Eksekutif AI Data Center Intel Pindah ke AMD di Tengah Restrukturisasi Besar Perusahaan

Intel kembali kehilangan salah satu figur kunci di divisi Data Center dan Kecerdasan Buatan (AI). Saurabh Kulkarni, yang menjabat sebagai Vice President of Data Center AI Product Management, dilaporkan akan meninggalkan perusahaan dan bergabung dengan AMD. Hari terakhirnya di Intel dikabarkan jatuh pada Jumat pekan ini, dan posisinya sementara akan diisi oleh Anil Nanduri, VP of AI Go-To-Market, yang akan memimpin organisasi manajemen produk AI ke depan.
Latar Belakang dan Peran Strategis di Intel
Kulkarni bergabung dengan Intel sedikit lebih dari dua tahun lalu, di mana ia bertanggung jawab atas manajemen produk untuk sistem AI, GPU, serta desain silikon di unit data center. Selama masa jabatannya, ia membantu menyusun strategi sistem AI Intel di bawah kepemimpinan Sachin Katti, Chief Technology and AI Officer perusahaan. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan interkoneksi fotonik silikon (silicon photonics interconnects) yang dirancang untuk meningkatkan skalabilitas GPU dalam penerapan AI skala besar di pusat data.
Sebelum kembali ke Intel, Kulkarni memegang berbagai posisi kepemimpinan di Graphcore dan Lucata, dua perusahaan yang dikenal dalam pengembangan chip AI. Di awal kariernya, ia juga menghabiskan enam tahun di Microsoft, memimpin tim teknik yang menangani infrastruktur cloud dan AI untuk Azure.
Gelombang Pergantian di Intel dan Momentum AMD
Kepergian Kulkarni menambah daftar panjang eksekutif senior yang meninggalkan Intel dalam tahun ini. Pada Februari 2025, Justin Hotard, yang sebelumnya memimpin divisi Data Center and AI (DCAI), juga hengkang untuk menjadi CEO baru Nokia. Selain itu, sejumlah insinyur veteran seperti Ronak Singhal dan Rob Bruckner turut meninggalkan perusahaan di tengah upaya restrukturisasi besar.
Intel saat ini sedang melakukan reorganisasi internal di bawah kepemimpinan CEO baru Lip-Bu Tan, menyusul pendapatan yang lebih rendah dari ekspektasi pada lini Gaudi AI accelerator dan pemangkasan sekitar 15% tenaga kerja inti. Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk mempercepat transformasi bisnis AI dan pusat data perusahaan.
AMD Terus Agresif di Pasar AI
Sementara itu, kepindahan Kulkarni ke AMD mencerminkan daya tarik perusahaan tersebut di sektor AI yang tengah berkembang pesat. AMD kini sedang mengakselerasi ekspansi bisnis AI data center-nya, didorong oleh keberhasilan GPU AMD Instinct dan sejumlah kemenangan desain besar — termasuk kerja sama dengan OpenAI.
CEO AMD Lisa Su baru-baru ini menegaskan kembali target ambisius perusahaan untuk mencapai pendapatan tahunan puluhan miliar dolar dari bisnis akselerator AI pada 2027. Perekrutan talenta seperti Kulkarni dinilai akan memperkuat posisi AMD dalam persaingan ketat melawan Intel dan NVIDIA di pasar AI global.
Dengan dinamika ini, pergeseran sumber daya manusia antara dua raksasa semikonduktor tersebut menandakan perang talenta AI yang semakin intens, seiring industri memusatkan fokus pada percepatan inovasi dan efisiensi di bidang komputasi canggih.
Sumber: CRN








