
Langkah Valve yang mulai mengintegrasikan teknologi upscaler terbaru milik AMD, FidelityFX Super Resolution (FSR) 4.1, ke dalam lapisan kompatibilitas Proton untuk sistem operasi SteamOS berbasis Linux, justru mengungkap sebuah informasi penting. Melalui integrasi awal ini, file model FSR 4.1 berbasis data INT8 bocor ke publik dan mengonfirmasi dukungan penuh untuk arsitektur kartu grafis terintegrasi RDNA 3.5.
Sebelumnya, AMD diketahui tengah mengembangkan model terpisah agar fitur pemrosesan FSR 4.1 dapat berjalan pada kartu grafis berbasis RDNA 3. Proses ini memerlukan konversi tipe data dari format FP8 (8-bit floating point) yang digunakan pada GPU RDNA 4 terbaru, menjadi tipe data INT8 (8-bit integer) agar dapat dieksekusi dengan mulus oleh perangkat keras RDNA 3. Munculnya bocoran dari sisi Valve ini menjawab keraguan besar mengenai apakah solusi INT8 tersebut juga akan mendukung unit grafis terintegrasi RDNA 3.5, setelah sebelumnya sukses diuji coba pada unit GPU Radeon 890M.

Eksperimen Komunitas Melalui Proton dan OptiScaler
Dukungan awal FSR 4.1 ini awalnya dimasukkan oleh Valve ke dalam build Proton Experimental, yang merupakan saluran khusus untuk menguji fitur-fitur baru sebelum dirilis secara resmi ke versi stabil SteamOS. Meskipun Valve bergerak cepat menghapus file tersebut, seorang pengguna platform Reddit berhasil mengunduh file yang bocor sebelum masanya berakhir.
Pengguna tersebut kemudian melakukan pengujian mandiri menggunakan perangkat lunak pihak ketiga bernama OptiScaler untuk memaksa (force) permainan menggunakan pustaka DLL FSR versi baru tersebut. Karena file yang bocor tersebut sudah ditandatangani secara resmi (officially signed) oleh pengembang, sistem keamanan pada game yang biasanya memeriksa validitas tanda tangan DLL dapat berjalan normal tanpa mendeteksi adanya kejanggalan atau error. Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi para pengguna perangkat berbasis RDNA 3.5 yang sebelumnya tidak mendapatkan kepastian mengenai ketersediaan dukungan teknologi upscaling AI terbaru ini.
Perbedaan Mikroarsitektur dan Alasan Konversi Data INT8
Secara teknis, terdapat perbedaan mendasar pada penanganan tipe data di tingkat mikroarsitektur antargenerasi GPU besutan AMD. Arsitektur RDNA 3 orisinal tidak memiliki dukungan pemrosesan untuk format komputasi floating point 8-bit, mengingat kemampuan pemrosesan FP8 tersebut merupakan fitur eksklusif yang baru ditanamkan pada arsitektur GPU RDNA 4.
Oleh karena itu, agar model upscaling cerdas berbasis kecerdasan buatan pada FSR 4.1 dapat dieksekusi oleh perangkat keras berbasis RDNA 3, pihak AMD wajib melakukan konversi model ke tipe data integer 8-bit. Secara umum, komputasi berbasis integer dinilai sudah sangat memadai untuk mengoptimalkan model-model upscaling grafis seperti ini. Namun, proses konversi arsitektur data tersebut memerlukan waktu pengerjaan tambahan, yang sekaligus menjelaskan mengapa terdapat jeda peluncuran dukungan fitur antara lini GPU RDNA 4 dan RDNA 3.
Mengingat karakteristik mikroarsitektur RDNA 3.5 terbukti memiliki kesamaan yang erat dengan RDNA 3 standar dalam hal dukungan tipe data—bukan mendekati karakteristik RDNA 4—keberhasilan pengujian model INT8 pada arsitektur hibrida ini menjadi sinyal kuat bahwa dukungan resmi dari AMD akan tersedia sepenuhnya bagi pengguna saat FSR 4.1 dirilis secara massal ke publik.
Sumber: Reddit








