Polisi Belanda Bongkar Sindikat Penipuan Investasi Global, Kerugian Diperkirakan Lebih dari €100 Juta

Kepolisian Belanda mengumumkan keberhasilan membongkar jaringan penipuan investasi internasional yang diduga telah menipu puluhan ribu korban di berbagai negara. Dalam operasi tersebut, sejumlah tersangka berhasil ditangkap, termasuk seorang pria yang diyakini menjadi tokoh utama di balik organisasi kriminal tersebut.
Menurut penyelidik, sindikat ini diperkirakan pernah memperoleh keuntungan lebih dari €100 juta (sekitar US$114 juta) setiap bulan melalui skema investasi palsu.
Mengoperasikan 20 Call Center
Polisi menyebut organisasi tersebut menjalankan sedikitnya 20 call center yang tersebar di beberapa negara.
Lebih dari 700 orang bekerja di jaringan tersebut dengan menyamar sebagai penasihat keuangan profesional.
Setiap call center memiliki tim dengan tugas berbeda, mulai dari mencari calon korban hingga meyakinkan mereka untuk terus menambah investasi.
Dalang Utama Ditangkap di Polandia
Tersangka utama merupakan pria berusia 46 tahun berkewarganegaraan Israel-Polandia.
Ia ditangkap di Polandia pada 26 Mei, kemudian diekstradisi ke Belanda dan ditahan sambil menunggu proses persidangan.
Kepolisian Belanda mengungkap bahwa berdasarkan informasi publik, tersangka tersebut sebelumnya pernah diproses hukum karena diduga meretas sejumlah organisasi pemerintah asing dan dikenal sebagai seorang peretas.
Kini ia diduga memegang peran penting dalam organisasi yang menjalankan penipuan investasi berskala internasional tersebut.
Penangkapan Berlanjut di Beberapa Negara
Selain tersangka utama, antara 7 hingga 10 Juli aparat juga menangkap sejumlah warga negara Belanda dan Belgia di:
- Siprus
- Yunani
- Belgia
Seluruhnya diduga memiliki keterkaitan dengan operasi penipuan tersebut.
Pihak kepolisian menyatakan penyelidikan masih terus berlangsung dan tidak menutup kemungkinan akan ada penangkapan tambahan terhadap anggota jaringan lainnya.
Korban Diyakinkan Melalui Platform Investasi Palsu
Modus operandi sindikat ini dimulai dengan membangun hubungan kepercayaan dengan calon korban dalam jangka waktu yang cukup lama.
Korban kemudian diarahkan menuju platform investasi yang tampak profesional dan menampilkan keuntungan yang terus meningkat.
Setelah korban mulai percaya, pelaku yang menyamar sebagai penasihat investasi akan mendorong mereka untuk terus menambah dana investasi.
Sebagian besar transaksi dilakukan menggunakan cryptocurrency, sehingga pelacakan dana menjadi lebih sulit.
Pada kenyataannya, seluruh dana yang dikirim korban langsung dikuasai oleh pelaku, sementara dashboard investasi hanya menampilkan keuntungan fiktif.
Ribuan Korban di Seluruh Dunia
Kepolisian Belanda telah menghubungkan sedikitnya:
- 550 laporan penipuan
- Kerugian sekitar US$28,6 juta
dengan jaringan tersebut.
Namun, penyidik meyakini jumlah korban sebenarnya jauh lebih besar.
Diperkirakan terdapat puluhan ribu korban di seluruh dunia, dengan sebagian besar kehilangan dana lebih dari €10.000 per orang.
Beroperasi Sejak 2021
Menurut hasil investigasi, organisasi ini telah aktif setidaknya sejak 2021.
Para anggotanya menggunakan nama samaran serta berbagai teknik untuk menyembunyikan identitas maupun lokasi sebenarnya ketika menghubungi korban.
Penyidik juga menilai kemampuan teknis tersangka utama dalam membangun infrastruktur digital menjadi salah satu faktor yang membuat sindikat tersebut mampu menghindari penegak hukum selama bertahun-tahun.
Pada akhirnya, aparat berhasil melacak aktivitas mereka melalui analisis:
- Alamat IP.
- Jalur transaksi keuangan.
- Berbagai jejak digital lainnya.
Pemeriksaan terhadap perangkat teknis yang berhasil disita kemudian memberikan gambaran lebih jelas mengenai struktur organisasi serta lokasi para pelaku.
Kasus ini menjadi salah satu operasi terbesar yang dilakukan Kepolisian Belanda dalam upaya memberantas penipuan investasi internasional yang memanfaatkan platform digital dan aset kripto untuk mengelabui ribuan korban di berbagai negara.
Sumber: Politie (Kepolisian Belanda)








