Software & Applications

MSI Afterburner Bakal Hadirkan Heat Map untuk Visualisasi Kurva Voltage/Frequency GPU

MSI Afterburner tengah menyiapkan fitur baru yang akan sangat berguna bagi para overclocker dan penggemar tuning kartu grafis. Pada versi beta mendatang, utilitas populer ini akan menghadirkan heat map pada editor Voltage/Frequency (V/F) Curve, sehingga pengguna dapat melihat secara visual titik tegangan dan frekuensi yang paling sering digunakan GPU saat beroperasi.

Fitur tersebut dikembangkan langsung oleh pengembang MSI Afterburner yang dikenal dengan nama Unwinder.

Heat Map Memudahkan Analisis Performa GPU

Melalui editor V/F Curve, pengguna selama ini dapat mengatur hubungan antara tegangan dan frekuensi GPU untuk keperluan overclock maupun undervolt.

Dengan fitur heat map baru, pengguna cukup menekan tombol M saat berada di editor kurva untuk mulai merekam aktivitas GPU. Setelah proses perekaman selesai, MSI Afterburner akan menampilkan area pada kurva yang paling sering digunakan GPU selama bekerja.

Visualisasi menggunakan gradasi warna kuning, di mana area yang lebih terang menunjukkan titik voltage/frequency yang paling sering diakses oleh algoritma GPU Boost.

Dengan demikian, pengguna dapat mengetahui secara lebih akurat bagaimana GPU berperilaku dalam berbagai skenario beban kerja.

Menampilkan Cara Kerja GPU Boost Secara Real-Time

Heat map ini memungkinkan pengguna melihat bagaimana algoritma NVIDIA GPU Boost berpindah dari satu titik tegangan ke titik lainnya sesuai kebutuhan performa.

Informasi tersebut sangat berguna untuk:

  • Menentukan titik undervolt yang paling optimal.
  • Menganalisis stabilitas hasil overclock.
  • Memahami pola boost GPU saat bermain game maupun menjalankan aplikasi berat.
  • Mengoptimalkan efisiensi daya tanpa mengorbankan performa.

NVIDIA Blackwell Menggunakan DVFS yang Lebih Canggih

Unwinder juga mengungkapkan bahwa arsitektur NVIDIA Blackwell membawa peningkatan besar pada sistem Dynamic Voltage and Frequency Scaling (DVFS).

Pada GPU generasi sebelumnya seperti Ada Lovelace, algoritma GPU Boost berpindah langsung dari satu titik V/F ke titik lainnya tanpa transisi yang halus.

Sementara itu pada Blackwell, perpindahan frekuensi berlangsung jauh lebih mulus dengan kemampuan berpindah antar titik voltage/frequency hingga 1.000 kali lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.

Peningkatan tersebut membuat pengaturan boost menjadi lebih responsif sekaligus lebih efisien dalam mengatur konsumsi daya.

Perbedaan Blackwell dan Ada Lovelace Terlihat Jelas

Dalam demonstrasi yang dibagikan Unwinder, heat map memperlihatkan pola boosting dari GeForce RTX 5090 berbasis Blackwell.

Sebagai pembanding, MSI Afterburner juga merekam pola boosting GeForce RTX 4090 berbasis Ada Lovelace.

Perbedaan karakteristik DVFS kedua arsitektur tersebut terlihat cukup jelas melalui distribusi warna pada heat map, sehingga pengguna dapat memahami bagaimana perubahan algoritma GPU Boost bekerja di masing-masing generasi.

Akan Hadir di Versi Beta MSI Afterburner

Hingga saat ini MSI belum mengumumkan jadwal pasti peluncuran versi final fitur tersebut. Namun Unwinder memastikan heat map V/F Curve akan tersedia pada rilis beta MSI Afterburner berikutnya.

Bagi pengguna yang gemar melakukan tuning GPU, fitur ini berpotensi menjadi salah satu peningkatan paling menarik karena memberikan gambaran yang jauh lebih jelas mengenai perilaku GPU secara real-time.

Sumber: VideoCardz, Unwinder

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button