Gaming

Nintendo Gagal Dapatkan Paten Mekanik Penangkapan Makhluk Seperti di Pokémon

Upaya Nintendo untuk memperkuat perlindungan hukum terhadap mekanik inti dalam gim Pokémon tampaknya menemui hambatan besar. Menurut laporan Games Fray, Kantor Paten Jepang (JPO) telah menolak permohonan paten Nintendo yang berkaitan dengan mekanisme penangkapan makhluk — fitur yang menjadi ciri khas seri Pokémon selama lebih dari dua dekade.

Paten tersebut diajukan sebagai bagian dari strategi hukum Nintendo dalam gugatan terhadap pengembang Palworld, Pocketpair, yang dituduh meniru elemen gameplay Pokémon. Dalam dokumen permohonan paten itu, Nintendo mendeskripsikan mekanik permainan di mana pemain melemparkan objek ke karakter (atau makhluk), lalu sistem akan menentukan apakah karakter tersebut berhasil ditangkap. Paten juga mencakup tindakan melempar objek untuk membatasi pergerakan makhluk di medan permainan — konsep yang sangat mirip dengan mekanisme pokéball dalam gim Pokémon.

Ditolak karena “Prior Art”

Penolakan ini muncul setelah pihak ketiga anonim mengajukan bukti “prior art” — yakni bukti bahwa konsep serupa telah ada sebelumnya di dunia gim. Setelah meninjau bukti tersebut, JPO memutuskan untuk menolak permohonan paten Nintendo karena tidak memenuhi syarat kebaruan (novelty).

Namun, keputusan ini belum bersifat final. Nintendo masih memiliki hak untuk mengajukan banding dan memberikan argumen tambahan guna mempertahankan klaim patennya. Meski demikian, hasil sementara ini tetap menjadi pukulan bagi posisi hukum Nintendo, terutama karena paten yang ditolak merupakan bagian dari satu keluarga paten yang lebih besar. Jika akhirnya ditolak secara permanen, Nintendo berpotensi kehilangan pijakan penting dalam gugatan terhadap Pocketpair dan melemahkan perlindungan atas mekanisme serupa di masa depan.

Dampak terhadap Gugatan Palworld

Meskipun keputusan JPO ini menjadi kabar baik sementara bagi Pocketpair, kemenangan belum sepenuhnya di tangan mereka. Di Jepang, keputusan Kantor Paten memang dihormati oleh hakim, tetapi tidak bersifat mengikat. Dengan kata lain, hasil akhir masih akan bergantung pada penilaian pengadilan, bukan semata-mata pada keputusan administratif JPO.

Kasus ini menjadi sorotan besar karena melibatkan batas tipis antara inspirasi dan plagiarisme dalam industri gim, terutama di tengah popularitas besar Palworld, yang kerap dijuluki “Pokémon dengan senjata.” Jika Nintendo gagal mempertahankan patennya, hal ini bisa membuka preseden baru bagi pengembang lain untuk lebih bebas mengadopsi elemen serupa dalam gim mereka.

Sumber: Games Fray

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button