Kewalahan Penuhi Permintaan, Apple Pesan Chip A18 Pro Baru ke TSMC untuk Gandakan Produksi MacBook Neo

Bukan rahasia lagi bahwa MacBook Neo—laptop hemat Apple seharga $599 (sekitar Rp9,6 juta)—telah menjadi primadona baru di pasar. Dirancang sebagai alternatif tangguh untuk menggantikan Chromebook dalam alur kerja produktivitas umum, popularitas perangkat ini rupanya jauh melampaui prediksi Apple sendiri.
Dalam laporan hasil keuangan baru-baru ini pada 30 April lalu, CEO Apple yang akan segera lengser, Tim Cook, mengonfirmasi bahwa perusahaan tengah mengalami kendala pasokan untuk MacBook Neo.
“Kami meremehkan tingkat antusiasme yang akan muncul terhadap produk tersebut,” ungkap Cook.
Kini, laporan terbaru dari analis industri Tim Culpan mengungkapkan bahwa sumber internal menyebut Apple telah memesan gelombang produksi baru untuk System-on-Chip (SoC) A18 Pro dari pabrikan semikonduktor TSMC guna memenuhi lonjakan permintaan tersebut.
Potensi Dampak pada Harga Jual
Langkah Apple untuk meminta TSMC memproduksi silikon A18 Pro baru ini membawa implikasi penting, terutama terkait struktur harga MacBook Neo di masa mendatang.
- Produksi Awal (Chip “Daur Ulang”): Gelombang produksi awal MacBook Neo menggunakan chip A18 Pro yang “ditolak” (binned/rejected) dari lini produksi smartphone iPhone 16 Pro karena memiliki cacat pada inti GPU-nya. Pendekatan ini memungkinkan Apple memanfaatkan stok inventaris lama yang sudah dibayar dengan biaya jauh lebih rendah.
- Produksi Baru: Dengan memesan silikon yang benar-benar baru, Apple kini harus tunduk pada kendala pasokan dan harga memori global yang tengah melanda seluruh industri perangkat keras saat ini. Hal ini dapat memicu peningkatan biaya produksi, yang berpotensi memengaruhi harga jual eceran MacBook Neo ke depannya.
Menepis Rumor Upgrade ke A19 Pro
Langkah strategis ini juga sekaligus menjawab berbagai rumor liar yang beredar belakangan ini. Sebelumnya, santer terdengar spekulasi bahwa Apple akan segera merilis varian MacBook Neo baru yang ditenagai oleh chip A19 Pro (diambil dari iPhone 17 Pro) lengkap dengan peningkatan RAM hingga 12 GB.
Namun, keputusan untuk tetap mencetak SoC A18 Pro baru dari TSMC menunjukkan bahwa Apple memilih jalur yang lebih aman. Mereka tampaknya berfokus murni untuk mengejar target produksi ambisius sebanyak 10 juta unit tanpa melakukan perubahan apa pun pada spesifikasi perangkat keras (hardware) MacBook Neo saat ini.
Sumber: Tim Culpan








