Trezor Peringatkan Dugaan Implan Pencuri Kripto pada Hardware Wallet yang Dijual di Indonesia

Produsen hardware wallet cryptocurrency Trezor mengeluarkan peringatan keamanan setelah menerima laporan mengenai dugaan perangkat pencuri aset kripto yang ditanamkan secara fisik di dalam Trezor Safe 5 yang dijual melalui marketplace Tokopedia di Indonesia.
Perangkat tersebut dibeli dari reseller CryptoBilis pada Agustus 2026. Setelah membuka casing hardware wallet, pengguna menemukan papan sirkuit tambahan yang dilengkapi modul komunikasi seluler dan antena.
Menurut laporan yang diterima Trezor, komponen tersebut diduga mampu membaca informasi yang ditampilkan pada layar perangkat, termasuk recovery phrase, kemudian mengirimkannya melalui jaringan seluler kepada pihak yang tidak berwenang.
Trezor menegaskan bahwa temuan tersebut belum dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium. Namun, perusahaan menganggap laporan tersebut cukup kredibel untuk mengeluarkan peringatan kepada pelanggan pada 30 Oktober 2026.
Pengguna Indonesia Temukan Komponen Mencurigakan pada Trezor Safe 5
Kasus ini bermula ketika seorang pelanggan asal Indonesia melaporkan perangkat Trezor Safe 5 miliknya melalui program responsible disclosure pada 28 Oktober 2026.
Hardware wallet tersebut sebelumnya dibeli melalui toko CryptoBilis di Tokopedia pada Agustus 2026.
Ketika perangkat diperiksa secara fisik, ditemukan papan sirkuit tambahan yang dipasang di antara motherboard utama dan layar.
Komponen tersebut dilengkapi modul seluler serta antena yang tidak seharusnya terdapat dalam konfigurasi perangkat normal.
Berdasarkan informasi awal, perangkat tambahan itu diduga dapat menangkap informasi yang ditampilkan pada layar Trezor, termasuk frasa pemulihan wallet.
Informasi tersebut kemudian berpotensi dikirimkan kepada penyerang ketika hardware wallet terhubung ke sumber daya.
Jika terbukti, mekanisme ini memungkinkan pelaku memperoleh recovery phrase tanpa perlu meretas software atau komputer pengguna.
Meski demikian, Trezor belum menerima perangkat fisik tersebut untuk diperiksa secara langsung. Investigasi masih berlangsung untuk memastikan kemampuan sebenarnya dari komponen yang ditemukan.
Serangan Diduga Berkaitan dengan Kasus Ledger
CryptoBilis sebelumnya juga menjadi sorotan setelah sejumlah hardware wallet Ledger yang dijual melalui jaringan reseller tersebut ditemukan mengandung perangkat tambahan berbahaya.
Pada awal Oktober 2026, Ledger menginvestigasi laporan kehilangan aset cryptocurrency dari pelanggan yang membeli perangkat melalui CryptoBilis.
Investigasi kemudian mengonfirmasi adanya modifikasi fisik pada sebagian perangkat Ledger dalam serangan yang menargetkan rantai distribusi produk.
Sebagai tindakan pencegahan, Trezor menghentikan penjualan melalui CryptoBilis pada 9 Oktober 2026, sebelum menerima laporan dugaan implan pada Trezor Safe 5.
Trezor juga mulai memperketat jaringan reseller resminya untuk meningkatkan pengawasan terhadap distribusi perangkat.
Meskipun komponen yang ditemukan pada Trezor memiliki kemiripan dengan kasus Ledger, perusahaan belum dapat memastikan apakah keduanya dilakukan oleh kelompok penyerang yang sama.
Trezor Belum Temukan Bukti Pencurian Dana
Berbeda dari kasus Ledger yang telah menyebabkan kerugian finansial, Trezor menyatakan belum menerima laporan kehilangan aset cryptocurrency dari pelanggan CryptoBilis akibat dugaan implan tersebut.
Pengguna yang menemukan perangkat mencurigakan juga diketahui telah memindahkan asetnya sebelum menemukan komponen tambahan di dalam hardware wallet.
Karena Trezor menggunakan sistem self-custody, perusahaan tidak dapat memeriksa saldo atau aktivitas wallet pengguna secara langsung.
Trezor menegaskan bahwa peringatan ini dikeluarkan sebagai langkah pencegahan dan bukan konfirmasi bahwa seluruh perangkat yang dijual melalui CryptoBilis telah dimodifikasi.
Hingga pengumuman tersebut, belum ada laporan mengenai reseller Trezor lainnya yang mengalami insiden serupa.
Namun, penyelidikan terhadap jalur distribusi masih berlangsung.
Pembeli Trezor dari CryptoBilis Diminta Segera Pindahkan Aset
Trezor memberikan instruksi khusus kepada pelanggan yang membeli perangkat melalui CryptoBilis sejak Maret 2026.
Peringatan tersebut berlaku untuk seluruh model Trezor yang berasal dari reseller tersebut, bukan hanya Safe 5.
Bagi pelanggan yang sudah menggunakan perangkat, Trezor merekomendasikan pemindahan seluruh cryptocurrency ke wallet baru dengan recovery phrase yang benar-benar berbeda.
Penggunaan recovery phrase lama pada hardware wallet baru tidak menyelesaikan masalah apabila frasa tersebut sebelumnya telah diketahui penyerang.
Sementara itu, pelanggan yang belum mengaktifkan perangkat diminta tidak melakukan setup dan tidak memasukkan recovery phrase dari wallet lain.
Jika tidak tersedia hardware wallet tepercaya, Trezor menyarankan pengguna mempertimbangkan pemindahan sementara ke software wallet atau exchange yang dikenal dan dipercaya.
Pengguna harus memeriksa alamat penerima secara menyeluruh sebelum mengirimkan aset.
Trezor juga mengingatkan bahwa menimbang perangkat atau membandingkan beratnya bukan metode yang dapat diandalkan untuk memastikan keberadaan implan.
Trezor Tawarkan Penggantian Perangkat Gratis
Sebagai langkah penanganan, Trezor menawarkan penggantian perangkat kepada seluruh pelanggan yang membeli produknya dari CryptoBilis sejak Maret 2026.
Pelanggan dapat memperoleh perangkat Trezor baru yang dikirim langsung oleh perusahaan atau voucher untuk membeli perangkat pengganti.
Untuk mengajukan penggantian, pengguna perlu menyimpan perangkat lama beserta bukti pembelian dan menghubungi layanan dukungan resmi Trezor.
Perusahaan juga memperingatkan potensi serangan phishing yang memanfaatkan situasi ini.
Pelaku penipuan dapat menyamar sebagai pihak Trezor melalui email, telepon, maupun pesan yang menawarkan bantuan pemulihan wallet.
Trezor menegaskan bahwa tim dukungannya tidak pernah meminta recovery phrase pelanggan.
Keamanan Hardware Wallet Tidak Hanya Bergantung pada Software
Kasus ini memperlihatkan bahwa hardware wallet yang dirancang untuk melindungi private key secara offline tetap memiliki risiko apabila perangkat dimodifikasi sebelum diterima pengguna.
Serangan semacam ini dikenal sebagai hardware supply chain attack, ketika pelaku menyusupi rantai produksi atau distribusi untuk memasang komponen berbahaya pada produk yang tampak asli.
Berbeda dari malware konvensional, implan fisik dapat bekerja di luar mekanisme pengamanan software dan berpotensi sulit terdeteksi melalui pemeriksaan biasa.
Insiden tersebut juga menjadi perhatian khusus karena melibatkan reseller yang sebelumnya berstatus resmi serta transaksi melalui marketplace populer di Indonesia.
Pengguna Trezor yang membeli perangkat melalui CryptoBilis sejak Maret 2026 disarankan segera mengamankan aset ke wallet baru dengan recovery phrase berbeda, tanpa menunggu hasil investigasi laboratorium.
Sumber: Trezor — Implant Reported in a Trezor Sold by CryptoBilis








