
Intel dilaporkan tengah bersiap untuk menghidupkan kembali mikroarsitektur klien Core “Raptor Lake” untuk kedua kalinya di bawah nama sandi internal Raptor Lake Next. Langkah ini diambil menggunakan skema penamaan Core (non-Ultra) terbaru guna menyasar segmen pasar PC yang masih ingin memanfaatkan kompatibilitas mundur dengan memori DDR4 untuk menghemat biaya perakitan. Menariknya, strategi penyegaran kedua (second refresh) ini tidak hanya berlaku untuk lini desktop, melainkan juga merambah ke segmen notebook gaming, khususnya lini HX-segment yang dipasangkan dengan kartu grafis diskret.
Prosesor baru ini nantinya akan menggunakan penomoran model Core (non-Ultra) Series 2 atau lini 200 series. Langkah penamaan ini sengaja diambil oleh Intel untuk menyelaraskan lini produk penyegaran tersebut dengan skema nomenklatur baru yang sedang mereka terapkan saat ini.
Spesifikasi Teknis dan Karakteristik Daya
Intel memanfaatkan basis silikon yang sama untuk lini desktop S-segment dan lini laptop HX-segment. Oleh karena itu, varian tertinggi (top SKU) yang berbasis pada arsitektur Raptor Lake Next-HX ini akan memaksimalkan potensi penuh dari silikon tersebut. Prosesor ini akan mengusung konfigurasi inti maksimal mencapai 8 Performance cores (P-cores) dan 16 Efficient cores (E-cores). Dengan fitur HyperThreading yang aktif pada P-cores, prosesor ini mampu menyediakan total hingga 32 logical processors (threads).
Silikon monolitik ini diproduksi menggunakan node fabrikasi Intel 7. Karena tidak dilengkapi dengan arsitektur low-power island E-cores seperti pada arsitektur yang lebih modern, lini prosesor ini diprediksi akan memiliki konsumsi daya yang cukup tinggi untuk standar komputasi saat ini. Lini HX-segment ini dirancang dengan daya basis prosesor (processor base power) sebesar 55 W, sementara batas daya turbo maksimalnya (maximum turbo power) dipastikan menyentuh angka tiga digit.
Sebagai gambaran dari generasi sebelumnya, prosesor Core i9-14900HX yang berbasis pada generasi Raptor Lake Refresh memiliki daya basis 55 W dan daya turbo maksimal mencapai 159 W. Konsumsi daya sebesar itu memaksa para produsen laptop (OEM) untuk menyertakan unit pengisi daya (power brick) bawaan berkapasitas besar mulai dari 320 W, bahkan beberapa produsen laptop ada yang menyertakan pengisi daya hingga kapasitas 400 W.
Segmentasi Pasar dan Alasan Strategis
Keputusan Intel untuk meluncurkan lini Raptor Lake Next-HX disinyalir kuat untuk membantu para produsen laptop menghabiskan sisa inventaris atau stok komponen memori DDR4 SODIMM yang masih melimpah di pasar. Strategi ini menjadi opsi yang menarik bagi konsumen yang mencari laptop gaming dengan harga yang lebih kompetitif.
Guna memastikan kehadiran lini Raptor Lake Next-HX ini tidak mengganggu atau mengkanibalisasi penjualan lini Arrow Lake-HX yang menjadi lini utama yang lebih baru, Intel diperkirakan akan memberikan rekomendasi segmentasi produk yang ketat kepada para produsen laptop. Intel akan mengarahkan agar laptop gaming yang ditenagai oleh arsitektur Arrow Lake-HX wajib dipasangkan dengan teknologi memori DDR5 SODIMM yang jauh lebih cepat. Strategi segmentasi pasar ini kemungkinan besar akan terus dipertahankan oleh Intel setidaknya hingga lini arsitektur Nova Lake resmi masuk dan mengambil alih segmen ini.
Sumber: VideoCardz








