Microsoft Rilis Update Darurat Windows untuk Blokir Sertifikat eMudhra yang Bermasalah

Microsoft resmi merilis pembaruan out-of-band (OOB) untuk sistem operasi Windows 10 dan Windows 11 guna mencabut kepercayaan terhadap sejumlah sertifikat digital yang terkait dengan insiden keamanan pada certificate authority (CA) eMudhra.
Pembaruan yang dirilis pada 26 Oktober 2026 ini ditujukan terutama bagi perangkat Windows yang tidak menerima pembaruan daftar sertifikat tepercaya secara otomatis, termasuk komputer yang beroperasi tanpa koneksi internet maupun sistem dengan konfigurasi keamanan khusus.
Microsoft menyediakan pembaruan KB5134133 untuk Windows 11 versi 24H2, 25H2, dan 26H2, sementara KB5134125 dirilis untuk Windows 10 versi 21H2 dan 22H2 pada edisi yang masih mendapatkan dukungan pembaruan.
Langkah tersebut diambil setelah ditemukan delapan private key milik intermediate certificate authority eMudhra yang memiliki kelemahan kriptografi serius, sehingga dapat dipulihkan dengan sangat mudah oleh pihak yang tidak berwenang.
Delapan Private Key eMudhra Ditemukan Sangat Lemah
Insiden ini bermula dari penemuan delapan private key milik intermediate CA eMudhra yang dihasilkan pada April 2025.
Berdasarkan hasil analisis keamanan, seluruh kunci tersebut menggunakan algoritma kriptografi P-384, tetapi memiliki nilai private key yang lebih kecil dari 256.
Kondisi ini sangat tidak lazim karena private key seharusnya dihasilkan menggunakan bilangan acak dengan ruang kemungkinan yang sangat besar untuk menjamin keamanan kriptografi.
Dalam kasus eMudhra, penyerang secara teoritis hanya perlu menguji maksimal 256 kemungkinan nilai untuk menemukan private key yang sesuai. Proses pemulihan kunci tersebut bahkan dapat dilakukan hampir seketika menggunakan teknik komputasi sederhana.
Kelemahan ini berpotensi memungkinkan pihak tidak berwenang membuat sertifikat digital palsu yang terlihat seolah-olah diterbitkan oleh certificate authority tepercaya.
Apabila disalahgunakan dalam skenario serangan yang memungkinkan intersepsi atau pengalihan koneksi, sertifikat palsu tersebut dapat digunakan untuk menyamar sebagai situs web sah dan mengganggu keamanan komunikasi terenkripsi.
Dari delapan intermediate CA yang terdampak, enam digunakan dalam hierarki sertifikat Transport Layer Security (TLS), sedangkan dua lainnya berkaitan dengan sertifikat code signing yang digunakan untuk memverifikasi keaslian perangkat lunak.
Setelah kerentanan tersebut diungkapkan, eMudhra mencabut delapan intermediate certificate yang terdampak. Sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Mozilla, Google, dan Apple, juga mengambil langkah untuk memblokir sertifikat terkait melalui mekanisme keamanan masing-masing.
Microsoft Hapus Tujuh Sertifikat dari Windows Trust List
Microsoft sebelumnya telah mengambil tindakan awal pada 20 Oktober 2026 dengan memperbarui Windows Disallowed Certificate Trust List untuk memblokir delapan intermediate CA eMudhra yang bermasalah.
Perusahaan juga mendistribusikan pembaruan CRLSet untuk Microsoft Edge dan WebView2 agar sertifikat TLS yang terdampak tidak lagi dipercaya.
Pembaruan CRLSet tersebut dikirimkan melalui mekanisme component update sehingga pengguna tidak perlu memasang versi browser baru untuk mendapatkan perlindungan.
Namun, Microsoft kini memperluas langkah pengamanan dengan menghapus tujuh sertifikat yang berkaitan dengan hierarki eMudhra dari daftar sertifikat tepercaya Windows.
Ketujuh sertifikat tersebut terdiri dari enam sertifikat root eMudhra G3 serta satu sertifikat cross-sign AAA Certificate Services.
Langkah ini memiliki cakupan lebih luas dibandingkan sekadar mencabut kepercayaan terhadap delapan intermediate CA yang diketahui memiliki private key lemah.
Dengan menghapus sertifikat root dari trust list, Windows tidak lagi mempercayai secara otomatis rantai sertifikat yang bergantung pada root tersebut.
Microsoft juga mengumumkan penghapusan tujuh sertifikat yang sama dari daftar kepercayaan Microsoft Edge pada 27 Oktober 2026.
Meski demikian, Microsoft menegaskan bahwa menghapus root certificate dari trust list bukan berarti melakukan pencabutan terhadap seluruh sertifikat yang sebelumnya diterbitkan melalui hierarki tersebut.
Keputusan ini merupakan perubahan kebijakan kepercayaan sertifikat yang lebih luas untuk membatasi risiko keamanan.
Update KB5134133 dan KB5134125 Ditujukan untuk Sistem Windows Tertentu
Berbeda dari pembaruan rutin yang didistribusikan melalui mekanisme Windows Update, paket OOB kali ini memiliki sasaran khusus.
Microsoft menjelaskan bahwa pembaruan tersebut diperlukan terutama pada perangkat yang tidak dapat memperoleh pembaruan Certificate Trust List (CTL) secara otomatis.
Kondisi ini dapat ditemukan pada komputer yang terisolasi dari internet, perangkat di lingkungan jaringan internal perusahaan, maupun sistem yang tidak dapat menjangkau layanan pembaruan sertifikat Microsoft.
Selain itu, perangkat dengan kebijakan yang menonaktifkan automatic CTL updates juga termasuk dalam kelompok yang perlu mendapatkan perhatian administrator IT.
Untuk Windows 11 versi 24H2, 25H2, dan 26H2, Microsoft menyediakan KB5134133 dengan OS Build 26100.9725, 26200.9725, dan 26300.9725.
Sementara itu, Windows 10 versi 21H2 dan 22H2 mendapatkan KB5134125 dengan OS Build 19044.7811 dan 19045.7811.
Kedua pembaruan tersebut bersifat kumulatif dan menyertakan pembaruan informasi sertifikat tepercaya yang diperlukan oleh perangkat yang tidak dapat memperolehnya melalui layanan otomatis.
Paket instalasi tersedia melalui Microsoft Update Catalog dan dapat didistribusikan oleh administrator IT menggunakan mekanisme pengelolaan pembaruan yang sesuai.
Perangkat yang sudah menerima pembaruan trust list melalui mekanisme otomatis tidak menjadi sasaran utama instalasi manual paket OOB ini.
Penghapusan Sertifikat Bisa Berdampak pada Kompatibilitas Aplikasi
Selain meningkatkan keamanan, keputusan Microsoft untuk menghapus kepercayaan terhadap sertifikat root eMudhra juga dapat memengaruhi sejumlah layanan atau aplikasi yang masih menggunakan rantai sertifikat terkait.
Dalam lingkungan perusahaan, sertifikat digital digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari autentikasi layanan, komunikasi TLS, hingga validasi perangkat lunak.
Apabila sebuah aplikasi atau layanan masih bergantung pada root certificate yang dihapus dari trust list, proses verifikasi sertifikat berpotensi mengalami kegagalan setelah pembaruan diterapkan.
Microsoft menyarankan administrator IT untuk mengidentifikasi seluruh sertifikat yang memiliki hubungan ke salah satu dari tujuh sertifikat tersebut.
Jika ditemukan dependensi, organisasi disarankan mengganti sertifikat yang terdampak atau menggunakan rantai sertifikat alternatif yang tetap dipercaya oleh sistem operasi.
Microsoft juga menjelaskan bahwa organisasi dengan kebutuhan kompatibilitas tertentu masih dapat menetapkan kepercayaan terhadap sertifikat secara lokal.
Namun, keputusan tersebut harus didasarkan pada evaluasi risiko keamanan dan kebijakan internal masing-masing organisasi.
Administrator tidak disarankan mengembalikan kepercayaan terhadap hierarki sertifikat yang terdampak tanpa terlebih dahulu memahami konsekuensi keamanannya.
Microsoft Masih Investigasi Sertifikat Root eMudhra Lainnya
Microsoft memastikan bahwa evaluasi terhadap sertifikat root eMudhra lainnya masih berlangsung.
Perusahaan belum menutup kemungkinan adanya perubahan tambahan terhadap Windows dan Microsoft Edge trust list apabila hasil investigasi menunjukkan perlunya tindakan pengamanan lebih lanjut.
Proses evaluasi tersebut juga mempertimbangkan kebutuhan organisasi yang masih bergantung pada hierarki sertifikat eMudhra agar proses transisi dapat dilakukan secara terkendali.
Bagi administrator yang mengelola perangkat Windows dalam lingkungan terisolasi, Microsoft merekomendasikan agar pembaruan daftar sertifikat tepercaya tetap didistribusikan melalui mekanisme pembaruan internal.
Perhatian serupa juga diperlukan bagi organisasi yang menjalankan virtual machine Microsoft Azure tanpa akses pembaruan otomatis. Microsoft telah menyediakan image terbaru melalui Azure Marketplace untuk membantu melindungi sistem tersebut.
Insiden eMudhra menjadi pengingat bahwa keamanan komunikasi terenkripsi tidak hanya bergantung pada kekuatan algoritma kriptografi, tetapi juga pada proses pembuatan dan pengelolaan private key serta kepercayaan terhadap certificate authority.
Dengan dirilisnya pembaruan OOB ini, Microsoft berupaya memastikan perangkat Windows yang tidak terhubung langsung ke layanan pembaruan sertifikat tetap mendapatkan perlindungan terhadap hierarki sertifikat yang dinilai berisiko.
Sumber: Microsoft’s Response to Compromised eMudhra Certificate Authority Keys








