News

NextSilicon Siapkan Prosesor Enterprise RISC-V 64-Core dan 128-Core untuk AI dan HPC

Perusahaan inovator solusi komputasi masa depan, NextSilicon, resmi mengumumkan rencana ambisius mereka untuk memproduksi massal (productize) arsitektur inti (core) Arbel RISC-V menjadi prosesor kelas enterprise berskala 64-core dan 128-core. Cip berperforma ekstrem ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur Kecerdasan Buatan (AI), alat berbasis agen (agentic tools), serta komputasi kinerja tinggi (High-Performance Computing / HPC) yang dijadwalkan meluncur pada awal tahun 2028.

Pengumuman ini disampaikan bertepatan dengan presentasi teknis NextSilicon dalam ajang bergengsi RISC-V Summit 2026. Melalui langkah ini, NextSilicon membagikan peta jalan (roadmap) produk serta detail arsitektur yang telah disempurnakan berdasarkan evaluasi langsung dari para arsitek infrastruktur AI, pengelola program HPC, dan operator pusat data (data center).


Asal-usul Arbel: Dari Cip Pengendali Hingga Pengujian Silikon 5 nm

Sebelum diproyeksikan sebagai prosesor mandiri, arsitektur Arbel awalnya dikembangkan oleh NextSilicon dari nol sebagai prosesor pengendali (control processor) internal di dalam platform akselerator Maverick-2 milik mereka. Tugas utamanya kala itu adalah menangani logika serial dan pergerakan data kompleks yang tidak bisa diparalelkan oleh mesin dataflow. Keberhasilan operasional pada beban kerja nyata di Maverick-2 menjadi pembuktian awal ketangguhan arsitektur ini.

Guna memvalidasi performanya di luar ekosistem akselerator, NextSilicon memproduksi cip uji coba (test chip) mandiri menggunakan teknologi pabrikasi TSMC 5 nanometer (nm). Pengujian sistem evaluasi penuh ini membuahkan spesifikasi teknis yang impresif:

  • Pipa Instruksi Lebar: Memiliki 10-wide instruction-issue pipeline dan 480-entry reorder buffer yang mampu mengeksekusi hingga 16 instruksi skalar per siklus saat retret (retirement).
  • Akselerasi Vektor: Dibekali empat unit vektor 128-bit untuk menangani beban kerja paralel data, termasuk proses inferensi AI (AI inference).
  • Frekuensi & Interkoneksi: Berjalan pada kecepatan clock 2.5 GHz, menggunakan interkoneksi koheren standar CHI, serta mendukung sistem operasi Linux secara penuh.

Transisi ke Fase Produksi Massal 64/128-Core

Keberhasilan uji coba silikon 5 nm tersebut mendorong NextSilicon untuk membawa Arbel ke jalur produksi massal sebagai prosesor server mandiri. Pada versi produksi finalnya, cip ini akan mengalami sejumlah peningkatan spesifikasi yang masif:

  • Skalabilitas & Frekuensi: Meningkat hingga kapasitas 64 dan 128 inti performa dengan target frekuensi operasi mencapai 3.4 GHz.
  • Node Proses Lebih Maju: Migrasi ke fabrikasi semi-konduktor yang lebih canggih demi mengejar efisiensi daya dan densitas tinggi yang dibutuhkan oleh pusat data modern.
  • Akurasi Prediksi Tinggi: Mempertahankan fitur prediktor cabang TAGE (TAGE branch predictor) kustom yang dirancang untuk menandingi akurasi prediksi arsitektur server terkemuka berbasis x86 dan Arm.
  • Kepatuhan Standar: Mendukung kepatuhan penuh terhadap arsitektur standar RVA23 serta distribusi Linux orisinal.

CEO dan salah satu pendiri NextSilicon, Elad Raz, menjelaskan bahwa era Agentic AI mengubah total kebutuhan arsitektur CPU. Ketika agen-agen AI bekerja secara otonom memanggil berbagai alat komputasi, memicu kode program, dan mengatur alur kerja yang kompleks, beban kerja yang sifatnya runtun atau serial akan melonjak tajam. Oleh karena itu, industri membutuhkan CPU dengan single-thread performance yang sangat kuat, bukan sekadar memperbanyak inti murah untuk manajemen multitenant cloud biasa.

Peluang Besar RISC-V di Sektor Pusat Data

RISC-V kini telah melintasi batas dari arsitektur akademis menjadi platform enterprise yang sangat layak diperhitungkan. Kematangan standar ekosistem ini membuat para vendor perangkat lunak besar seperti Canonical, Red Hat, dan NVIDIA mulai memberikan dukungan bawaan (native) pada rantai alat penyusun (compiler toolchains) mereka. Pasar RISC-V di segmen pusat data dan HPC bahkan diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 33.1% dari tahun 2025 hingga 2034, dengan nilai pasar menembus $200 miliar USD.

Kehadiran prosesor Arbel dari NextSilicon ini diposisikan untuk mengisi celah performa tertinggi tersebut dalam dua peran komplementer:

  1. Standalone Enterprise Server Processor: Menjadi alternatif prosesor berkinerja tinggi yang membebaskan organisasi dari keterbatasan lisensi arsitektur (ISA) serta ketergantungan jangka panjang pada peta jalan vendor pihak ketiga.
  2. Host Processor Platform Akselerator: Bertindak sebagai otak pengatur orkestrasi sistem dan pergerakan data pada implementasi AI dan HPC heterogen yang menggunakan platform akselerator Maverick milik NextSilicon sendiri.

Prosesor produksi massal berbasis Arbel ini dijadwalkan tersedia secara resmi pada kuartal pertama (Q1) tahun 2028. Saat ini, NextSilicon telah membuka jalur komunikasi dan diskusi akses awal (early access) bagi para pelanggan enterprise dan mitra kualifikasi yang ingin berkolaborasi menyelaraskan kebutuhan beban kerja mereka dengan peta jalan prosesor RISC-V terbaru ini.


Sumber: NextSilicon Technical Press Release (RISC-V Summit 2026)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button