Akses Network Dijual di Dark Web: Peretas Asal Rumania Divonis Jatuhi Hukuman 5 Tahun Penjara di AS

Seorang warga negara Rumania dijatuhi hukuman 56 bulan (hampir 5 tahun) penjara oleh pengadilan federal Amerika Serikat minggu ini. Vonis tersebut dijatuhkan setelah ia terbukti bersalah membobol jaringan komputer pemerintah negara bagian Oregon serta melancarkan rentetan serangan siber yang menyasar puluhan korban lainnya di AS.
Pelaku bernama Catalin Dragomir (46 tahun), yang menggunakan nama samaran daring (online handle) “inthematrixl” asal Constanta, Rumania. Sebelum vonis dijatuhkan, ia telah menyatakan mengaku bersalah pada 19 Februari atas satu tuntutan pencurian identitas dengan pemberatan (aggravated identity theft) dan satu tuntutan mengambil informasi ilegal dari komputer yang dilindungi.
Selain hukuman kurungan fisik, hakim pengadilan juga memerintahkan penyitaan aset digital milik Dragomir berupa mata uang kripto Monero (XMR) sebanyak kurang lebih 23 koin, yang diperkirakan bernilai sekitar $8.500 (sekitar 137 juta Rupiah). Pelaku juga dijadwalkan menjalani masa pengawasan ketat selama tiga tahun setelah masa hukumannya selesai.
Kronologi Pembobolan Data Badan Darurat Oregon
Berdasarkan dokumen persidangan resmi, aksi kriminal Dragomir terendus sejak beberapa tahun lalu melalui rekam jejak digital berikut:
- Eksploitasi Jaringan Pemerintah: Pada Juni 2021, Dragomir berhasil mendapatkan akses ilegal tanpa izin ke salah satu komputer di dalam jaringan Oregon Department of Emergency Management (yang kala itu masih bernama Oregon Office of Emergency Management), sebuah badan resmi pemerintah yang mengelola manajemen darurat wilayah.
- Penjualan Akses (Initial Access Broker): Bukannya merusak sistem secara langsung, pelaku justru bertindak sebagai perantara akses dengan menjual jalur retasan sistem pemerintah tersebut kepada pembeli potensial di pasar gelap Dark Web.
- Membocorkan Sampel Data PII Korban: Guna meyakinkan calon pembeli bahwa akses ilegalnya valid, Dragomir memberikan sejumlah sampel Informasi Identitas Pribadi (Personally Identifiable Information / PII) yang ia curi dari perangkat terinfeksi. Sampel data tersebut mencakup nama lengkap, alamat email, tanggal lahir, hingga nomor paspor warga.
Tidak berhenti di Oregon, jaksa penuntut mengungkapkan bahwa pelaku juga sukses menjual akses jaringan milik belasan korban korporasi dan institusi lain di seluruh penjuru Amerika Serikat. Rentetan aksi jual-beli akses ilegal ini akumulasinya memicu kerugian total material setidaknya mencapai $250.000 (sekitar 4 miliar Rupiah).
Kerja Sama Ekstradisi Internasional Melibatkan FBI
Pelarian Dragomir berakhir setelah ia berhasil diringkus di Rumania pada November 2024. Penangkapan ini merupakan buah dari koordinasi intensif lintas negara yang melibatkan Kantor Urusan Internasional Departemen Kehakiman AS, Kementerian Keadilan Rumania, Direktorat Hukum Internasional dan Kerja Sama Yudisial, serta jajaran Yudisial Rumania.
Setelah proses birokrasi selesai, pelaku resmi diekstradisi ke Amerika Serikat pada Januari 2025 untuk menjalani proses hukum di pengadilan negeri setempat. Kasus ini diinvestigasi secara mendalam oleh biro FBI Kantor Lapangan Portland (FBI Portland Field Office) dan dituntut oleh Bagian Kejahatan Komputer dan Kekayaan Intelektual (CCIPS) Departemen Kehakiman AS.
Pihak berwenang AS menegaskan bahwa penindakan tegas ini merupakan bagian dari komitmen global untuk memburu pelaku kejahatan siber ke mana pun mereka bersembunyi. Sebagai catatan, sejak tahun 2020, divisi CCIPS sendiri tercatat telah mengamankan perintah pengadilan untuk mengembalikan dana korban lebih dari $350 juta hasil dari vonis terhadap lebih dari 180 penjahat siber internasional.
Sumber: Departemen Kehakiman AS / FBI








