UMMC Buka Kembali Klinik Setelah Serangan Ransomware Lumpuhkan Sistem

University of Mississippi Medical Center (UMMC) mengumumkan bahwa seluruh kliniknya telah kembali beroperasi normal, sembilan hari setelah serangan ransomware melumpuhkan akses ke rekam medis elektronik dan berbagai sistem TI internal.
Dalam pernyataan resminya, UMMC menyebut layanan telepon telah pulih dan pasien mulai dihubungi kembali untuk menjadwalkan ulang janji temu yang sempat dibatalkan.
Layanan Pasien Terdampak Signifikan
Serangan siber pertama kali diungkap pada Kamis sore pekan lalu. Akibat insiden tersebut, UMMC terpaksa membatalkan prosedur rawat jalan, operasi ambulatory, serta janji temu pencitraan medis. Meski demikian, layanan rumah sakit tetap berjalan menggunakan prosedur darurat saat sistem tidak tersedia.
UMMC menyatakan bahwa seluruh misi institusi terdampak, namun layanan perawatan pasien menjadi yang paling merasakan dampaknya. Sementara tim Divisi Sistem Informasi bekerja tanpa henti untuk memulihkan jaringan, tenaga medis memastikan kontinuitas layanan kesehatan tetap terjaga.
Sehari setelah pengumuman awal, UMMC menyatakan berhasil memulihkan akses ke rekam medis pasien dan mengonfirmasi bahwa klinik-klinik di seluruh negara bagian akan kembali beroperasi normal mulai Senin.
Untuk mengakomodasi pasien yang tertunda, klinik akan membuka jam operasional tambahan dan hari layanan ekstra. Seluruh rumah sakit dan unit gawat darurat tetap beroperasi sepanjang insiden berlangsung.
Kontak dengan Pelaku dan Investigasi
Hingga kini belum ada kelompok ransomware yang secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, pejabat UMMC mengungkap dalam konferensi pers bahwa mereka telah menerima komunikasi dari pelaku.
LouAnn Woodward, dekan Fakultas Kedokteran UMMC, menyatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan otoritas dan pakar keamanan untuk menentukan langkah selanjutnya. Durasi penuh dampak insiden sebelumnya belum dapat dipastikan.
UMMC kini melakukan investigasi dengan bantuan Federal Bureau of Investigation (FBI) dan CISA.
Institusi Kesehatan Strategis
Sebagai salah satu pemberi kerja terbesar di Mississippi, UMMC memiliki lebih dari 10.000 karyawan dan mengoperasikan tujuh rumah sakit, 35 klinik, serta lebih dari 200 lokasi telehealth di seluruh negara bagian.
UMMC juga mengelola satu-satunya program transplantasi organ dan sumsum tulang di negara bagian tersebut, satu-satunya rumah sakit anak, pusat trauma Level I, serta salah satu dari dua Telehealth Center of Excellence di Amerika Serikat.
Insiden ini kembali menyoroti kerentanan sektor kesehatan terhadap serangan ransomware, terutama karena ketergantungan tinggi pada sistem digital untuk operasional klinis dan administratif.








