Samsung Potong Harga Node 2 nm hingga 33% untuk Saingi TSMC

Samsung Foundry kembali memainkan kartu harga agresifnya di pasar semikonduktor. Menurut laporan industri, raksasa asal Korea Selatan ini telah memangkas harga wafer 2 nm menjadi $20.000 per unit, atau 33% lebih murah dibandingkan tarif $30.000 yang dipatok TSMC untuk proses yang sama.
Latar Belakang
Samsung tengah menghadapi tekanan besar untuk mengisi kapasitas pabrik canggihnya di Korea Selatan dan Amerika Serikat. Investasi miliaran dolar telah digelontorkan, tetapi tingkat pemanfaatan lini produksinya masih rendah akibat minimnya pesanan.
Untuk itu, Samsung menggunakan strategi harga miring agar dapat menarik lebih banyak pelanggan dari dominasi TSMC yang masih memegang kendali pasar node canggih.
Konteks Kompetisi
- TSMC masih menjadi pilihan utama pelanggan besar seperti NVIDIA dan AMD, yang sudah mengantri untuk node 2 nm mereka. Produksi massal TSMC dijadwalkan dimulai pada Q4 2025, meski dengan harga wafer premium $30.000.
- Samsung, di sisi lain, sudah meraih kesepakatan besar dengan Tesla senilai $16,5 miliar untuk memproduksi chip AI generasi berikutnya. Ada juga spekulasi bahwa kerja sama ini bisa meluas ke proyek xAI milik Elon Musk.
- Strategi potongan harga hingga 33% bukan hal baru bagi Samsung. Perusahaan sebelumnya juga kerap menawarkan tarif lebih rendah untuk mengimbangi keunggulan teknis dan reputasi TSMC.
Implikasi
Jika berhasil menarik pelanggan baru dengan harga lebih rendah, Samsung bisa:
- Meningkatkan utilisasi pabrik 2 nm yang saat ini masih underutilized.
- Mendapatkan pijakan lebih kuat di segmen AI dan otomotif, terutama dengan klien besar seperti Tesla.
- Memberikan tekanan pada TSMC untuk meninjau ulang strategi harga premiumnya.
Namun, tantangan Samsung tetap ada: reputasi proses manufaktur yang sering dianggap kurang matang dibanding TSMC, serta faktor kepercayaan jangka panjang dari para fabless.
Sumber: SamMobile via DigiTimesAsia








