SiPearl Rhea1: Prosesor Superkomputer Eropa Ditunda ke 2026, Spesifikasi Ditingkatkan
SiPearl, perusahaan semikonduktor asal Prancis, mengumumkan bahwa peluncuran prosesor Rhea1 untuk superkomputer Eropa ditunda hingga 2026. Penundaan ini disertai dengan peningkatan spesifikasi signifikan, termasuk penambahan jumlah inti dan dukungan memori canggih.
Ringkasan
Prosesor Rhea1 merupakan bagian dari inisiatif European Processor Initiative (EPI) yang bertujuan mengembangkan prosesor buatan Eropa untuk kebutuhan komputasi performa tinggi (HPC). Meskipun mengalami penundaan, Rhea1 kini menawarkan peningkatan spesifikasi yang menjanjikan performa lebih tinggi.
Spesifikasi Utama Rhea1
- Jumlah Inti: 80 inti Arm Neoverse V1 (sebelumnya direncanakan 72 inti)
- Proses Fabrikasi: TSMC 6nm (N6)
- Memori: 4 tumpukan HBM2E dan 4 antarmuka DDR5 (2 DIMM per kanal)
- Konektivitas: 104 jalur PCIe 5.0
- Fitur Tambahan: Dukungan Scalable Vector Extensions (SVE) 256-bit
Peningkatan jumlah inti dan dukungan memori bandwidth tinggi menjadikan Rhea1 kompetitif dalam menjalankan beban kerja HPC dan AI.
Integrasi dengan Superkomputer Jupiter
Rhea1 akan menjadi komponen utama dalam superkomputer Jupiter, superkomputer exascale pertama di Eropa yang berlokasi di Forschungszentrum Jülich, Jerman. Jupiter dirancang untuk mendukung penelitian ilmiah dan aplikasi AI skala besar.
Roadmap dan Rencana Masa Depan
Selain Rhea1, SiPearl juga mengembangkan Rhea2, prosesor generasi berikutnya yang dijadwalkan mulai dikirimkan pada 2025 dan akan digunakan dalam superkomputer exascale kedua Eropa pada 2026. Rhea2 diharapkan menawarkan performa lebih tinggi dengan arsitektur dual-chiplet dan proses fabrikasi yang lebih canggih.
Kesimpulan
Meskipun mengalami penundaan, peningkatan spesifikasi Rhea1 menunjukkan komitmen SiPearl dalam menyediakan solusi prosesor HPC buatan Eropa yang kompetitif. Integrasi Rhea1 dalam superkomputer Jupiter menandai langkah penting menuju kemandirian teknologi Eropa di bidang komputasi performa tinggi.








