
AMD dilaporkan telah berhasil mengatasi kendala penyumbatan performa (threading bottlenecks) pada aplikasi pengolah video populer, HandBrake. Kendala teknis tersebut sebelumnya sempat menahan potensi penuh performa transcoding video pada sistem komputer yang menggunakan prosesor dengan jumlah core sangat tinggi. Melalui perbaikan ini, optimalisasi tersebut kini telah resmi diintegrasikan ke dalam pembaruan software HandBrake versi 1.11.0.
Berdasarkan investigasi internal dari tim engineer AMD, ditemukan dua faktor utama yang menjadi akar permasalahan. Selama ini, arsitektur software HandBrake belum dirancang secara efisien untuk mengelola sistem komputer yang memiliki lebih dari 64 logical processor. Alhasil, saat aplikasi dijalankan pada chip monster seperti lini AMD Ryzen Threadripper, sebagian besar daya komputasi yang tersedia justru berada dalam kondisi idle atau menganggur alih-alih dialokasikan untuk memproses data.
Faktor kedua berkaitan dengan pembagian beban kerja (workloads) yang dipecah menjadi unit-unit tugas yang terlalu kecil. Hal tersebut menciptakan penumpukan beban overhead pada penjadwalan sistem (scheduling) yang berdampak langsung pada lambatnya durasi transcoding, di mana penurunan performa ini sangat terasa pada proses pengolahan video beresolusi 720p. AMD bahkan menemukan kasus ekstrem di mana performa sistem justru merosot hingga 60% sewaktu jumlah core yang ditugaskan ditambah, sebuah anomali yang bertolak belakang dengan prinsip penskalaan performa.




Melalui pembaruan di versi 1.11.0, perbaikan fokus pada optimalisasi thread management serta job scheduling. Perubahan ini memungkinkan HandBrake untuk membagi beban kerja secara jauh lebih efektif dan merata ke seluruh core yang tersedia pada sistem high-core-count. Dengan demikian, seluruh core prosesor dapat terus sibuk melakukan proses transcoding video riil alih-alih tertahan oleh beban koordinasi sistem yang tidak perlu.
Dampak dari optimalisasi ini memberikan lompatan performa yang luar biasa berdasarkan pengujian internal AMD. Menggunakan sistem uji yang ditenagai prosesor AMD Ryzen Threadripper 7980X (64 core, 128 thread), RAM DDR5-5600 berkapasitas 128 GB, serta kartu grafis Radeon RX 9070 XT, peningkatan performa tercatat melesat hingga 215% pada pengujian klip Perfume H.264 beresolusi 720p. Selain itu, pengujian pada format LG_8K HEVC 8-bit 4320p mencatatkan kenaikan performa hingga 203%, dan format LG 8K 60 FPS HEVC 10-bit 4320p meningkat sebesar 105%. Secara keseluruhan dari seluruh skenario beban kerja yang diuji, rentang peningkatan performa berada di angka 16% hingga 215%.
Manfaat besar juga dirasakan pada segmen workstation yang lebih tinggi menggunakan prosesor Threadripper PRO 9995WX dengan konfigurasi masif 96 core dan 192 thread. Menggunakan kartu grafis RX 9070 XT yang sama, pengujian berbasis format HEVC sukses mencatatkan lonjakan performa hingga 181% tergantung pada jenis beban kerja. Detail peningkatan tertinggi pada varian PRO ini meliputi lompatan hingga 181% pada format Perfume H.264 720p, 151% pada Perfume HEVC 10-bit 2160p, serta 149% pada klip LG_8K HEVC 8-bit 4320p.
Kabar baiknya, bagi para profesional di bidang editing video dan konten kreator yang ingin menikmati lonjakan efisiensi performa ini, mereka hanya perlu melakukan pembaruan ke versi HandBrake 1.11.0 atau versi yang lebih baru. Seluruh optimalisasi penskalaan core ini berjalan secara otomatis di latar belakang sistem, sehingga pengguna tidak perlu melakukan konfigurasi ulang pada alur kerja, presets, maupun pengaturan manual lainnya di dalam aplikasi.
Sumber: AMD Blog








