Security

Aplikasi Kripto Palsu di Apple App Store Curi US$23.000 dari 27 Wallet Solana

Sebuah aplikasi perdagangan cryptocurrency palsu bernama Padre Terminal yang sebelumnya tersedia di Apple App Store dikaitkan dengan operasi pencurian aset kripto senilai sekitar US$23.000 dari 27 wallet Solana.

Temuan tersebut diungkapkan oleh peneliti blockchain Iris pada 28 Oktober 2026, setelah mengidentifikasi aktivitas pencurian yang berlangsung sejak 25 Oktober.

Aplikasi berbahaya tersebut menyamar sebagai layanan perdagangan meme coin populer, kemudian meminta pengguna memasukkan private key wallet mereka. Informasi tersebut dapat digunakan penyerang untuk mengakses dan memindahkan aset kripto tanpa persetujuan pemilik.

Iris telah mengonfirmasi bahwa setidaknya satu korban kehilangan akses keamanan wallet setelah menggunakan aplikasi palsu yang tersedia di App Store. Namun, metode kompromi terhadap 26 wallet lainnya belum dapat dipastikan.

Aplikasi Padre Terminal yang teridentifikasi berbahaya kini telah dihapus dari Apple App Store, tetapi aktivitas pencurian yang berkaitan dengan alamat wallet penyerang masih terdeteksi setelah penghapusan tersebut.

Padre Terminal Palsu Menyamar sebagai Aplikasi Trading Kripto

Padre merupakan platform perdagangan cryptocurrency yang sebelumnya dikenal sebagai layanan jual beli meme coin pada jaringan Solana.

Platform tersebut kemudian berganti nama menjadi Terminal by pump.fun, setelah menjadi bagian dari ekosistem pump.fun.

Menurut Iris, layanan trading Terminal yang sah hanya tersedia melalui website dan tidak menyediakan aplikasi iOS khusus dengan nama Padre Terminal.

Pelaku memanfaatkan popularitas platform tersebut untuk membuat aplikasi tiruan yang terlihat seperti layanan perdagangan resmi.

Aplikasi palsu tersebut tercatat di Apple App Store dengan identitas 6802739263 dan dikategorikan sebagai aplikasi produktivitas.

Setelah pengguna mengunduh aplikasi, mereka diarahkan untuk memasukkan private key wallet yang biasa digunakan untuk melakukan transaksi cryptocurrency.

Berbeda dari password akun biasa, private key merupakan kredensial kriptografi yang memberikan kemampuan untuk mengotorisasi transaksi dari sebuah wallet.

Apabila informasi tersebut jatuh ke tangan pihak lain, penyerang dapat menggunakannya untuk memindahkan aset tanpa perlu menguasai perangkat fisik korban.

Iris menduga antarmuka trading aplikasi palsu tersebut disediakan melalui server jarak jauh. Namun, peneliti belum secara langsung mengamati seluruh proses pencurian yang berlangsung di dalam aplikasi.

Sebanyak 27 Wallet Solana Kehilangan Aset Kripto

Berdasarkan analisis transaksi blockchain, operasi pencurian telah berlangsung sejak 25 Oktober 2026.

Hingga 29 Oktober, Iris berhasil mengidentifikasi 27 wallet Solana yang asetnya dipindahkan menuju satu alamat yang dikendalikan penyerang.

Total aset yang dicuri mencakup sekitar 165,3 SOL, 5.441 USDC, serta sejumlah meme coin yang kemudian dikonversi menjadi SOL.

Pada 29 Oktober, pelaku menukarkan sisa 4.070 USDC menjadi sekitar 40,5 SOL.

Langkah tersebut membuat seluruh aset hasil pencurian yang masih terlacak berada dalam bentuk SOL, sehingga tidak lagi tersedia saldo USDC yang dapat dibekukan langsung oleh penerbit stablecoin Circle.

Penyerang kemudian memindahkan 192 SOL ke wallet baru.

Menurut pembaruan Iris pada 29 Oktober pukul 18.41 UTC, kedua alamat wallet penyerang menyimpan total 229,66 SOL, dengan perkiraan nilai sekitar US$23.000.

Pada saat pemeriksaan tersebut, dana belum terdeteksi dipindahkan ke bursa untuk dicairkan atau dikirim melalui jaringan blockchain lain.

Menariknya, pencurian terakhir yang dicatat Iris terjadi pada 29 Oktober pukul 17.06 UTC, setelah aplikasi berbahaya tersebut tidak lagi tersedia di App Store.

Hal ini menunjukkan bahwa penghapusan aplikasi tidak secara otomatis menghentikan operasi pencurian, terutama jika penyerang sudah memperoleh private key korban melalui metode lain.

Empat Aplikasi Kripto Lainnya Juga Mencurigakan

Selain Padre Terminal, Iris menemukan empat aplikasi lain di Apple App Store yang diduga menyamar sebagai layanan perdagangan cryptocurrency populer.

Aplikasi-aplikasi tersebut adalah:

  • Axiom Pro: Focus
  • GMGN AI
  • HyperTerminal-HyperliquidTools
  • Pump Fun Tokens & Analitycs

Beberapa aplikasi menggunakan deskripsi yang terlihat tidak berbahaya, seperti alat produktivitas atau pencatatan.

Namun, sejumlah ulasan pengguna mengungkap tuduhan pencurian aset kripto.

Pada aplikasi Axiom Pro: Focus, peneliti menemukan sekitar 25 ulasan yang mengeluhkan kehilangan aset sejak Februari 2026.

Salah satu pengguna mengklaim bahwa aplikasi tersebut awalnya memperkenalkan diri sebagai platform perdagangan meme coin sebelum berubah menjadi aplikasi produktivitas.

Sementara itu, ulasan pada GMGN AI dan HyperTerminal-HyperliquidTools masing-masing menyebut dugaan kehilangan aset senilai US$2.000 dan US$2.020.

Aplikasi Pump Fun Tokens & Analitycs juga menerima ulasan yang menuduh adanya pencurian cryptocurrency.

Meski demikian, Iris belum mengonfirmasi secara independen bahwa keempat aplikasi tersebut benar-benar digunakan untuk mencuri aset.

Temuan sejauh ini terutama didasarkan pada indikasi teknis, identitas aplikasi yang mencurigakan, serta laporan pengguna.

Peneliti Temukan Indikasi Jaringan Aplikasi Palsu

Investigasi Iris juga mengungkap kemungkinan adanya hubungan antara beberapa aplikasi tiruan.

Pada sebuah website palsu yang menggunakan identitas Axiom, peneliti menemukan script berisi alamat backend yang berkaitan dengan layanan tiruan Axiom, Aster, dan GMGN.

Kesamaan tersebut mengindikasikan kemungkinan bahwa beberapa aplikasi dikelola oleh operator yang sama.

Selain itu, script pada website GMGN palsu diketahui memblokir pengunjung dari sejumlah negara Commonwealth of Independent States (CIS).

Pembatasan geografis tersebut diduga digunakan untuk menghindari pengguna dari wilayah tertentu, meskipun tujuan sebenarnya belum dapat dipastikan.

Namun, Iris tidak menemukan bukti bahwa aplikasi Padre Terminal merupakan bagian dari kelompok operator yang sama dengan aplikasi tiruan tersebut.

Kasus ini juga bukan pertama kalinya aplikasi cryptocurrency palsu berhasil masuk ke Apple App Store.

Pada Maret 2024, aplikasi wallet palsu yang menggunakan identitas Leather ditemukan di toko aplikasi Apple.

Sejumlah pengguna melaporkan kehilangan aset setelah menghubungkan wallet mereka dengan aplikasi tersebut.

Apple kemudian menghapus aplikasi tersebut dan memblokir penerbitnya dari program developer.

Cara Menghindari Aplikasi Crypto Drainer di iPhone

Kasus Padre Terminal menunjukkan bahwa keberadaan aplikasi di toko resmi tidak selalu menjamin keamanannya.

Pengguna cryptocurrency disarankan memverifikasi aplikasi melalui website resmi pengembang, bukan hanya berdasarkan nama atau tampilan logo yang ditemukan di App Store.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah identitas penerbit aplikasi, jumlah ulasan, riwayat pembaruan, serta kesesuaian fungsi aplikasi dengan layanan yang ditawarkan.

Pengguna juga sebaiknya tidak memasukkan private key atau seed phrase ke aplikasi yang tidak dapat diverifikasi keasliannya.

Jika private key sudah terlanjur diberikan kepada aplikasi mencurigakan, sekadar menghapus aplikasi atau mengganti password perangkat tidak cukup untuk mengamankan wallet.

Wallet tersebut harus dianggap telah terkompromi, sehingga aset yang masih tersisa sebaiknya segera dipindahkan ke wallet baru yang menggunakan private key atau seed phrase berbeda dan dibuat melalui aplikasi tepercaya.

Pengguna juga perlu memeriksa transaksi dan izin akses wallet untuk mengidentifikasi aktivitas tidak sah.

Dengan 27 wallet terdampak dan aset senilai sekitar US$23.000 yang terlacak, kasus Padre Terminal menjadi pengingat bahwa penipuan cryptocurrency tidak selalu membutuhkan malware kompleks.

Dalam banyak kasus, pelaku cukup menyamar sebagai layanan populer dan meyakinkan pengguna untuk menyerahkan informasi yang seharusnya tidak pernah dibagikan.


Sumber: Iris โ€” Fake Padre App Store App Tied to a Drainer That Hit 27 Wallets

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button