengkapi indikator jumlah peringatan yang akan langsung bersih otomatis saat pengguna meninggalkan halaman utama Widgets.
  • Aksesibilitas: Kehadiran opsi Screen Tint di menu Settings untuk memberikan lapisan warna penuh pada layar guna mengurangi kelelahan mata saat membaca teks. Selain itu, fitur Magnifier kini mendukung input persentase zoom secara langsung serta perubahan skala increment dari bar navigasi utama.
  • File Explorer: Kecepatan peluncuran aplikasi kini ditingkatkan. Saat kursor diarahkan ke file di menu Home, perintah cepat seperti “Open file location” dan “Ask Copilot” akan langsung muncul. Pembaruan juga memperbaiki masalah shortcut OneDrive yang tidak berfungsi saat File Explorer dijalankan dalam mode administrator, serta perbaikan visual pada proses perubahan nama file (Rename).
  • Bluetooth & Audio: Sinkronisasi status senyap (mute) mikrofon kini berjalan konsisten antara audio mixer Windows dengan profil Hands-Free (HFP) pada perangkat headphone Bluetooth. Kompatibilitas dengan aksesoris seperti Apple AirPods dan Beats Studio Pro juga ditingkatkan agar lebih cepat terdeteksi saat mode pairing.
  • Windows Subsystem for Linux (WSL): Optimalisasi performa penggunaan WSL dalam mode mirrored networking ketika pengguna sedang terhubung dengan jaringan VPN.
  • Grafis & Kernel: Penyempurnaan kebijakan manajemen memori pada kernel grafis, memungkinkan komputer dengan kapasitas RAM di atas 32GB untuk menjalankan model kecerdasan buatan (AI) lokal dengan kapasitas parameter yang lebih besar secara lebih lancar.

Masalah yang Diketahui (Known Issue)

Meskipun membawa banyak perbaikan, Microsoft mengonfirmasi masih ada satu kendala yang tersisa pada pembaruan KB5095093 ini. Masalah tersebut menyebabkan beberapa aplikasi dari pihak ketiga gagal meluncurkan aplikasi Microsoft Office atau tidak bisa membuka dokumen kerja di dalamnya secara langsung. Pihak Microsoft saat ini tengah mengembangkan perbaikan permanen yang akan disertakan pada pembaruan di masa mendatang. Sebagai solusi sementara, pengguna disarankan untuk membuka aplikasi Office atau dokumen yang dituju secara langsung dari sistem, bukan melalui software pihak ketiga terkait.

Sumber: Microsoft

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button