AS Sita Domain NightmareStresser, Platform DDoS-for-Hire

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menyita domain yang digunakan oleh NightmareStresser, salah satu platform DDoS-for-hire yang telah beroperasi selama bertahun-tahun dan dikaitkan dengan ratusan ribu serangan distributed denial-of-service (DDoS).
Penyitaan dilakukan pada Selasa sebagai bagian dari tindakan penegakan hukum terhadap layanan DDoS-for-hire atau yang sering disebut booter service. Layanan semacam ini memungkinkan pelanggan menyewa infrastruktur yang terdiri dari router dan perangkat IoT yang telah dikompromikan untuk melancarkan serangan DDoS terhadap target tertentu.
Domain yang disita dalam operasi terbaru ini adalah:
nightmare-stresser[.]comnightmarestresser[.]org
Kedua domain tersebut kini menampilkan halaman penyitaan dari aparat penegak hukum AS.
NightmareStresser Klaim sebagai Platform DDoS 24/7
Sebelum disita, NightmareStresser mempromosikan dirinya sebagai “#1 online IP booter” dan mengklaim sebagai satu-satunya tool DDoS yang tersedia selama 24 jam setiap hari.
Namun, layanan tersebut bukan sekadar platform pengujian keamanan. Menurut FBI, NightmareStresser digunakan untuk melancarkan serangan DDoS terhadap berbagai target di seluruh dunia.
Layanan booter memungkinkan pengguna tanpa keahlian teknis mendalam untuk menentukan target dan menjalankan serangan menggunakan infrastruktur yang telah disediakan operator.
Model bisnis seperti ini membuat serangan DDoS dapat dilakukan sebagai sebuah layanan, dengan pelanggan membayar untuk mendapatkan kemampuan mengganggu ketersediaan website, server, maupun layanan online.
Memiliki Lebih dari 566.000 Pengguna Terdaftar
Skala NightmareStresser cukup besar.
Menurut penelitian Searchlight Cyber yang diterbitkan pada 2023, platform tersebut memiliki lebih dari 566.000 pengguna terdaftar dan mengoperasikan 52 dedicated server.
Infrastruktur tersebut dilaporkan mampu melancarkan serangan hingga 200 Gbps terhadap berbagai lapisan jaringan.
Serangan dapat menargetkan protokol aplikasi pada Layer 7 maupun protokol jaringan Layer 4, termasuk TCP dan UDP.
Besarnya kapasitas tersebut membuat NightmareStresser dapat digunakan untuk menghasilkan trafik dalam jumlah sangat besar terhadap target.
Ratusan Ribu Serangan DDoS Sejak 2022
Divisi Cyber FBI mengatakan bahwa sejak 2022, layanan NightmareStresser telah digunakan untuk melancarkan ratusan ribu serangan DDoS aktual maupun percobaan terhadap korban di berbagai negara.
Penyitaan domain tersebut bertujuan mengganggu infrastruktur yang digunakan untuk menyediakan layanan serangan tersebut.
FBI juga mengaitkan tindakan terbaru dengan Operation PowerOFF, operasi penegakan hukum internasional yang berfokus pada pembongkaran infrastruktur DDoS-for-hire.
Halaman penyitaan yang kini muncul pada domain NightmareStresser menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya terkoordinasi antara berbagai lembaga penegak hukum internasional.
NightmareStresser Pernah Ditindak pada 2022
Ini bukan pertama kalinya NightmareStresser menjadi sasaran aparat penegak hukum.
Pada Desember 2022, Departemen Kehakiman AS (DOJ) juga menyita domain nightmarestresser[.]com.
Pada operasi tersebut, enam tersangka ditangkap karena diduga memiliki dan mengoperasikan sejumlah layanan DDoS-for-hire.
Kemunculan kembali NightmareStresser dan penyitaan terbaru menunjukkan bagaimana platform DDoS-for-hire dapat kembali beroperasi meskipun sebelumnya telah ditindak.
Operation PowerOFF Berlangsung Sejak 2018
Operation PowerOFF merupakan operasi penegakan hukum internasional yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Operasi tersebut dimulai pada Desember 2018, ketika aparat menyita 15 website yang dikaitkan dengan platform DDoS-as-a-service.
Sejak saat itu, operasi tersebut telah menghasilkan sejumlah tindakan terhadap layanan serupa di berbagai negara.
Beberapa operasi yang dilakukan dalam kerangka PowerOFF antara lain:
- Pembongkaran layanan DDoS-for-hire DigitalStress di Inggris.
- Penyitaan platform review DDoS Dstat.cc dan penangkapan dua tersangka di Jerman.
- Penangkapan dua operator layanan stresser di Polandia.
- Penyitaan 13 domain yang digunakan platform DDoS-for-hire.
- Penyitaan 48 domain tambahan yang juga menjadi bagian dari jaringan layanan booter.
Operasi tersebut menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap layanan DDoS-for-hire dilakukan lintas negara karena infrastruktur, operator, pelanggan, dan korban dapat berada di yurisdiksi yang berbeda.
Penindakan Terhadap Platform DDoS Terus Berlanjut
Pada tahun sebelumnya, otoritas Polandia juga menahan empat tersangka yang dikaitkan dengan enam platform DDoS-for-hire.
Layanan tersebut diduga berada di balik ribuan serangan terhadap sekolah, layanan pemerintah, perusahaan, dan platform gaming di seluruh dunia sejak 2022.
Dalam operasi terkoordinasi yang sama, otoritas AS juga menyita sembilan domain yang digunakan untuk menyediakan layanan DDoS.
Rangkaian penindakan tersebut memperlihatkan bahwa aparat tidak hanya mengejar pelaku yang melakukan serangan secara langsung, tetapi juga berupaya menghentikan infrastruktur komersial yang memungkinkan orang lain menyewa kemampuan serangan DDoS.
Layanan DDoS-for-Hire Menjadi Sasaran Utama
Platform seperti NightmareStresser memperluas akses terhadap kemampuan serangan DDoS dengan menyediakan infrastruktur yang dapat disewa.
Akibatnya, serangan yang sebelumnya membutuhkan sumber daya teknis dan infrastruktur besar dapat dilakukan oleh pelanggan melalui layanan yang sudah disiapkan operator.
Dari sisi penegakan hukum, pembongkaran platform tersebut dapat mengganggu rantai layanan yang menghubungkan operator infrastruktur, pelanggan, dan korban.
Penyitaan domain NightmareStresser menjadi tindakan terbaru dalam Operation PowerOFF dan menunjukkan bahwa operasi internasional terhadap layanan DDoS-for-hire masih terus berlangsung.
Sumber: FBI / U.S. Department of Justice








