Security

Produsen Mainan Raksasa Hasbro Ungkap Kebocoran Data yang Berdampak pada Karyawan

Hasbro, salah satu produsen mainan dan hiburan terbesar di dunia, resmi mengumumkan insiden kebocoran data (data breach) yang mengakibatkan pihak penyerang siber berhasil mengakses informasi pribadi dan finansial milik karyawannya.

Konglomerat multinasional asal Amerika Serikat yang menaungi waralaba ternama seperti Monopoly, Transformers, Nerf, Magic: The Gathering, hingga Dungeons & Dragons ini telah melayangkan surat pemberitahuan resmi ke Kantor Jaksa Agung Massachusetts. Meski demikian, pihak perusahaan belum merilis jumlah total keseluruhan korban di tingkat global maupun rincian waktu pasti saat insiden pertama kali terdeteksi.

Kompromi Data Pribadi dan Catatan Wilayah Massachusetts

Dalam surat pemberitahuan kepada pihak terdampak, Hasbro menjelaskan bahwa jenis data yang terpapar bervariasi untuk masing-masing individu, namun mencakup kombinasi data sensitif seperti nama lengkap, alamat surel, alamat tempat tinggal, nomor telepon, nomor identitas kependudukan, hingga rincian rekening keuangan.

Berdasarkan laporan Data Breach Notification Report 2026 dari Kantor Jaksa Agung Massachusetts, setidaknya 436 karyawan Hasbro di negara bagian tersebut terkonfirmasi mengalami kebocoran data penting, yang meliputi:

  • Nomor Jaminan Sosial (Social Security numbers)
  • Informasi rekening perbankan
  • Nomor kartu kredit dan debit
  • Data Surat Izin Mengemudi (SIM)

Sebagai langkah penanganan, Hasbro menyatakan telah mengambil serangkaian tindakan mitigasi darurat, termasuk menonaktifkan akun karyawan yang disusupi (compromised account), memutus seluruh akses tidak sah, serta memperketat sistem perlindungan untuk mencegah insiden berulang.

Rentetan Insiden Siber dan Dampak Finansial

Pengungkapan kasus ini menyusul serangan siber sebelumnya yang menimpa sistem TI Hasbro pada 28 Maret lalu. Serangan tersebut sempat memaksa perusahaan mematikan sejumlah infrastruktur jaringan untuk proses pemulihan serta menimbulkan gangguan operasional selama beberapa pekan.

Melalui laporan keuangan resmi yang diserahkan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), Hasbro mencatat kerugian pendapatan sekitar 25 juta USD akibat gangguan operasional dari serangan siber pada awal tahun tersebut. Kendati demikian, Hasbro belum mengonfirmasi apakah kebocoran data karyawan yang dilaporkan ke Jaksa Agung Massachusetts pekan ini memiliki keterkaitan langsung dengan insiden di bulan Maret.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button