News

ASUS Proyeksikan Kenaikan Harga PC yang Lebih Landai pada Kuartal Ketiga Tahun Ini

Kabar sedikit melegakan datang untuk pasar komputer global. Setelah sempat menerapkan kebijakan kenaikan harga yang sangat drastis pada akhir kuartal pertama lalu, produsen teknologi ASUS memproyeksikan bahwa gelombang kenaikan harga produk PC mereka pada kuartal ketiga (Q3) tahun ini akan berjalan jauh lebih landai.

Sebelumnya, General Manager Divisi Sistem Teknologi Bersama ASUS, Yi-Hsiang Liao, sempat mengumumkan kebijakan penyesuaian harga gelombang pertama yang mencapai angka 30% di pasar Taiwan, yang kemudian langsung diikuti oleh pasar global lainnya. Kenaikan drastis tersebut terpaksa diambil manajemen karena melonjaknya biaya produksi akibat krisis kelangkaan memori DRAM, media penyimpanan SSD, serta minimnya pasokan prosesor (CPU) dari para produsen semikonduktor.

Namun, berdasarkan laporan keuangan dari media Money UDN, ASUS kini memperkirakan penyesuaian harga untuk kuartal ketiga hanya akan berada di kisaran angka satu digit (single-digit price increase). Kondisi ini dinilai sebagai sinyal positif bagi ekosistem pasar PC yang sebelumnya terus tertekan oleh inflasi harga komponen yang tidak menentu.

Titik Jenuh Kenaikan Harga Komponen Utama

Ditinjau dari sisi industri, proyeksi kenaikan yang hanya menyentuh angka satu digit ini mengindikasikan bahwa harga komponen di tingkat hulu telah kehabisan ruang untuk melonjak lebih tinggi lagi (exhausted room for further increases). Seperti diketahui, pasar hardware komputer terus dihantam oleh kenaikan harga tingkat dua digit berskala menengah secara berturut-turut sejak kuartal keempat (Q4) tahun 2025 lalu.

Meskipun laju kenaikannya mulai melambat, para pencinta komputer rakitan (DIY PC enthusiasts) dan konsumen umum tampaknya masih harus bersabar jika mengharapkan adanya penurunan harga (diskon masif) dalam waktu dekat. Komponen-komponen vital seperti NAND Flash, DRAM, dan CPU yang menjadi penggerak utama pembengkakan biaya produksi masih berada di level harga tertinggi, sehingga mustahil bagi vendor seperti ASUS untuk memotong harga jual retail saat ini.

Harapan Stabilitas Rantai Pasok di Masa Mendatang

Para pelaku industri kini menaruh harapan besar agar tren kenaikan satu digit ini dapat berkembang menjadi fase stagnasi harga (harga menetap tanpa kenaikan) pada kuartal-kuartal berikutnya, sebelum akhirnya mengalami penurunan harga secara bertahap di masa depan.

Sinyal positif ini diharapkan juga dapat diikuti oleh para produsen OEM laptop dan PC desktop lainnya yang tengah berupaya melakukan lobi dan kerja sama intensif dengan para pemasok rantai pasok global. Tujuannya adalah untuk mengamankan kuota alokasi memori DRAM dan NAND Flash yang lebih besar guna memulihkan ketersediaan stok barang di pasar retail.

Meski pemulihan total rantai pasok semikonduktor diprediksi baru akan terealisasi sepenuhnya pada tahun depan, pelambatan inflasi harga dari ASUS ini setidaknya memberikan ruang bernapas bagi pasar untuk mulai merangkak bangkit dan memulihkan volume penjualan dalam beberapa bulan ke depan.

Sumber: Money UDN via TechPowerUp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button