News

Kematangan Huawei Ascend 910C Diduga Picu Pelonggaran Ekspor NVIDIA H200 ke China

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan telah menyetujui kembali ekspor akselerator pusat data NVIDIA H200 ke China, membalikkan kebijakan sebelumnya yang bertujuan mencegah perangkat keras H200 versi penuh masuk ke pasar tersebut. Keputusan ini disebut-sebut dipengaruhi oleh kemajuan signifikan yang dicapai China dalam pengembangan akselerator AI domestik, khususnya Huawei Ascend 910C.

Sebelumnya, NVIDIA dikabarkan tengah menyiapkan varian H200 dengan spesifikasi yang dipangkas, dikenal sebagai H20, agar sesuai dengan ketentuan sanksi ekspor. Namun, perkembangan produk pesaing dari China tampaknya mengubah kalkulasi kebijakan. Huawei Ascend 910C kini dipandang sebagai rival utama akselerator AI generasi sebelumnya dari NVIDIA yang kembali diizinkan untuk diekspor.

Evaluasi Kapabilitas Ascend 910C

Menurut sumber internal yang dikutip Bloomberg, pejabat Gedung Putih telah menilai kemampuan Ascend 910C, terutama melalui implementasinya dalam sistem super node Huawei CloudMatrix 384. Sistem ini menggabungkan 384 unit akselerator Ascend 910C dalam satu klaster komputasi berskala besar.

Meski secara individual Ascend 910C masih tertinggal dari H200 dalam hal daya komputasi dan bandwidth memori, konfigurasi masif tersebut tetap dianggap sebagai kekuatan signifikan. Pendekatan ini memungkinkan Huawei menutup sebagian kesenjangan performa melalui skala dan optimasi sistem.

Kekhawatiran atas Kapasitas Produksi China

Sumber Bloomberg juga menyebutkan adanya kekhawatiran di kalangan pemerintahan AS terkait percepatan kemampuan produksi semikonduktor domestik China. Sejumlah figur industri yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Huawei bersama mitra manufakturnya menargetkan produksi sekitar 600.000 unit Ascend 910C dalam satu tahun ke depan.

Bahkan, dalam skenario yang lebih agresif, Huawei diperkirakan mampu memproduksi beberapa juta unit akselerator Ascend 910C pada 2026. Proyeksi ini memperkuat pandangan bahwa pembatasan ekspor semata mungkin tidak lagi efektif untuk menahan laju pengembangan AI China.

Respons dari Regulator China

Di sisi lain, laporan terpisah dari Reuters menyebutkan bahwa regulator China tengah mempertimbangkan langkah-langkah untuk membatasi akses industri lokal terhadap sistem NVIDIA H200. Langkah ini berpotensi mendorong adopsi akselerator buatan dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.

Situasi ini mencerminkan dinamika kompleks antara kebijakan ekspor, persaingan teknologi, dan strategi kemandirian semikonduktor. Pelonggaran ekspor H200 ke China tampaknya bukan sekadar keputusan dagang, melainkan respons terhadap realitas baru di mana akselerator AI buatan China mulai mencapai tingkat kematangan yang signifikan.

Sumber: Tom’s Hardware

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button