Investor AS Resmi Ambil Alih Operasional TikTok di Amerika Serikat

Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menyetujui rencana restrukturisasi operasional TikTok di Amerika Serikat, menyusul kekhawatiran nasional terkait keamanan data dan potensi pengaruh asing.
Latar Belakang
TikTok, yang dimiliki perusahaan Tiongkok ByteDance, memiliki lebih dari 170 juta pengguna di AS. Popularitasnya bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi kreator serta sarana promosi bisnis dan brand. Namun, kekhawatiran bahwa data pengguna dapat diakses pemerintah Tiongkok serta risiko penyebaran propaganda memicu desakan agar platform tersebut dipisahkan dari kendali asing.
Larangan singkat sempat diberlakukan pada 19 Januari, sebelum akhirnya ditunda melalui serangkaian perintah eksekutif hingga tercapai kesepakatan divestasi.
Pokok-Pokok Kesepakatan Baru
Menurut pengumuman Gedung Putih, kesepakatan restrukturisasi TikTok di AS mencakup:
- Operasional TikTok di AS dijalankan oleh joint venture berbasis AS.
- Divestasi juga mencakup aplikasi terkait seperti Lemon8 dan CapCut.
- Entitas baru akan mayoritas dimiliki dan dikendalikan oleh investor AS.
- ByteDance dan afiliasinya hanya boleh memiliki <20% saham.
- Algoritma, kode, dan moderasi konten sepenuhnya di bawah kontrol AS.
- Data pengguna AS harus disimpan di cloud environment yang dikelola pihak Amerika.
- Komite keamanan akan dikelola pihak AS, dengan ByteDance dikecualikan.
Peran Oracle dan Investor AS
Oracle, yang sejak 2020 menjadi mitra penyimpanan data TikTok di AS, kini mendapat peran lebih besar sebagai penyedia keamanan. Perusahaan ini akan mengawasi aliran data, algoritma, dan praktik moderasi konten.
Investor besar AS seperti Andreessen Horowitz dan Silver Lake Management juga ikut serta dalam kepemilikan. Bersama Oracle, mereka akan mengelola operasional, algoritma, dan strategi pertumbuhan TikTok di AS.
Perubahan Bagi Pengguna AS
- TikTok AS akan menjalankan algoritma rekomendasi konten yang dilatih ulang menggunakan data pengguna AS.
- Proses ini akan terus diaudit oleh mitra keamanan untuk memastikan tidak ada pengaruh asing.
- Pengguna di AS akan diminta beralih ke aplikasi baru yang mereplikasi pengalaman TikTok global, tetapi dengan infrastruktur dan algoritma versi Amerika.
Dampak Global
Restrukturisasi ini hanya berlaku di AS. Pengguna TikTok di luar negeri akan tetap menggunakan aplikasi global yang sepenuhnya dikelola ByteDance.
Sumber: Bloomberg








