Celah Kritis Linux Kernel CVE-2026-98432 Bisa Beri Akses Root Jarak Jauh, Anthropic Berhasil Buktikan Eksploitasi

Peneliti keamanan Anthropic berhasil membuktikan bahwa kerentanan kritis pada Linux kernel dapat dieksploitasi untuk menjalankan perintah dengan hak akses root dari jarak jauh tanpa memerlukan autentikasi.
Kerentanan yang dilacak sebagai CVE-2026-98432 memiliki skor CVSS 9.8 dan memengaruhi mekanisme pemrosesan koneksi TCP pada Linux kernel.
Dalam pengujian yang dilakukan Anthropic, sebuah model AI Claude yang belum dirilis berhasil mengembangkan eksploitasi untuk mengambil alih server Linux yang menjalankan layanan Multipath TCP (MPTCP).
Eksploitasi tersebut membutuhkan waktu sekitar 53 menit hingga berhasil menjalankan perintah dengan hak akses root.
Kerentanan ini memengaruhi kode Linux kernel yang telah digunakan sejak versi 4.4, sehingga berbagai distribusi populer seperti Ubuntu, Red Hat Enterprise Linux, Debian, dan Rocky Linux berpotensi terdampak.
CVE-2026-98432 Berasal dari Kerentanan Use-After-Free
CVE-2026-98432 merupakan kerentanan use-after-free (UAF) pada komponen jaringan IPv4 TCP di Linux kernel.
Masalah terjadi akibat kondisi race condition ketika kernel memproses permintaan koneksi TCP secara bersamaan.
Dalam kondisi tertentu, sebuah struktur memori dapat dibebaskan ketika bagian lain dari kernel masih mencoba mengaksesnya.
Situasi tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan memori, crash sistem, hingga eksekusi kode berbahaya.
Penyerang dapat memicu kondisi tersebut melalui paket TCP yang dibuat secara khusus tanpa harus memiliki akun pada server target.
Linux kernel CVE Team memberikan skor CVSS 9.8 karena potensi dampaknya terhadap kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan sistem.
Namun, Red Hat memberikan penilaian lebih rendah, yaitu CVSS 5.9, karena menganggap eksploitasi kondisi balapan memori tersebut memiliki kompleksitas tinggi.
Perbedaan penilaian ini menunjukkan bahwa tingkat risiko sangat bergantung pada kondisi dan konfigurasi sistem yang terdampak.
Claude Berhasil Mendapatkan Akses Root dalam 53 Menit
Dalam laporan penelitian yang diterbitkan pada 27 Oktober 2026, Anthropic menjelaskan bagaimana model AI internalnya berhasil mengembangkan eksploitasi terhadap kerentanan tersebut.
Pengujian dilakukan pada server Linux yang menjalankan layanan Multipath TCP atau MPTCP.
MPTCP memungkinkan satu koneksi menggunakan beberapa jalur jaringan secara bersamaan untuk meningkatkan stabilitas dan performa komunikasi.
Eksploitasi Anthropic berlangsung melalui dua tahap utama.
Tahap pertama memanfaatkan kondisi race untuk memperoleh informasi alamat memori kernel dan melewati perlindungan Kernel Address Space Layout Randomization (KASLR).
Tahap kedua menggunakan kerentanan yang sama untuk mengubah alur eksekusi kernel hingga penyerang dapat menjalankan perintah dengan hak akses root.
Menurut Anthropic, tahap pertama membutuhkan sekitar 48 menit, sedangkan tahap kedua berlangsung sekitar lima menit.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa celah yang sebelumnya dapat dianggap sebagai ancaman denial-of-service juga berpotensi digunakan untuk mengambil alih server sepenuhnya.
Meski demikian, kemampuan Remote Code Execution sejauh ini baru didemonstrasikan secara publik pada server yang menjalankan MPTCP listener.
Aplikasi Berbasis Go Juga Berpotensi Terdampak
Salah satu perhatian utama adalah kemungkinan administrator tidak mengetahui bahwa server mereka menggunakan MPTCP.
Sejak Go 1.24, bahasa pemrograman Go dapat mengaktifkan dukungan MPTCP secara default pada TCP listener di Linux apabila kernel mendukungnya.
Akibatnya, sebagian aplikasi jaringan berbasis Go mungkin menggunakan MPTCP tanpa konfigurasi khusus dari administrator.
Namun, kerentanan CVE-2026-98432 tidak terbatas pada MPTCP.
Kode yang rentan juga digunakan dalam pemrosesan koneksi TCP biasa, meskipun eksploitasi hingga mendapatkan akses root melalui koneksi TCP non-MPTCP belum didemonstrasikan secara publik.
Penyedia dukungan Rocky Linux, CIQ, juga memperingatkan bahwa sekadar menonaktifkan MPTCP tidak sepenuhnya menghilangkan risiko.
Ubuntu, RHEL, Rocky Linux, dan Debian Terdampak
Perbaikan CVE-2026-98432 telah tersedia pada kode upstream Linux kernel dan sejumlah cabang kernel stabil yang masih didukung.
Namun, pada 30 Oktober 2026, belum seluruh distribusi Linux menyediakan paket pembaruan kepada pengguna.
Berikut status yang dilaporkan oleh masing-masing penyedia.
| Distribusi Linux | Status per 30 Oktober 2026 |
|---|---|
| Debian 12 | Perbaikan tersedia pada kernel 6.1.190-1 |
| Debian 13 | Perbaikan tersedia pada kernel 6.12.113-1 |
| Ubuntu 22.04, 24.04, 26.04, 26.10 | Patch masih dalam proses |
| RHEL 8, 9, 10 | Terdampak, pembaruan direncanakan |
| Rocky Linux 8, 9, 10 | Terdampak, mitigasi sementara tersedia |
| RHEL 7 | Tidak terdampak menurut Red Hat |
Oracle Linux, Amazon Linux, dan SUSE juga telah menyediakan perbaikan untuk sebagian versi kernel yang didukung.
Administrator perlu memeriksa security advisory distribusinya karena versi kernel yang terlihat lebih lama belum tentu rentan apabila vendor telah melakukan backport perbaikan.
Administrator Disarankan Segera Memeriksa Kernel
Administrator server Linux dapat memulai pemeriksaan dengan melihat versi kernel yang sedang digunakan:
uname -r
Untuk memeriksa status dukungan MPTCP:
sysctl net.mptcp.enabled
Namun, kedua perintah tersebut tidak dapat memastikan sendiri apakah server telah terlindungi dari CVE-2026-98432.
Status kerentanan harus dicocokkan dengan security advisory dan paket kernel yang disediakan vendor.
Jika pembaruan tersedia, administrator disarankan melakukan instalasi melalui repository resmi dan melakukan reboot agar kernel baru benar-benar aktif.
Untuk sistem yang belum memiliki patch, pembatasan akses jaringan dari IP tidak tepercaya dapat membantu mengurangi risiko.
CIQ juga menyediakan mitigasi sementara menggunakan firewall nftables untuk memblokir paket IPv4 TCP yang membawa IP options sebelum diproses oleh kernel.
Namun, aturan tersebut dapat memblokir traffic TCP yang sah sehingga harus diuji terlebih dahulu, terutama pada server produksi.
Belum Ada Bukti Eksploitasi Aktif di Internet
Meskipun Anthropic berhasil membuktikan eksploitasi hingga memperoleh akses root, belum ada laporan terkonfirmasi mengenai CVE-2026-98432 yang digunakan dalam serangan nyata hingga 30 Oktober 2026.
Eksploitasi yang dijelaskan Anthropic merupakan hasil penelitian keamanan dalam lingkungan pengujian.
Namun, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kerentanan pada komponen jaringan Linux dapat memiliki dampak jauh lebih serius dibandingkan crash sistem.
Bagi perusahaan yang menjalankan layanan internet, infrastruktur cloud, maupun server aplikasi berbasis Linux, pembaruan kernel dan pembatasan akses jaringan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko.
CVE-2026-98432 menjadi pengingat bahwa kerentanan pada Linux kernel dapat membuka jalan menuju akses root jarak jauh, bahkan tanpa kredensial atau interaksi pengguna.
Sumber: Anthropic — Discovering and Exploiting Vulnerabilities in Critical, Real-World Software with Claude








