Arista Rilis Patch untuk Zero-Day VeloCloud Orchestrator yang Dieksploitasi dalam Serangan

Arista Networks secara resmi merilis pembaruan keamanan darurat untuk menambal kerentanan zero-day kritis yang saat ini telah dieksploitasi secara aktif di lapangan (in the wild). Celah keamanan ini memengaruhi penyebaran mandiri (on-premises) VeloCloud Orchestrator (VCO).
VeloCloud Orchestrator sendiri merupakan portal manajemen berbasis web yang diandalkan oleh para administrator jaringan untuk mengonfigurasi, memantau, serta mengelola jaringan Software-Defined Wide Area Networks (SD-WAN) VeloCloud beserta perangkat edge terkait.
Kerentanan kritis ini dilacak dengan kode CVE-2026-114625. Celah ini memungkinkan penyerang yang telah mengantongi hak istimewa dasar (basic privileges), memiliki akses ke antarmuka web VCO, serta memegang sesi terautentikasi yang valid, untuk melakukan eskalasi hak istimewa melalui serangan SQL injection berisiko rendah tanpa memerlukan interaksi pengguna.
“VeloCloud Orchestrator (VCO) on-prem memiliki masalah keamanan di mana kerentanan ini dapat memungkinkan penyerang jarak jauh untuk mengakses fungsionalitas internal istimewa dan berdampak pada hos VCO. Eksploitasi yang sukses dapat membahayakan kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan orchestrator serta data yang dikelolanya,” tulis pihak Arista dalam buletin penasihat keamanannya.
“Pada sistem yang terdampak, pengguna terautentikasi apa pun dapat memperoleh hak istimewa operator dan menyamar sebagai pengguna ‘superuser operator’ lokal. Ini termasuk akses ke fungsionalitas yang ditujukan untuk penggunaan internal saja dan tidak dimaksudkan untuk dapat diakses dari jarak jauh.”
Status Pembaruan dan Langkah Mitigasi
Arista mengonfirmasi bahwa penerapan patch untuk lingkungan hosted VCO yang menjalankan versi 5.2.3.18 atau lebih baru, 6.1.3.10 atau lebih baru, serta 6.4.2.12 atau lebih baru telah selesai diterapkan.
Bagi para administrator yang mengelola instalasi on-premises namun belum sempat memperbarui sistem, Arista menyarankan serangkaian langkah mitigasi sementara:
- Memantau koneksi dari alamat IP yang mencurigakan atau telah dikenali sebagai berbahaya.
- Membatasi akses ke antarmuka web VCO hanya pada jaringan administratif yang tepercaya.
- Meninjau aktivitas administrator terbaru untuk mendeteksi adanya perubahan yang tidak biasa.
- Memeriksa log akses web VCO untuk aktivitas mencurigakan, seperti permintaan dengan komponen jalur mirip URL yang tidak biasa, karakter terenkode, referensi ke layanan lokal atau internal, serta tingkat permintaan (request rates) yang tinggi.
Sebagai langkah pengamanan segera, Arista juga memperingatkan tim keamanan untuk memblokir dua alamat IP yang terdeteksi aktif dalam serangan saat ini, yaitu 74.82.197.86 dan 38.54.50.151.
“Jika dicurigai terjadi kompromi, operator harus mengamankan log akses web VCO, log aplikasi backend, log sistem, log basis data, dan stempel waktu sistem berkas (file-system timestamps) yang relevan sebelum melakukan remediasi jika memungkinkan secara operasional,” lanjut Arista, sekaligus menyarankan pelanggan untuk menghubungi Arista Networks Technical Assistance Center (TAC) jika memerlukan bantuan lebih lanjut.
Insiden ini menambah daftar panjang masalah keamanan Arista sepanjang tahun ini. Perusahaan Fortune 500 yang menjadi salah satu korporasi terbesar di AS ini sebelumnya telah menambal tiga kerentanan zero-day aktif lainnya pada sistem operasional Extensible Operating System (EOS) dan VeloCloud Orchestrator masing-masing pada bulan Mei (CVE-2026-7473), Juli (CVE-2026-16812), dan September (CVE-2026-93952).
Sumber: Arista Security Advisory








