YMTC dan CXMT Bersatu Percepat Produksi HBM di Tiongkok
Dua pemain besar dalam industri semikonduktor Tiongkok, Yangtze Memory Technologies Co. (YMTC) dan ChangXin Memory Technologies (CXMT), dikabarkan menjalin kemitraan strategis untuk mempercepat pengembangan High-Bandwidth Memory (HBM) di dalam negeri. Langkah ini dinilai penting mengingat kebutuhan pasar global terhadap memori berkecepatan tinggi terus meningkat, terutama untuk mendukung aplikasi akselerator AI dan pusat data.
YMTC, yang selama ini dikenal sebagai produsen NAND flash, bersiap untuk masuk ke pasar DRAM. Perusahaan tersebut bahkan diperkirakan mulai melakukan pembelian peralatan produksi pada akhir 2025. Senjata andalan YMTC adalah teknologi Xtacking, sebuah metode hybrid bonding yang disebut sebagai salah satu teknik terbaik di industri. Teknologi ini sangat relevan dengan produksi HBM, karena prosesnya membutuhkan penyusunan setidaknya 16 chip memori dengan presisi tinggi tanpa menimbulkan masalah panas berlebih. YMTC telah berpengalaman menerapkan teknik serupa pada produk NAND selama bertahun-tahun.
Di sisi lain, CXMT telah berkembang pesat. Produksi wafer DRAM perusahaan tersebut tercatat meningkat 70% dibanding tahun lalu. Mereka kini tengah mengupayakan sertifikasi untuk HBM3, dengan target menghadirkan HBM3E dalam dua tahun mendatang. Saat ini, CXMT sudah mampu memproduksi HBM2 berkat infrastruktur DRAM yang dimilikinya. Kolaborasi dengan YMTC diharapkan dapat mengatasi tantangan teknis terkait peningkatan tumpukan chip HBM.
Selain itu, perusahaan lokal lain seperti Wuhan Xinxin dan Tongfu Microelectronics juga berperan penting dalam rantai pasok. Keduanya tengah mengembangkan kemampuan packaging dan perakitan untuk menghasilkan chip siap pakai. CXMT sendiri menargetkan produksi hingga 2,73 juta wafer pada 2025, naik signifikan dari 1,62 juta tahun ini. Jika tercapai, kapasitas tersebut berpotensi menyamai volume pengiriman Micron, salah satu pemain besar memori dunia.
Kehadiran HBM buatan Tiongkok diyakini akan memberikan alternatif baru di pasar global. Permintaan yang terus melonjak, khususnya dari perusahaan-perusahaan yang mengembangkan akselerator AI seperti Huawei Ascend, bisa membuka peluang adopsi internasional. Bahkan, bukan tidak mungkin beberapa pelanggan Barat akan mempertimbangkan HBM asal Tiongkok apabila kualitas dan ketersediaannya mampu bersaing.
Sumber: Tom’s Hardware







