Security

CISA Konfirmasi Celah Kritis GitLab CVE-2026-97229 Mulai Dieksploitasi Hacker, Skor CVSS 10.0

Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur Amerika Serikat (CISA) memperingatkan bahwa kerentanan kritis pada GitLab Community Edition (CE) dan Enterprise Edition (EE) kini telah dieksploitasi secara aktif oleh hacker.

Kerentanan yang dilacak sebagai CVE-2026-97229 memiliki skor CVSS 10.0, tingkat keparahan tertinggi dalam sistem penilaian keamanan.

Celah tersebut memungkinkan penyerang jarak jauh menjalankan kode berbahaya pada server GitLab tanpa memerlukan autentikasi, melalui manipulasi regular expression dalam konfigurasi CI/CD.

Meskipun GitLab telah merilis pembaruan keamanan pada 12 Oktober 2026, CISA mengonfirmasi adanya eksploitasi aktif dan memasukkan kerentanan tersebut ke dalam katalog Known Exploited Vulnerabilities (KEV) pada 29 Oktober 2026.

Administrator yang mengelola GitLab secara mandiri diminta segera memasang pembaruan dan memeriksa kemungkinan aktivitas mencurigakan.

CVE-2026-97229 Memungkinkan Remote Code Execution

CVE-2026-97229 merupakan kerentanan integer overflow yang ditemukan pada komponen Regular Expression Compiler dalam sistem CI/CD GitLab.

Komponen tersebut digunakan untuk memproses dan mengevaluasi regular expression yang terdapat dalam konfigurasi pipeline.

Menurut GitLab, kelemahan validasi memungkinkan penyerang mengirimkan regular expression yang dibuat secara khusus untuk memicu kondisi berbahaya pada server.

Dalam kondisi tertentu, eksploitasi tersebut dapat menyebabkan Remote Code Execution (RCE), yaitu kemampuan menjalankan kode secara tidak sah pada sistem target.

Yang membuat kerentanan ini sangat berbahaya adalah penyerang tidak memerlukan akun GitLab maupun interaksi pengguna untuk mengeksploitasinya.

Berdasarkan penilaian CVSS 3.1, celah tersebut memiliki karakteristik serangan melalui jaringan, kompleksitas rendah, tanpa autentikasi, dan tanpa interaksi pengguna.

Kerentanan ini ditemukan oleh peneliti keamanan dengan identitas joaxcar melalui program bug bounty HackerOne.

Versi GitLab yang Terdampak

GitLab telah menyediakan perbaikan untuk tiga cabang versi yang terdampak.

Cabang GitLab CE/EEVersi RentanVersi Perbaikan
19.2Sebelum 19.2.819.2.8
19.3Sebelum 19.3.519.3.5
19.4Sebelum 19.4.219.4.2

GitLab merekomendasikan administrator self-managed instance segera memperbarui instalasi ke versi yang telah mendapatkan patch atau rilis lebih baru yang mencakup perbaikan tersebut.

Sementara itu, layanan GitLab.com dan GitLab Dedicated telah menerima pembaruan keamanan.

Artinya, tindakan pembaruan terutama diperlukan oleh organisasi yang menjalankan GitLab pada server atau infrastruktur mereka sendiri.

CISA Tetapkan Batas Waktu Patch 1 November 2026

Pada 29 Oktober 2026, CISA secara resmi memasukkan CVE-2026-97229 ke dalam katalog KEV setelah mengonfirmasi bahwa kerentanan tersebut telah digunakan dalam serangan nyata.

Melalui Binding Operational Directive (BOD) 26-04, lembaga federal Amerika Serikat yang terdampak diwajibkan mengambil tindakan mitigasi paling lambat 1 November 2026.

Meskipun kewajiban tersebut berlaku untuk instansi federal Amerika Serikat, CISA juga mendorong organisasi swasta untuk memprioritaskan penanganan kerentanan ini.

Pasalnya, GitLab banyak digunakan sebagai platform pengembangan software, pengelolaan source code, dan otomatisasi pipeline CI/CD.

Jika server GitLab berhasil dikompromikan, penyerang berpotensi memperoleh akses terhadap repository, informasi konfigurasi, serta kredensial yang dapat dijangkau oleh proses yang berhasil dieksploitasi.

Namun, hingga pengumuman tersebut, CISA belum mengungkap jumlah organisasi yang telah menjadi korban atau identitas kelompok hacker yang bertanggung jawab.

Hampir 2.800 Server GitLab Terdeteksi Terbuka di Internet

Menurut data Shadowserver, terdapat hampir 2.800 instalasi GitLab Community Edition yang dapat diakses melalui internet.

Meski demikian, angka tersebut tidak menunjukkan berapa banyak server yang masih menggunakan versi rentan.

Server yang dapat diakses publik belum tentu memiliki kerentanan CVE-2026-97229 apabila telah menerima pembaruan keamanan.

GitLab juga telah menyediakan enam mekanisme deteksi ancaman untuk membantu administrator menemukan indikasi percobaan eksploitasi.

Deteksi tersebut mencakup aktivitas regular expression mencurigakan, kesalahan pada proses CI lint, hingga crash pada komponen pemrosesan yang berkaitan dengan kerentanan.

Administrator disarankan menggunakan indikator tersebut sebagai bagian dari investigasi keamanan, terutama apabila server sebelumnya menjalankan versi yang belum diperbaiki.

Administrator GitLab Diminta Segera Memasang Patch

Untuk mengurangi risiko, organisasi yang menjalankan GitLab CE atau EE secara mandiri perlu segera memeriksa versi instalasi mereka.

Jika masih menggunakan versi terdampak, pembaruan harus dilakukan sesuai panduan resmi GitLab.

Sebelum melakukan upgrade, administrator sebaiknya membuat backup konfigurasi dan database serta memeriksa persyaratan migrasi.

GitLab mengingatkan bahwa sebagian pembaruan mengandung migrasi database yang dapat menyebabkan downtime pada instalasi single-node.

Setelah pembaruan selesai, administrator perlu memverifikasi versi yang terpasang dan memeriksa log keamanan untuk menemukan kemungkinan eksploitasi sebelumnya.

Penerapan patch menghentikan eksploitasi terhadap kerentanan yang diperbaiki, tetapi tidak secara otomatis menghapus malware atau akses tidak sah jika server sudah terkompromikan.

GitLab Kembali Hadapi Ancaman Kerentanan Kritis

CVE-2026-97229 menambah daftar kerentanan serius yang ditemukan pada GitLab sepanjang 2026.

Sebelumnya, GitLab juga memperbaiki celah kritis CVE-2026-85706 yang memungkinkan pembacaan informasi sensitif melalui kelemahan path traversal pada API repository.

CISA turut mengonfirmasi eksploitasi aktif terhadap kerentanan tersebut.

Rangkaian temuan ini memperlihatkan bahwa platform DevSecOps merupakan target bernilai tinggi bagi penyerang karena sering menyimpan source code, konfigurasi deployment, dan kredensial otomatisasi.

Dengan skor CVSS 10.0 dan eksploitasi aktif yang telah dikonfirmasi CISA, CVE-2026-97229 harus menjadi prioritas pembaruan keamanan bagi seluruh organisasi yang menggunakan GitLab secara mandiri.


Sumber: GitLab โ€” Critical Patch Release: GitLab 19.4.2, 19.3.5, dan 19.2.8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button