Windows Update Dapatkan Kontrol Baru untuk Kurangi “Restart” Paksa

Microsoft mulai menggulirkan serangkaian peningkatan pada sistem Windows Update. Pembaruan ini dirancang khusus untuk memberikan pengguna lebih banyak kendali atas bagaimana dan kapan pembaruan diinstal, sekaligus meminimalisasi gangguan akibat proses restart (mulai ulang) yang terlalu sering atau terjadi di waktu yang tidak tepat.
Perusahaan menyatakan bahwa peningkatan ini sekarang mulai diluncurkan kepada para penguji di program Windows Insiders. Langkah ini diambil menyusul banyaknya umpan balik dari pengguna yang menyoroti dua masalah utama: pembaruan sering kali merusak alur kerja, dan kurangnya kendali atas jadwal instalasinya.
“Kami terus membaca umpan balik yang dikirimkan mengenai pengalaman pembaruan Windows. Secara pribadi, saya telah berkesempatan untuk membaca lebih dari 7.621 keluhan langsung selama beberapa bulan terakhir,” jelas Aria Hanson dari Microsoft.
“Di seluruh umpan balik ini, ada dua tema utama yang terus muncul: gangguan yang disebabkan oleh pembaruan yang tidak tepat waktu dan kurangnya kendali atas kapan pembaruan terjadi. Perubahan yang kami luncurkan hari ini difokuskan untuk memberi pengguna Windows lebih banyak kendali atas pengalaman PC mereka, sembari menjaga perangkat tetap aman secara desain dan bawaan.”
Opsi Jeda Kalender dan Menu Daya Baru
Sebagai langkah awal, Microsoft sebelumnya telah memperkenalkan fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk melewati pembaruan selama proses out-of-box experience (OOBE)—saat pertama kali menyiapkan PC baru. Fitur ini memungkinkan pengguna mengakses desktop lebih cepat, meskipun opsi ini tidak tersedia pada perangkat komersial yang dikelola TI.
Kini, Microsoft merombak total cara kerja fitur “jeda pembaruan” (pause updates). Pengguna Windows sekarang dapat memilih tanggal spesifik untuk menjeda pembaruan hingga 35 hari menggunakan antarmuka kalender flyout yang baru. Jeda ini kemudian dapat diperpanjang berulang kali tanpa batas pasti yang kaku.
Perubahan signifikan lainnya menargetkan salah satu keluhan paling umum, yakni pembaruan tak terduga saat pengguna hanya ingin mematikan PC dengan cepat. Menu Daya (Power menu) di Windows kini akan memisahkan opsi daya standar dari tindakan yang terkait pembaruan.
- Pengguna akan melihat opsi “Restart” dan “Shut down” murni yang tidak akan memicu proses pembaruan.
- Opsi “Update and restart” dan “Update and shut down” akan tetap tersedia secara terpisah saat pembaruan siap diinstal.
Transparansi Driver dan Konsolidasi Restart
Microsoft juga berjanji akan lebih transparan tentang cara mereka menawarkan pembaruan, terutama pembaruan driver. Sebelumnya, driver sering kali hanya menampilkan nama perusahaan pembuatnya tanpa indikasi fungsinya. Kini, Windows Update akan secara langsung menampilkan jenis perangkat—seperti layar (display), audio, atau baterai—langsung di judul pembaruan.
Terakhir, untuk mengurangi disrupsi pada jam kerja, Microsoft akan mengonsolidasikan berbagai jenis pembaruan ke dalam satu kali restart bulanan saja. Sebagai contoh, pembaruan Driver, .NET, dan firmware kini akan ditahan dan diinstal bersamaan dengan pembaruan kumulatif bulanan, sehingga secara drastis mengurangi jumlah keharusan reboot.
“Pembaruan akan diunduh di latar belakang, lalu akan menunggu instalasi dan restart yang terkoordinasi. Instalasi dan restart ini akan diselaraskan dengan pembaruan kualitas Windows berikutnya atau pembaruan lain yang Anda setujui secara manual,” urai Hanson.
Fitur-fitur yang sangat dinantikan ini saat ini sedang diluncurkan secara bertahap untuk pengguna Windows Insiders di saluran Dev dan Experimental, sebelum nantinya dirilis secara luas untuk seluruh pengguna Windows.








