Security

Anggota Ransomware Nefilim dan Hive Divonis 70 Bulan Penjara, Serangan Siber Rugikan Korban Lebih dari US$100 Juta

Seorang warga negara Ukraina bernama Artem Aleksandrovych Stryzhak dijatuhi hukuman penjara selama 70 bulan atau lima tahun sepuluh bulan atas keterlibatannya dalam serangkaian serangan ransomware yang menargetkan rumah sakit, lembaga pemerintah, firma hukum, serta perusahaan besar di berbagai negara.

Putusan tersebut dijatuhkan oleh Pengadilan Federal Brooklyn, New York, Amerika Serikat, pada 27 Oktober 2026, setelah Stryzhak mengaku bersalah atas keterlibatannya dalam operasi ransomware Nefilim dan Hive.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) menyatakan bahwa kelompok ransomware yang melibatkan Stryzhak telah menyebabkan kerugian lebih dari US$100 juta, termasuk gangguan operasional, biaya pemulihan sistem, serta pembayaran tebusan.

Stryzhak, yang kini berusia 36 tahun, sebelumnya ditangkap oleh otoritas Spanyol pada Juni 2024 sebelum diekstradisi ke Amerika Serikat pada 30 April 2025.

Kasus ini menjadi bagian dari penyelidikan internasional selama bertahun-tahun untuk membongkar jaringan ransomware yang menyerang infrastruktur penting dan perusahaan dengan pendapatan tinggi.

Artem Stryzhak Terlibat dalam Dua Kelompok Ransomware

Menurut dokumen pengadilan, Stryzhak berperan sebagai affiliate atau mitra operator ransomware dalam dua kelompok berbeda, yaitu Nefilim dan Hive.

Dalam ekosistem ransomware, affiliate merupakan pihak yang memperoleh akses terhadap perangkat ransomware dari pengembang atau administrator kelompok untuk menjalankan serangan terhadap korban.

Model operasional ini dikenal sebagai Ransomware-as-a-Service (RaaS), yakni sistem kerja sama ketika pengembang menyediakan perangkat malware dan infrastruktur pendukung, sementara affiliate bertugas melakukan penyusupan serta penyebaran ransomware.

Sebagai imbalannya, hasil pembayaran tebusan dibagi antara affiliate dan pengelola ransomware berdasarkan kesepakatan tertentu.

Stryzhak diketahui mulai terlibat dalam operasi Nefilim sekitar Juni 2021.

Ia memperoleh akses terhadap varian ransomware Nefilim yang telah disesuaikan untuk kebutuhan serangan dan menyepakati pembagian hasil dengan administrator kelompok tersebut.

Berdasarkan dokumen pengadilan, Stryzhak diwajibkan menyerahkan 20% dari pembayaran tebusan yang berhasil diperoleh kepada administrator Nefilim.

Salah satu administrator yang terlibat dalam kesepakatan tersebut adalah Volodymyr Viktorovych Tymoshchuk, yang hingga kini masih menjadi buronan otoritas Amerika Serikat.

Melalui kerja sama tersebut, Stryzhak dapat menggunakan perangkat ransomware beserta mekanisme dekripsi yang dikelola kelompok Nefilim.

Nefilim Menargetkan Perusahaan dengan Pendapatan Ratusan Juta Dolar

Dalam menjalankan serangannya, Stryzhak menggunakan ransomware Nefilim untuk menargetkan perusahaan besar, terutama yang memiliki kemampuan finansial untuk membayar tebusan dalam jumlah tinggi.

Operasi Nefilim diketahui menyasar organisasi di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia dengan pendapatan tahunan lebih dari US$100 juta.

Menurut dokumen investigasi, salah satu administrator Nefilim bahkan mendorong Stryzhak untuk memprioritaskan perusahaan yang menghasilkan pendapatan lebih dari US$200 juta per tahun.

Strategi tersebut menunjukkan bagaimana kelompok ransomware memilih target berdasarkan potensi keuntungan finansial.

Salah satu serangan yang didokumentasikan terjadi pada Juni 2021, ketika Stryzhak mencuri data dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang transportasi minyak dan gas.

Sekitar satu minggu setelah pencurian data tersebut, Stryzhak membuat sejumlah alamat email yang kemudian digunakan dalam pesan tuntutan tebusan kepada perusahaan korban.

Serangan Nefilim tidak hanya mengandalkan enkripsi data untuk melumpuhkan sistem, tetapi juga menggunakan ancaman publikasi informasi sensitif.

Kelompok tersebut mengoperasikan situs kebocoran data bernama Corporate Leaks di dark web untuk menekan korban agar memenuhi tuntutan pembayaran.

Apabila korban menolak membayar, data yang sebelumnya berhasil dicuri dapat dipublikasikan melalui situs tersebut.

Metode ini dikenal sebagai double extortion, yaitu pemerasan ganda yang menggabungkan enkripsi sistem dengan ancaman kebocoran data.

Pendekatan tersebut meningkatkan tekanan terhadap korban karena pemulihan file melalui backup belum tentu menghilangkan risiko penyalahgunaan informasi yang telah dicuri.

Stryzhak diketahui terlibat dalam operasi Nefilim setidaknya hingga Oktober 2021.

Bergabung dengan Hive dan Menyerang Tujuh Organisasi

Selain beroperasi bersama Nefilim, Stryzhak juga tercatat sebagai salah satu affiliate awal kelompok ransomware Hive.

Hive merupakan kelompok ransomware yang dikenal aktif menyerang organisasi besar dan infrastruktur penting, termasuk fasilitas kesehatan.

Menurut Departemen Kehakiman Amerika Serikat, operasi Hive menyerang sekitar 1.500 korban di seluruh dunia sepanjang Juni 2021 hingga Januari 2023.

Targetnya mencakup perusahaan, lembaga pemerintah, rumah sakit, serta berbagai organisasi yang menyediakan layanan penting bagi masyarakat.

Dalam keterlibatannya sebagai affiliate Hive, Stryzhak bersama pihak lain diketahui menyebarkan ransomware terhadap tujuh korban.

Organisasi yang menjadi sasaran mencakup beberapa firma hukum, sebuah praktik dokter gigi, serta penyedia layanan kesehatan.

Serangan tersebut menyebabkan sistem komputer korban terenkripsi sehingga data dan aplikasi tidak dapat diakses secara normal.

Seperti ransomware pada umumnya, pelaku kemudian menggunakan kondisi tersebut untuk menuntut pembayaran sebagai imbalan atas kunci dekripsi.

Namun, tidak semua korban akhirnya harus membayar tebusan.

Dalam salah satu kasus, FBI berhasil memberikan kunci dekripsi kepada korban Stryzhak sebagai bagian dari operasi gangguan terhadap infrastruktur Hive.

Dengan bantuan tersebut, korban dapat memulihkan akses terhadap data yang terenkripsi tanpa melakukan pembayaran kepada pelaku ransomware.

Serangan terhadap Rumah Sakit Ganggu Pelayanan Pasien COVID-19

Salah satu aspek paling serius dari kasus ini adalah keterlibatan kelompok ransomware dalam serangan terhadap organisasi kesehatan selama pandemi COVID-19.

Pada periode tersebut, berbagai fasilitas medis menghadapi tekanan operasional yang tinggi karena meningkatnya kebutuhan pelayanan pasien.

Serangan ransomware menambah risiko karena dapat membuat sistem informasi rumah sakit, catatan medis, dan berbagai aplikasi pendukung layanan kesehatan tidak dapat digunakan.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengungkapkan bahwa dalam salah satu kasus yang melibatkan Hive, sebuah rumah sakit harus menghentikan penggunaan sistem digital untuk sementara waktu.

Rumah sakit tersebut terpaksa kembali menggunakan proses manual dalam menangani pasien yang sudah berada di fasilitas tersebut.

Selain itu, rumah sakit tidak dapat langsung menerima pasien baru setelah serangan terjadi.

Situasi ini memperlihatkan bahwa dampak ransomware tidak terbatas pada kerugian finansial atau kehilangan akses terhadap data.

Ketika fasilitas kesehatan menjadi sasaran, gangguan teknologi dapat memengaruhi ketersediaan pelayanan medis dan keselamatan operasional.

Brett Leatherman, Direktur Operasi Cabang Siber FBI, menyatakan bahwa kelompok ransomware yang melibatkan Stryzhak telah mengganggu pelayanan pasien dan menimbulkan kerugian lebih dari US$100 juta.

Kerugian tersebut merupakan dampak yang dikaitkan dengan operasi kelompok ransomware terkait, bukan jumlah kerugian yang secara khusus dinyatakan berasal dari tujuh serangan Hive yang dilakukan Stryzhak.

Ditangkap di Spanyol dan Diekstradisi ke Amerika Serikat

Upaya penegakan hukum terhadap Stryzhak melibatkan koordinasi sejumlah lembaga penegak hukum internasional.

Stryzhak sebelumnya diketahui tinggal di Barcelona, Spanyol, sebelum akhirnya ditangkap pada Juni 2024.

Penangkapannya dilakukan melalui kerja sama otoritas Spanyol dan lembaga penegak hukum Amerika Serikat.

Setelah menjalani proses hukum terkait ekstradisi, ia diserahkan kepada otoritas Amerika Serikat pada 30 April 2025.

Pada Desember 2025, Stryzhak mengaku bersalah atas dua dakwaan konspirasi yang berkaitan dengan penipuan, pemerasan, serta aktivitas ilegal menggunakan sistem komputer.

Pengakuan bersalah tersebut mencakup keterlibatannya dalam operasi ransomware Nefilim dan Hive.

Pengadilan Federal Brooklyn kemudian menjatuhkan hukuman penjara selama 70 bulan pada 27 Oktober 2026.

Putusan tersebut diberikan oleh Hakim Distrik Amerika Serikat Pamela K. Chen.

Penanganan perkara ini melibatkan beberapa kantor FBI, termasuk Springfield, Tampa, dan New York, serta sejumlah unit di Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Penyelidikan Nefilim ditangani oleh FBI Springfield, sementara kasus Hive melibatkan FBI Tampa.

Kerja sama lintas wilayah tersebut diperlukan karena serangan ransomware dijalankan melalui infrastruktur digital yang dapat melibatkan pelaku, server, dan korban di berbagai negara.

Amerika Serikat Tawarkan Hadiah US$11 Juta untuk Buronan Lainnya

Meskipun Stryzhak telah dijatuhi hukuman, penyelidikan terhadap jaringan ransomware yang melibatkan dirinya belum sepenuhnya selesai.

Otoritas Amerika Serikat masih memburu Volodymyr Viktorovych Tymoshchuk, yang diduga menjadi salah satu administrator dan rekan konspirasi dalam operasi ransomware Nefilim.

Tymoshchuk juga dikaitkan dengan operasi ransomware LockerGoga dan MegaCortex.

Pada September 2025, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan dakwaan terhadap Tymoshchuk atas dugaan keterlibatannya dalam berbagai serangan ransomware yang menyebabkan kerugian jutaan dolar.

Aktivitas yang dituduhkan kepadanya mencakup serangan terhadap ratusan perusahaan di berbagai negara.

Tymoshchuk tercatat dalam daftar buronan FBI dan otoritas penegak hukum Eropa.

Untuk membantu proses penangkapan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menawarkan hadiah hingga US$11 juta melalui Transnational Organized Crime Rewards Program.

Hadiah tersebut ditujukan bagi informasi yang dapat mengarah pada penangkapan, penghukuman, atau penemuan lokasi Tymoshchuk sesuai ketentuan program.

Otoritas Amerika Serikat berharap penawaran hadiah tersebut dapat membantu mengidentifikasi keberadaan pelaku yang masih berada di luar jangkauan penegakan hukum.

Sementara itu, FBI menyatakan bahwa upaya pelacakan terhadap anggota jaringan ransomware lainnya akan terus dilakukan.

Kasus Nefilim dan Hive Perlihatkan Dampak Besar Ransomware-as-a-Service

Kasus Artem Stryzhak memberikan gambaran mengenai bagaimana model Ransomware-as-a-Service memungkinkan kelompok kejahatan siber memperluas operasi mereka melalui jaringan affiliate.

Dalam model ini, pengembang ransomware tidak selalu harus melakukan penyusupan secara langsung terhadap setiap korban.

Mereka dapat menyediakan perangkat enkripsi, infrastruktur komunikasi, sistem pembayaran, serta fasilitas publikasi data curian kepada mitra yang menjalankan serangan.

Pembagian hasil pembayaran tebusan kemudian menjadi insentif ekonomi bagi kedua pihak.

Kesepakatan Stryzhak untuk menyerahkan 20% hasil tebusan kepada administrator Nefilim menunjukkan bagaimana struktur pembagian pendapatan tersebut diterapkan.

Model operasi semacam ini mempersulit penegakan hukum karena setiap kelompok dapat memiliki banyak affiliate yang menjalankan serangan secara terpisah.

Selain itu, seorang affiliate dapat bekerja sama dengan lebih dari satu kelompok ransomware, sebagaimana terlihat pada keterlibatan Stryzhak dalam Nefilim dan Hive.

Bagi organisasi yang menjadi korban, ancaman tersebut mencakup gangguan operasional, pencurian informasi, biaya pemulihan, serta risiko publikasi data sensitif.

Ancaman menjadi semakin serius ketika target merupakan rumah sakit atau penyedia layanan publik yang membutuhkan akses sistem secara terus-menerus.

Penegakan Hukum Internasional Terus Memburu Operator Ransomware

Hukuman 70 bulan penjara terhadap Artem Stryzhak menjadi salah satu hasil dari penyelidikan lintas negara terhadap jaringan ransomware Nefilim dan Hive.

Kasus ini juga menunjukkan bahwa penggunaan infrastruktur digital dan lokasi operasional di luar Amerika Serikat tidak selalu melindungi pelaku dari proses hukum internasional.

Penangkapan di Spanyol, ekstradisi ke Amerika Serikat, serta kerja sama beberapa kantor FBI memperlihatkan pentingnya koordinasi antarnegara dalam menangani kejahatan siber.

Di sisi lain, operasi Hive yang menyerang sekitar 1.500 korban memperlihatkan besarnya skala ancaman ransomware terhadap organisasi di seluruh dunia.

Kerugian yang mencapai lebih dari US$100 juta tidak hanya mencerminkan tuntutan pembayaran tebusan, tetapi juga dampak gangguan layanan dan kebutuhan pemulihan sistem.

Bagi perusahaan dan institusi, kasus ini menjadi pengingat mengenai pentingnya strategi perlindungan berlapis, termasuk backup yang terisolasi, pembaruan keamanan, pembatasan hak akses, serta pemantauan aktivitas mencurigakan pada jaringan.

Kemampuan memulihkan sistem tanpa membayar tebusan juga menjadi faktor penting untuk mengurangi ketergantungan organisasi terhadap tuntutan pelaku.

Sementara Stryzhak telah dijatuhi hukuman, pengejaran terhadap Tymoshchuk menunjukkan bahwa otoritas penegak hukum masih berupaya membongkar pihak-pihak yang berada di balik pengembangan dan pengoperasian ransomware tersebut.


Sumber: U.S. Department of Justice — Ukrainian National Sentenced for Role in Hacking Hospitals, Businesses, and Governments as Part of Ransomware Conspiracies Causing Over $100 Million in Losses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button