News

YMTC Pasang Target Geser Samsung dan SK hynix untuk Jadi Produsen NAND Terbesar di Dunia pada 2027

Raksasa teknologi semikonduktor asal Tiongkok, Yangtze Memory Technologies Corp (YMTC), menetapkan target ambisius untuk menjadi produsen memori NAND Flash terbesar di dunia dengan melampaui Samsung Electronics dan SK hynix pada akhir tahun 2027. Rencana strategis ini dipaparkan kepada para investor dan pemangku kepentingan menjelang rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering / IPO) di Bursa Efek Shanghai (Shanghai Stock Exchange). Melalui aksi korporasi tersebut, YMTC menargetkan penghimpunan dana segar sekitar 5 miliar dolar AS guna memperluas fasilitas manufaktur, mempercepat riset dan pengembangan (R&D), serta memenuhi lonjakan permintaan memori baik untuk pasar domestik maupun rantai pasok global.

Lonjakan Pangsa Pasar Global dan Posisi Tiga Besar

Perusahaan yang berbasis di Wuhan ini mencatatkan lompatan pangsa pasar yang signifikan pada kuartal kedua (Q2), menempatkannya di posisi tiga besar produsen NAND Flash dunia dan menyalip pemain mapan seperti Micron, Kioxia, dan SanDisk:

  • Peta Penguasaan Pasar: Samsung saat ini masih memimpin pengapalan NAND Flash global dengan pangsa pasar 25%, diikuti oleh SK hynix (bersama anak perusahaannya, Solidigm) di posisi kedua dengan 22%.
  • Pertumbuhan Pengapalan YMTC: Pengapalan kapasitas memori (bit shipments) YMTC berhasil tumbuh pesat sebesar 22% secara tahunan (year-over-year) dan 5% secara kuartalan (quarter-over-quarter), mengamankan peringkat ketiga global.

Kemajuan Arsitektur Xtacking dan Tantangan Restriksi Ekspor

Pertumbuhan pesat YMTC didorong oleh adopsi teknologi pabrikasi memori internal yang kian matang:

  • Arsitektur Xtacking 4.0: YMTC telah memulai produksi massal memori 3D NAND 267-lapisan (267-layer) berbasis arsitektur generasi terbaru Xtacking 4.0, serta menargetkan lompatan ke teknologi 3D NAND 300+ lapisan pada tahun depan.
  • Tantangan Alat Litografi DUV: Langkah YMTC menuju posisi nomor satu pada akhir 2027 dibayangi oleh ketegangan geopolitik. Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan terus melobi pemerintah Belanda agar menghentikan ekspor mesin litografi dari ASML ke Tiongkok, termasuk pembatasan mesin litografi Deep Ultraviolet (DUV) generasi lama yang banyak diandalkan untuk mencetak sirkuit memori NAND Flash.

Sumber: Laporan Finansial Financial Times (FT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button