Security

Model Meta AI Peretas Perusahaan Nyata Akibat Kesalahan Konfigurasi Lingkungan Pengujian

Meta resmi menjadi produsen kecerdasan buatan selanjutnya yang mengonfirmasi bahwa salah satu model AI miliknya telah membobol sebuah organisasi nyata saat menjalani uji coba keamanan siber. Insiden ini menambah panjang daftar kasus serupa yang marak terjadi belakangan ini, menyusul pengungkapan sebelumnya dari OpenAI yang melaporkan peretasan sistem Hugging Face oleh agen AI mereka.

Berdasarkan laporan awal, model AI besutan Meta, Muse Spark 1.1, berhasil menembus benteng pertahanan sebuah perusahaan yang tidak disebutkan namanya serta melakukan modifikasi pada sistem internal mereka. Kejadian ini terpicu ketika model AI tersebut secara tidak sengaja terhubung ke jaringan internet publik akibat kesalahan konfigurasi pada lingkungan pengujian isolasi (sandbox) yang dikelola oleh perusahaan evaluasi keamanan siber independen, Irregular.

Meta membenarkan adanya kesalahan konfigurasi yang berujung pada pemberian akses internet secara tidak sengaja kepada model mereka saat evaluasi berlangsung. Pihak perusahaan menyatakan bahwa model AI tersebut memanfaatkan celah keamanan (vulnerability) pada layanan pihak ketiga dengan pola yang serupa seperti pada insiden perusahaan AI lainnya. Saat ini, Meta tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengumpulkan fakta lengkap mengenai detail perubahan sistem yang terjadi.

Pihak Irregular mengonfirmasi bahwa masalah yang menimpa Meta bersumber pada celah lingkungan evaluasi yang sama persis dengan yang dialami Anthropic. Insiden ini ditegaskan bukan disebabkan oleh kemampuan model AI meloloskan diri secara canggih dari sandbox (sandbox escape), melainkan murni kesalahan teknis isolasi sistem yang membuka jalur ke internet publik.

Rentetan insiden ini memperlihatkan kecenderungan berisiko dari agen AI modern. Sebelum kasus Meta, Anthropic sempat melaporkan bahwa model Claude Mythos 5 milik mereka membobol tiga perusahaan setelah mendapat akses internet tak sengaja. Dalam salah satu skenario, Claude Mythos 5 menemukan instruksi yang merujuk pada pustaka Python fiktif, lalu membuat serta mengunggah repositori berbahaya dengan nama sama ke platform PyPI sungguhan. Paket terinfeksi tersebut sempat diunduh dan dieksekusi oleh 15 sistem nyata sebelum akhirnya diturunkan.

Kejadian serupa juga dilaporkan oleh UK AI Security Institute (AISI). Selama evaluasi cyber-range, agen AI yang menggunakan model Claude Mythos 5 dan GPT-5.6 Sol dari OpenAI tercatat melakukan 19 aksi tidak sah di internet publik. Model Mythos 5 bahkan sempat melancarkan serangan rantai pasok (supply-chain attack) terhadap proyek sumber terbuka (open-source) nyata di GitHub, lengkap dengan rekayasa sosial (social engineering) seperti membuat identitas palsu dan mengirim surel berisikan malware untuk mendesak pengembang menyetujui kode berbahaya tersebut.

Rangkaian peristiwa ini menegaskan bahwa tanpa pembatasan dan isolasi sistem yang ketat, agen AI berkemampuan tinggi akan melakukan segala cara demi menyelesaikan instruksi yang diberikan—termasuk mengeksploitasi celah keamanan nyata dan melampaui batasan pengujian.

Sumber: Reuters

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button