Security

Warga Vietnam Didakwa Terlibat Penipuan Kripto Pig Butchering Senilai US$16 Juta

Seorang warga negara Vietnam didakwa di Amerika Serikat atas dugaan keterlibatan dalam skema pencucian uang yang berkaitan dengan penipuan cryptocurrency jenis pig butchering. Salah satu korban dalam kasus tersebut dilaporkan kehilangan aset kripto senilai sekitar US$16 juta.

Tersangka bernama Trung Nguyen Van, berusia 37 tahun. Ia memasuki Amerika Serikat melalui perbatasan pejalan kaki San Ysidro, California, dari arah Meksiko pada 22 September 2026.

Dua hari kemudian, pada 24 September, Van ditangkap sebelum menaiki penerbangan dari Los Angeles International Airport menuju Taiwan.

Korban Mengirim US$16 Juta untuk Investasi Palsu

Menurut dokumen pengadilan, salah satu korban mentransfer cryptocurrency senilai sekitar US$16 juta antara Juni dan Agustus 2024.

Dana tersebut dikirim ke alamat cryptocurrency yang dapat ditelusuri secara langsung ke wallet milik Van. Korban percaya bahwa dana tersebut digunakan untuk berinvestasi melalui platform investasi cryptocurrency bernama Triangle.

Namun, dana tersebut diduga bukan digunakan untuk investasi seperti yang dijanjikan.

Setelah menerima cryptocurrency dari korban, terdakwa disebut memindahkan aset tersebut ke private atau unhosted crypto wallet di luar jaringan blockchain terpusat yang digunakan dalam transaksi sebelumnya.

Wallet Terdakwa Menerima Lebih dari US$53 Juta

Kasus tersebut disebut merupakan bagian dari skema wire fraud yang jauh lebih besar.

Menurut Departemen Kehakiman Amerika Serikat, antara 9 Februari 2018 hingga 17 Desember 2024, wallet cryptocurrency yang dikaitkan dengan Van menerima sekitar US$53,28 juta aset kripto yang berasal dari berbagai skema penipuan yang menargetkan warga Amerika Serikat.

Dari jumlah tersebut, setidaknya US$24 juta disebut terkait dengan skema pig butchering yang telah diketahui.

Secara keseluruhan, penyelidikan berkaitan dengan skema wire fraud yang melibatkan lebih dari US$125 juta cryptocurrency.

Dokumen pemerintah juga menyebut bahwa wallet tersebut mentransfer sekitar US$53,19 juta aset cryptocurrency yang sama ke akun lain di luar jaringan blockchain terpusat.

Pergerakan dana tersebut menjadi bagian penting dalam penyelidikan karena transaksi cryptocurrency dapat dianalisis melalui catatan blockchain dan dikaitkan dengan alamat wallet tertentu.

Modus Pig Butchering Dimulai dari Membangun Kepercayaan

Pig butchering merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan jenis penipuan investasi yang biasanya dimulai dengan membangun hubungan dan kepercayaan dengan calon korban.

Pelaku dapat menghubungi target melalui media sosial, situs kencan, maupun aplikasi pesan.

Setelah hubungan terbangun, korban kemudian diarahkan untuk melakukan investasi cryptocurrency melalui platform atau situs tertentu yang sebenarnya dikendalikan atau terkait dengan pelaku.

Korban biasanya diperlihatkan informasi yang seolah-olah menunjukkan bahwa investasi mereka menghasilkan keuntungan. Namun ketika ingin menarik dana, korban tidak dapat melakukannya.

Dalam kasus seperti ini, dana yang dianggap sebagai investasi sebenarnya telah dipindahkan ke rekening atau wallet cryptocurrency yang dikendalikan jaringan penipu.

Korban Diarahkan ke Situs Investasi Berbeda

Departemen Kehakiman AS menyatakan para korban dalam skema yang diselidiki diarahkan untuk mentransfer cryptocurrency ke berbagai situs berbeda.

Meskipun situs dan detail kasusnya berbeda, pola yang dilaporkan memiliki kesamaan.

Korban biasanya bertemu seseorang secara online, kemudian dibimbing untuk menginvestasikan cryptocurrency melalui sebuah website dengan janji memperoleh keuntungan finansial tinggi.

Setelah dana dikirim, korban pada akhirnya tidak dapat menarik kembali investasi tersebut. Mereka kemudian mengetahui bahwa dana telah hilang akibat penipuan.

Pola ini membuat pig butchering berbeda dari penipuan cryptocurrency sederhana karena pelaku terlebih dahulu berusaha membangun kepercayaan sebelum meminta korban menyerahkan dana dalam jumlah besar.

Kerugian Penipuan Investasi Kripto Terus Menjadi Perhatian

Kasus Van terjadi ketika penipuan investasi menjadi salah satu kategori kejahatan siber dengan kerugian besar di Amerika Serikat.

Menurut FBI Internet Crime Report 2025, warga Amerika Serikat mengalami kerugian hampir US$21 miliar akibat kejahatan yang menggunakan teknologi pada tahun tersebut.

Laporan tersebut menyebut penipuan investasi menyumbang 49 persen dari seluruh insiden penipuan dan menghasilkan kerugian sekitar US$8,6 miliar.

Angka tersebut menunjukkan besarnya dampak ekonomi dari skema investasi palsu, termasuk penipuan yang menggunakan cryptocurrency sebagai media transfer dana.

Kasus Pig Butchering Lain Juga Berujung Hukuman Berat

Kasus yang melibatkan Van bukan satu-satunya perkara besar terkait pig butchering yang ditangani otoritas Amerika Serikat.

Pada Februari 2026, seorang warga negara China dijatuhi hukuman 20 tahun penjara secara in absentia karena keterlibatannya dalam skema pig butchering internasional yang menyebabkan kerugian lebih dari US$73 juta.

Pemerintah Amerika Serikat juga membentuk Scam Center Strike Force, sebuah satuan tugas yang ditujukan untuk mengganggu jaringan penipuan cryptocurrency yang beroperasi secara internasional.

Pembentukan satuan tugas tersebut menunjukkan bahwa penipuan investasi cryptocurrency telah menjadi perhatian penegak hukum karena melibatkan jaringan lintas negara, pencucian uang, serta korban dalam jumlah besar.

Dana Cryptocurrency Dapat Dilacak melalui Blockchain

Kasus ini juga memperlihatkan bagaimana penyidik dapat mengikuti aliran dana cryptocurrency melalui transaksi blockchain.

Meskipun pelaku dapat memindahkan aset dari satu wallet ke wallet lainnya dan menggunakan private atau unhosted wallet, catatan transaksi pada blockchain tertentu tetap dapat dianalisis untuk menelusuri pergerakan aset.

Dalam perkara Van, penyidik mengaitkan transaksi senilai jutaan dolar dengan wallet yang diduga digunakan dalam skema tersebut.

Namun, keberadaan transaksi pada sebuah wallet tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh aktivitas pemiliknya. Keterkaitan antara wallet, transaksi, dan dugaan tindak pidana menjadi bagian dari proses penyelidikan serta pembuktian hukum.

Sumber: U.S. Department of Justice

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button