Security

UNM Health Diserang Ransomware, Operasi Pasien Dibatalkan dan 36.000 Sistem Diklaim Diretas

University of New Mexico Health Sciences Center (UNM HSC) di Amerika Serikat mengalami serangan siber yang menyebabkan gangguan pada sistem teknologi informasi, layanan kesehatan, hingga aktivitas akademik. Insiden tersebut memaksa rumah sakit mengalihkan ambulans, membatalkan operasi rawat jalan, serta menghentikan sementara sejumlah layanan pasien.

Serangan yang terdeteksi pada Senin, 26 Oktober 2026, berdampak pada operasional UNM Health, salah satu penyedia layanan kesehatan terbesar di negara bagian New Mexico.

Gangguan ini menjadi perhatian karena UNM Hospital di Albuquerque mengoperasikan satu-satunya pusat trauma Level I di New Mexico, yang menangani pasien dengan kondisi cedera paling serius. Jaringan layanan kesehatan tersebut juga mencatat lebih dari satu juta kunjungan pasien setiap tahunnya.

Meski pihak universitas belum mengonfirmasi bahwa insiden tersebut merupakan serangan ransomware, kelompok kejahatan siber baru bernama Byod telah mengklaim bertanggung jawab dan mengaku berhasil mengakses puluhan ribu sistem milik universitas.

Serangan Siber Ganggu Layanan Rumah Sakit dan Operasi Pasien

UNM Health pertama kali mendeteksi ancaman keamanan siber pada Senin sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Tim keamanan IT segera mengambil tindakan untuk membatasi penyebaran ancaman sekaligus melindungi infrastruktur jaringan.

Sebagai langkah pencegahan, rumah sakit untuk sementara membatasi penerimaan pasien baru dan mengalihkan ambulans menuju fasilitas kesehatan lain di wilayah Albuquerque dan Santa Fe.

Pengalihan ambulans berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 12.30 hingga 14.30. Sementara itu, gangguan pada sistem elektronik menyebabkan operasi rawat jalan dan sejumlah jadwal pemeriksaan pasien harus dibatalkan sepanjang hari.

Manajemen UNM Hospital juga mengaktifkan Emergency Operations Center untuk mengoordinasikan penanganan insiden dan memastikan tenaga medis tetap dapat menjalankan layanan penting.

Dampaknya tidak terbatas pada fasilitas kesehatan. Universitas turut membatalkan kegiatan perkuliahan di School of Medicine, College of Nursing, College of Pharmacy, dan College of Population Health.

Kegiatan akademik di keempat institusi tersebut dibatalkan hingga Selasa, 27 Oktober 2026, termasuk perkuliahan jarak jauh. Pegawai non-esensial juga diminta tetap berada di rumah, sementara tenaga medis dan staf penting melanjutkan tugas sesuai kebutuhan operasional.

Kelompok Ransomware Byod Klaim Retas 36.000 Sistem

Di tengah upaya pemulihan, kelompok ransomware baru bernama Byod muncul dan mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap UNM Health.

Melalui situs kebocoran data miliknya, kelompok tersebut mengaku telah mengompromikan sekitar 36.000 sistem yang tersebar di lingkungan kampus utama University of New Mexico dan jaringan rumah sakit.

Byod mengklaim memperoleh akses terhadap berbagai komponen infrastruktur IT penting, termasuk Active Directory forests, Group Policy, seluruh tenant Microsoft Entra, serta dua database Oracle.

Apabila klaim tersebut terbukti, tingkat akses yang diperoleh penyerang berpotensi memberikan kendali luas terhadap sistem autentikasi, pengelolaan identitas, serta berbagai layanan internal organisasi.

Active Directory dan Microsoft Entra merupakan komponen penting dalam pengelolaan identitas dan akses pengguna. Kompromi terhadap infrastruktur tersebut dapat membuka peluang bagi penyerang untuk memperluas akses ke sistem lain yang saling terhubung.

Namun, klaim Byod mengenai kompromi terhadap 36.000 sistem belum dapat diverifikasi secara independen.

Pihak UNM Health justru menyampaikan temuan awal yang berbeda, yakni bahwa serangan hanya memengaruhi sebagian perangkat pengguna akhir dan tidak berhasil menembus sistem inti maupun server.

Perbedaan informasi tersebut menunjukkan bahwa cakupan sebenarnya dari serangan masih belum dapat dipastikan.

Data Pasien, Mahasiswa, dan Karyawan Diklaim Dicuri

Selain mengklaim menguasai infrastruktur jaringan, Byod juga mengaku memperoleh sejumlah besar informasi sensitif milik mahasiswa, karyawan, dan pasien.

Data yang diklaim berhasil diakses mencakup nomor Social Security (SSN), informasi kepegawaian, data payroll, catatan mahasiswa dari sistem Banner, email internal, serta dokumen penelitian universitas.

Kelompok tersebut juga mengklaim memiliki data janji temu rumah sakit, informasi pasien, dan daftar rekam medis elektronik yang berkaitan dengan sistem Cerner Electronic Health Records (EHR).

Cerner EHR merupakan sistem yang digunakan untuk mengelola informasi medis elektronik, termasuk riwayat pasien dan berbagai data yang mendukung proses pelayanan kesehatan.

Potensi pencurian informasi dari sistem tersebut menimbulkan kekhawatiran karena data medis dapat memuat informasi pribadi yang sangat sensitif.

Namun, hingga 27 Oktober 2026, UNM Health belum mengonfirmasi adanya pencurian data pasien maupun informasi internal lainnya sebagaimana diklaim Byod.

Universitas juga belum mengungkapkan bukti bahwa pelaku berhasil mengakses database utama atau mengekstraksi informasi dalam jumlah besar.

Investigasi masih berlangsung untuk menentukan apakah terdapat akses tidak sah terhadap data dan sejauh mana informasi pengguna berpotensi terdampak.

Byod Tawarkan Decryption Key Gratis dan Kompensasi Pasien

Dalam perkembangan yang cukup tidak biasa, kelompok Byod menyampaikan bahwa mereka bersedia memberikan decryption key secara gratis untuk membuka sistem yang terkunci di fasilitas kesehatan.

Kelompok tersebut juga mengklaim akan memberikan kompensasi hingga US$2.500 kepada setiap pasien yang terdampak akibat serangan.

Melalui pernyataan pada situs kebocoran datanya, Byod berusaha menggambarkan aktivitas mereka sebagai upaya meminta pertanggungjawaban organisasi yang dianggap gagal menjaga keamanan informasi pengguna.

Namun, pada saat yang sama, kelompok tersebut menyatakan tetap akan menyimpan seluruh data yang diklaim telah dicuri.

Tidak terdapat bukti independen bahwa Byod benar-benar telah menyerahkan decryption key atau membayarkan kompensasi kepada pasien.

Kelompok ini juga sempat menyatakan akan menghapus pengumuman kebocoran data UNM apabila pihak universitas mulai menjalin komunikasi dengan mereka, yang mengindikasikan adanya upaya membuka negosiasi.

Byod tergolong kelompok ransomware baru dengan rekam jejak publik yang masih terbatas.

Saat insiden UNM Health terungkap, situs kebocoran data kelompok tersebut menampilkan enam organisasi sebagai korban. Untuk tiga di antaranya, Byod telah memublikasikan data yang diklaim berasal dari sistem korban.

Dalam halaman FAQ miliknya, kelompok ini mengaku melakukan aktivitas penetration testing untuk mengungkap kelemahan keamanan organisasi.

Meski demikian, tindakan memperoleh akses tanpa izin, mengambil data, dan menggunakan ancaman publikasi informasi untuk menekan korban tetap merupakan aktivitas yang berbeda dari pengujian keamanan resmi yang dilakukan dengan persetujuan pemilik sistem.

UNM Health Pastikan Sistem Penting Kembali Beroperasi

Pada Selasa, 27 Oktober 2026, UNM Health Sciences Center mengumumkan bahwa seluruh sistem elektronik penting telah kembali online.

UNM Hospital dan Sandoval Regional Medical Center dipastikan beroperasi penuh, sementara aktivitas ambulans telah kembali berjalan normal.

Seluruh klinik juga telah melanjutkan jadwal pemeriksaan dan prosedur medis yang direncanakan. Pihak rumah sakit akan menghubungi pasien yang jadwalnya terdampak untuk melakukan penjadwalan ulang.

Pemulihan dilakukan secara bertahap sejak Senin pukul 14.30, setelah tim IT memastikan sistem dapat diaktifkan kembali dengan aman.

Dalam proses penanganan, tim keamanan internal bekerja sama dengan pihak eksternal untuk mengamankan jaringan dan mengevaluasi kemungkinan adanya kompromi terhadap infrastruktur.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa insiden memengaruhi sejumlah perangkat end-user, tetapi tidak menembus core systems maupun server utama.

UNM Health juga telah memberitahukan insiden tersebut kepada aparat penegak hukum tingkat negara bagian dan federal.

Karena penyelidikan kriminal masih berlangsung, universitas menyatakan belum dapat membagikan seluruh detail teknis mengenai serangan maupun pihak yang bertanggung jawab.

Pasien dan Karyawan Diminta Waspada terhadap Phishing

Meskipun layanan kesehatan telah dipulihkan, pasien, mahasiswa, dan karyawan UNM tetap disarankan meningkatkan kewaspadaan terhadap komunikasi mencurigakan.

Potensi penyalahgunaan informasi pribadi perlu menjadi perhatian, terutama apabila klaim pencurian data yang disampaikan kelompok ransomware nantinya terbukti benar.

Email, pesan singkat, atau panggilan telepon yang mengatasnamakan pihak rumah sakit dapat digunakan dalam serangan phishing untuk memperoleh informasi tambahan dari korban.

Pengguna disarankan tidak memberikan credentials, informasi identitas, maupun data keuangan melalui komunikasi yang tidak dapat diverifikasi.

Bagi institusi kesehatan, insiden ini kembali memperlihatkan bagaimana serangan siber dapat menimbulkan dampak operasional secara langsung, bahkan sebelum terdapat kepastian mengenai pencurian data atau kompromi terhadap server utama.

Ketergantungan fasilitas medis terhadap sistem digital menjadikan ketersediaan infrastruktur IT sebagai bagian penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan pasien.

Kasus UNM Health juga menunjukkan pentingnya penerapan incident response plan, segmentasi jaringan, perlindungan endpoint, serta prosedur operasional darurat agar layanan medis tetap dapat berjalan ketika terjadi gangguan keamanan siber.

Hingga 27 Oktober 2026, investigasi masih berlanjut dan belum ada konfirmasi resmi yang mendukung klaim Byod mengenai pencurian data maupun kompromi terhadap 36.000 sistem.


Sumber: Update on Cybersecurity Event at UNM Health Sciences Center

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button