Veradigm Ungkap Kebocoran Data Pasien Setelah Kelompok Ransomware Klaim Serangan

Perusahaan teknologi kesehatan Veradigm mengungkap adanya kebocoran data setelah insiden keamanan siber pada salah satu vendor pihak ketiganya menyebabkan informasi pribadi pasien terekspos.
Veradigm mengatakan insiden tersebut tidak menyebabkan gangguan operasional, tetapi berdampak pada sejumlah kecil pelanggan. Perusahaan saat ini masih melakukan investigasi untuk menentukan cakupan data yang terdampak.
Veradigm, yang sebelumnya dikenal sebagai Allscripts Healthcare Solutions, merupakan perusahaan teknologi kesehatan yang berbasis di Chicago dan menyediakan berbagai solusi untuk praktik medis, termasuk electronic health records (EHR), e-prescribing, patient engagement, practice management, serta revenue-cycle management.
Solusi Veradigm digunakan oleh ribuan rumah sakit, klinik, dan perusahaan biopharmaceutical di Amerika Serikat.
Kredensial vendor digunakan untuk mengakses API Veradigm
Dalam laporan kepada U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), Veradigm menjelaskan bahwa penyerang memperoleh kredensial dari lingkungan milik salah satu vendor pihak ketiga.
Kredensial tersebut memberikan akses ke sebuah API Veradigm yang memang diperuntukkan bagi layanan pelanggan.
Penyerang kemudian menggunakan akses tersebut untuk menyalin data pasien.
Menurut pengungkapan Veradigm, informasi yang dicuri mencakup data pribadi dan Social Security number (SSN) milik sebagian pasien.
Namun, perusahaan menegaskan bahwa informasi klinis atau medis tidak ikut terdampak.
Yang juga penting, kredensial vendor yang berhasil dikompromikan memiliki cakupan akses terbatas. Veradigm menyatakan kredensial tersebut tidak memberikan akses ke bagian lain dari lingkungan perusahaan, termasuk jaringan internal yang lebih luas, server, database, maupun sistem lainnya.
Dengan demikian, insiden tersebut tampaknya terbatas pada interface API tertentu yang digunakan oleh vendor.
Veradigm langsung menjalankan prosedur respons insiden
Setelah mengetahui adanya pelanggaran tersebut, Veradigm mengatakan telah mengaktifkan prosedur incident response.
Perusahaan juga telah memberitahukan insiden tersebut kepada aparat penegak hukum dan sedang melakukan investigasi untuk menentukan sejauh mana data telah diakses atau disalin.
Pelanggan serta individu yang terdampak akan mendapatkan pemberitahuan sesuai dengan hasil investigasi.
Dalam kasus tertentu, Veradigm juga menyediakan layanan pemantauan kredit bagi individu yang memenuhi syarat.
Investigasi masih berlangsung. Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, Veradigm mengatakan pihaknya tidak memperkirakan insiden tersebut akan memberikan dampak material terhadap bisnis, operasional, kondisi keuangan, maupun hasil perusahaan.
Kelompok ransomware The Gentlemen klaim berada di balik serangan
Meskipun pengungkapan Veradigm tidak menyebutkan identitas pelaku, kelompok ransomware The Gentlemen mengklaim telah menyerang perusahaan tersebut.
Kelompok tersebut mencantumkan Veradigm di situs kebocoran data mereka pada 5 September 2026.
The Gentlemen mengklaim telah memperoleh sekitar 3,5 juta data pasien. Data yang diklaim dicuri meliputi nama lengkap, alamat rumah, SSN, alamat email, nomor telepon, serta informasi identitas pribadi lainnya atau data guarantor.
Kelompok ransomware tersebut mengancam akan mempublikasikan data yang mereka klaim telah dicuri pada 11 September 2026 apabila Veradigm tidak terlibat dalam negosiasi pembayaran tebusan.
Namun, klaim jumlah 3,5 juta data tersebut belum dikonfirmasi oleh Veradigm. Pengungkapan perusahaan sejauh ini hanya menyatakan bahwa insiden berdampak pada sejumlah kecil pelanggan dan bahwa sebagian data pribadi serta SSN pasien telah terdampak.
The Gentlemen menggunakan model double extortion
The Gentlemen pertama kali muncul sekitar pertengahan 2025 dan beroperasi menggunakan model double extortion.
Dalam skema tersebut, pelaku tidak hanya mencuri data korban, tetapi juga mengenkripsi sistem yang berhasil mereka kompromikan. Korban kemudian ditekan untuk membayar tebusan dengan ancaman publikasi data apabila tuntutan tidak dipenuhi.
Kelompok tersebut diketahui menargetkan berbagai platform, termasuk sistem Windows, Linux, NAS, BSD, dan VMware ESXi.
Situs kebocoran data The Gentlemen sebelumnya mencantumkan lebih dari 800 korban dari 86 negara yang berasal dari berbagai sektor.
Targetnya mencakup perusahaan manufaktur, teknologi, kesehatan, transportasi, dan layanan keuangan.
Pola tersebut menunjukkan bahwa kelompok ini cenderung melakukan serangan secara oportunistis berdasarkan ketersediaan akses, bukan hanya menargetkan satu sektor industri tertentu.
The Gentlemen sebelumnya menggunakan malware dan EDR killer
Aktivitas kelompok tersebut juga telah dikaitkan dengan berbagai perangkat dan teknik untuk memperluas serangan.
Pada April 2026, Check Point menemukan botnet proxy SystemBC yang terdiri dari lebih dari 1.500 host dan menghubungkannya dengan salah satu affiliate ransomware The Gentlemen.
Kemudian pada Juni 2026, ESET melaporkan bahwa kelompok tersebut menggunakan sebuah tool untuk menonaktifkan sistem endpoint detection and response (EDR) yang disebut GentleKiller.
Penggunaan tool semacam itu dapat membantu ransomware melewati atau melumpuhkan mekanisme keamanan endpoint sebelum pelaku menjalankan tahap serangan berikutnya.
Kebocoran melalui vendor kembali menunjukkan risiko rantai pasok
Kasus Veradigm juga memperlihatkan bagaimana kompromi terhadap vendor pihak ketiga dapat menjadi jalur menuju data perusahaan dan pelanggan.
Dalam kasus ini, penyerang tidak disebut memperoleh akses langsung ke seluruh infrastruktur Veradigm. Sebaliknya, kredensial yang dicuri dari lingkungan vendor memberikan akses terbatas ke API yang digunakan untuk layanan pelanggan.
Meskipun akses tersebut dibatasi, penyerang tetap dapat menyalin data pasien yang tersedia melalui interface tersebut.
Bagi perusahaan yang menangani informasi sensitif, kasus ini menegaskan pentingnya menerapkan prinsip least privilege, mengamankan kredensial vendor, memantau penggunaan API, serta membatasi data yang dapat diakses oleh sistem pihak ketiga.
Untuk saat ini, investigasi Veradigm masih berlangsung dan belum ada konfirmasi independen mengenai klaim The Gentlemen bahwa mereka telah memperoleh 3,5 juta data pasien.
Sumber: Veradigm








