Ubisoft PHK Ratusan Karyawan dan Tutup Sejumlah Studio Game

Raksasa industri game asal Prancis, Ubisoft, kembali didera gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang berujung pada penutupan beberapa studio satelit mereka. Langkah efisiensi drastis ini menyusul rangkaian restrukturisasi organisasi skala besar yang telah diumumkan perusahaan sejak awal tahun 2026.
Berdasarkan laporan dari media industri Insider Gaming melalui sumber internal, terdapat sekitar 380 pekerja yang terdampak dalam gelombang PHK kali ini. Kebijakan ini menyasar beberapa divisi pengembangan (production) hingga organisasi penerbitan (global publishing) mereka di seluruh dunia.
Penutupan Studio Winnipeg dan Belgrade
Dampak paling parah dari kebijakan pemangkasan anggaran ini dirasakan oleh beberapa studio regional Ubisoft yang terpaksa dihentikan operasionalnya secara total:
- Ubisoft Winnipeg (Kanada): Studio ini resmi ditutup setelah merumahkan 65 karyawannya.
- Ubisoft Belgrade (Serbia): Mengalami nasib yang sama, studio ini ditutup total setelah memberhentikan sekitar 100 staf.
- Ubisoft Barcelona (Spanyol): Kehilangan 51 pekerja. Manajemen kini tengah memulai proses konsultasi internal untuk mengubah fokus kerja studio ini agar sepenuhnya beralih mendukung pengembangan waralaba Rainbow Six.
- Ubisoft San Francisco (AS): Sejumlah staf dilaporkan turut terkena perampingan, meski jumlah pastinya belum diungkapkan secara mendetail ke publik.
Sementara itu, di studio utama Ubisoft Montreal, sebanyak 120 karyawan dilepas (ramped off) atau dipindahkan dari tim pengembang game taktis populer Rainbow Six Siege. Menanggapi pengurangan tim ini, pihak Ubisoft memberikan pembelaan bahwa penyesuaian ukuran tim dan alokasi sumber daya merupakan hal yang lumrah dalam industri game, tergantung pada dinamika prioritas proyek dan kebutuhan operasional yang terus berkembang.
Kebocoran Memo Internal Perusahaan
Proses penyampaian berita duka ini sempat diwarnai isu kurang sedap. Informasi PHK ini awalnya disebarkan secara internal oleh manajemen Ubisoft melalui sebuah memo. Namun, dokumen tersebut bocor ke tangan pers lebih cepat dari jadwal yang ditentukan, bahkan sebelum sebagian karyawan yang masuk dalam daftar perampingan mengetahui bahwa mereka telah kehilangan pekerjaan.
Berikut adalah petikan dari isi memo internal Ubisoft yang bocor ke publik:
“Selama beberapa bulan terakhir, Ubisoft telah mengembangkan organisasinya untuk menyederhanakan cara beroperasi, mengurangi basis biaya, serta memperkuat perusahaan untuk jangka panjang. Keputusan ini juga mencerminkan penyesuaian tingkat aktivitas menyusul tinjauan portofolio baru-baru ini.
Sebagai bagian dari upaya ini, kami membuat pengumuman hari ini mengenai penutupan studio kami di Winnipeg dan Belgrade, serta memulai konsultasi terkait usulan restrukturisasi studio Barcelona kami… Keputusan ini berarti hingga 380 karyawan dapat terdampak. Perubahan ini sama sekali tidak mencerminkan bakat, komitmen, atau kontribusi dari orang-orang yang terdampak.”
Pihak manajemen lokal di masing-masing wilayah dikabarkan tengah berdiskusi langsung dengan para staf yang terdampak untuk memberikan informasi pesangon, menjawab pertanyaan, serta memastikan dukungan transisi karier yang layak selama proses perampingan berlangsung.
Sumber: Insider Gaming Exclusive Report








