Apple dan Qualcomm Perpanjang Kerja Sama Lisensi Modem 5G

Apple kembali memperpanjang kerja sama dengan Qualcomm terkait lisensi teknologi dan modem 5G. Qualcomm mengonfirmasi bahwa perjanjian lisensi dengan Apple akan dilanjutkan setelah kesepakatan sebelumnya berakhir.
Perjanjian baru tersebut akan mulai berlaku pada 1 April 2027. Namun, Qualcomm belum mengungkapkan durasi, nilai finansial, maupun tanggal berakhirnya kesepakatan terbaru.
Perpanjangan ini menunjukkan bahwa meskipun Apple terus mengembangkan modem selulernya sendiri melalui lini C-Series, perusahaan masih membutuhkan teknologi Qualcomm untuk mendukung konektivitas 5G pada sebagian produknya.
Qualcomm Perpanjang Lisensi Apple Mulai April 2027
Qualcomm mengumumkan kelanjutan kerja sama tersebut melalui pernyataan singkat dari John Han, Executive Vice President sekaligus General Manager Qualcomm Technology Licensing (QTL).
Han menyatakan bahwa Qualcomm senang dapat memperpanjang perjanjian lisensi Apple.
Kesepakatan baru akan berlaku mulai 1 April 2027, tepat setelah berakhirnya perjanjian sebelumnya. Qualcomm tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai nilai kontrak, struktur lisensi, maupun berapa lama perjanjian baru tersebut akan berlangsung.
Keterbatasan informasi ini membuat belum jelas apakah Apple dan Qualcomm menandatangani kerja sama jangka panjang atau hanya pengaturan sementara.
Kesepakatan Sebelumnya Berlaku Selama Tiga Tahun
Apple dan Qualcomm sebelumnya memperbarui kerja sama lisensi pada September 2023. Kesepakatan tersebut memiliki masa berlaku selama tiga tahun dan menjadi dasar bagi penggunaan teknologi modem 5G Qualcomm pada perangkat Apple.
Dengan berakhirnya periode tersebut, kedua perusahaan perlu mencapai kesepakatan baru agar Apple tetap dapat menggunakan teknologi dan kekayaan intelektual Qualcomm yang berkaitan dengan konektivitas seluler.
Perpanjangan terbaru juga menarik karena Apple selama beberapa tahun terakhir secara agresif mengembangkan teknologi modem internal untuk mengurangi ketergantungannya pada pemasok eksternal.
Apple Mulai Mengembangkan Modem 5G Sendiri
Apple mulai mengambil langkah besar menuju pengembangan modem internal setelah mengakuisisi sebagian besar bisnis modem smartphone Intel pada 2019 dengan nilai sekitar US$1 miliar.
Akuisisi tersebut membawa sejumlah insinyur, teknologi, dan portofolio paten yang dapat digunakan Apple untuk mempercepat pengembangan modem selulernya sendiri.
Hasil awal dari strategi tersebut muncul pada iPhone 16e, yang diperkenalkan pada awal 2025 dan menjadi perangkat pertama Apple yang menggunakan modem 5G internal bernama C1.
C1 merupakan generasi pertama dari modem seluler yang dirancang Apple sendiri dan menjadi fondasi bagi pengembangan teknologi modem berikutnya.
Apple kemudian mengembangkan desain tersebut menjadi C2, generasi berikutnya dari modem 5G internal yang digunakan pada lini iPhone 18 Pro.
Apple Masih Menggunakan Modem Internal dan Qualcomm
Pengembangan C-Series tidak serta-merta membuat Apple berhenti menggunakan modem Qualcomm.
Dalam transisi menuju teknologi modem internal, Apple masih menggunakan kombinasi modem buatannya sendiri dan modem Qualcomm pada berbagai produk.
Pendekatan tersebut memungkinkan Apple memperluas penggunaan teknologi internal secara bertahap, sembari tetap mempertahankan dukungan terhadap perangkat yang membutuhkan teknologi modem Qualcomm.
Perpanjangan lisensi yang diumumkan Qualcomm menunjukkan bahwa proses transisi tersebut belum sepenuhnya selesai.
Namun, perjanjian lisensi saja tidak memberikan informasi mengenai jumlah perangkat Apple yang akan menggunakan modem Qualcomm atau C-Series pada masa mendatang.
Qualcomm Masih Memiliki Peran Penting dalam 5G
Modem seluler merupakan salah satu komponen paling kompleks dalam sebuah smartphone. Selain menangani koneksi 5G, modem harus mendukung berbagai band frekuensi, standar operator, roaming, efisiensi daya, serta kompatibilitas jaringan di berbagai negara.
Qualcomm selama bertahun-tahun menjadi salah satu pemasok utama teknologi modem untuk industri smartphone.
Bagi Apple, pengembangan modem internal memberikan kesempatan untuk mengintegrasikan teknologi seluler lebih erat dengan desain chip dan perangkat keras lainnya. Namun, mempertahankan dukungan Qualcomm dapat memberikan fleksibilitas selama Apple memperluas kemampuan C-Series.
Dengan demikian, keberadaan Qualcomm dalam produk Apple kemungkinan masih menjadi bagian dari strategi transisi perusahaan, setidaknya untuk periode tertentu.
Durasi Kesepakatan Baru Belum Diketahui
Salah satu hal yang belum diketahui dari pengumuman terbaru adalah berapa lama perjanjian baru Apple dan Qualcomm akan berlangsung.
Qualcomm hanya menyebutkan bahwa kesepakatan tersebut mulai berlaku pada 1 April 2027 tanpa memberikan tanggal berakhir.
Tidak adanya informasi tersebut membuat sulit untuk menentukan apakah Apple berencana mempertahankan ketergantungan pada modem Qualcomm selama beberapa tahun atau menggunakan perjanjian baru sebagai jembatan hingga teknologi C-Series dapat digunakan secara lebih luas.
Apple sendiri belum memberikan rincian mengenai rencana penggunaan modem Qualcomm setelah periode tersebut.
Pengembangan C-Series Terus Berlanjut
Bagi Apple, modem internal merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan kendali terhadap komponen utama perangkat kerasnya.
Perusahaan sebelumnya telah mengembangkan berbagai chip internal, termasuk prosesor seri A untuk iPhone dan seri M untuk Mac. Pengembangan modem sendiri dapat memberikan Apple kontrol lebih besar terhadap integrasi perangkat keras, konsumsi daya, serta roadmap teknologi seluler.
Namun, modem 5G memiliki tantangan tersendiri karena harus beroperasi dengan jaringan operator yang sangat beragam di seluruh dunia.
Karena itu, penggunaan modem Qualcomm dan pengembangan C-Series secara bersamaan dapat menjadi bagian dari proses transisi Apple menuju teknologi seluler yang lebih mandiri.
Apple Belum Sepenuhnya Meninggalkan Qualcomm
Perpanjangan kerja sama yang berlaku mulai April 2027 menjadi indikasi bahwa Apple masih mempertahankan hubungan teknologi dengan Qualcomm meskipun pengembangan modem internal terus berlangsung.
Apple kini memiliki C1 dan C2 sebagai bagian dari generasi awal modem buatannya sendiri, tetapi Qualcomm tetap menjadi bagian dari ekosistem konektivitas perangkat Apple.
Tanpa rincian mengenai jumlah modem Qualcomm yang akan digunakan maupun durasi kontrak baru, belum dapat dipastikan kapan Apple akan sepenuhnya beralih ke modem internal.
Untuk saat ini, kedua pendekatan tersebut tampaknya masih berjalan berdampingan, sementara Apple terus mengembangkan kemampuan modem C-Series dan Qualcomm tetap memasok teknologi serta lisensi yang dibutuhkan untuk perangkat tertentu.
Sumber: Qualcomm








