Security

Microsoft Ungkap Update September 2026 Bikin File History Windows Bermasalah

Microsoft memperingatkan pengguna Windows bahwa pembaruan keamanan September 2026 dapat menyebabkan fitur File History berhenti berfungsi pada sebagian perangkat. Masalah ini membuat pengguna tidak dapat membuat atau memperbarui backup secara normal, meskipun media penyimpanan yang digunakan masih terhubung dan berfungsi.

File History merupakan fitur backup bawaan Windows yang diperkenalkan sejak Windows 8. Fitur ini secara otomatis membuat salinan file pengguna sehingga dokumen yang terhapus, rusak, atau berubah secara tidak sengaja dapat dipulihkan menggunakan versi sebelumnya.

Microsoft menyatakan masalah tersebut muncul setelah perangkat memasang cumulative security update September 2026.

File History Tidak Bisa Membuat atau Memperbarui Backup

Pada perangkat yang terdampak, File History dapat gagal menjalankan proses backup setelah pembaruan keamanan September 2026 dipasang.

File History biasanya dapat digunakan melalui Control Panel > System and Security > File History untuk mencadangkan data ke media penyimpanan eksternal maupun lokasi jaringan.

Secara default, fitur ini mencadangkan folder yang berada di bawah profil pengguna, termasuk Documents, Music, Pictures, Videos, dan Desktop. Lokasi backup dapat berupa hard drive eksternal, USB drive, maupun network storage seperti NAS.

Gangguan ini menjadi cukup penting bagi pengguna yang masih mengandalkan File History sebagai mekanisme backup lokal karena proses pencadangan dapat berhenti tanpa adanya masalah pada media penyimpanan itu sendiri.

Muncul Pesan “Reconnect Your Drive”

Microsoft mengungkap beberapa gejala yang dapat muncul pada perangkat yang terdampak.

Salah satunya adalah Windows menampilkan pesan “Reconnect your drive”, meskipun drive backup yang kompatibel sebenarnya sudah terhubung dan dapat digunakan secara normal.

Selain itu, timestamp “Last Backup” dapat berhenti diperbarui. Artinya, pengguna mungkin mengira proses backup masih berjalan, padahal File History sudah tidak berhasil memperbarui salinan file.

Masalah lainnya adalah file yang sebelumnya sudah dicadangkan dapat menampilkan pesan “No previous version available” ketika pengguna mencoba mengakses versi sebelumnya.

Kondisi tersebut berpotensi membuat pengguna baru menyadari adanya masalah ketika mereka membutuhkan file backup untuk melakukan pemulihan.

FileHistory.exe dan KERNELBASE.dll Dapat Muncul di Event Viewer

Microsoft juga menyebut bahwa perangkat yang mengalami masalah dapat mencatat application crash event di Event Viewer.

Event tersebut dapat mengacu pada FileHistory.exe dan KERNELBASE.dll, sehingga administrator maupun pengguna yang melakukan troubleshooting dapat menggunakan Event Viewer untuk membantu mengidentifikasi apakah sistem mereka terkena masalah yang diketahui tersebut.

Pemeriksaan Event Viewer menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan jika File History tiba-tiba tidak lagi membuat backup setelah instalasi pembaruan September.

Versi Windows yang Terdampak

Masalah File History ini memengaruhi sejumlah versi Windows 10 dan Windows 11, termasuk versi yang masih digunakan di lingkungan enterprise.

Berikut daftar originating update yang terkait dengan masalah tersebut:

Versi WindowsUpdate yang terkait
Windows 11 26H1KB5124012
Windows 11 25H2KB5124008
Windows 11 24H2KB5124008
Windows 11 23H2KB5122880
Windows 10 22H2KB5122878
Windows 10 21H2KB5122878
Windows 10 Enterprise LTSC 2019KB5122876
Windows 10 Enterprise LTSC 2016KB5123099

Microsoft menyebut cakupan masalah termasuk Windows 10 versi 21H2 dan yang lebih baru, Windows 10 Enterprise LTSC 2016 dan 2019, serta Windows 11 versi 23H2 dan yang lebih baru.

September 2026 Menjadi Bulan yang Penuh Masalah Windows

Gangguan File History menambah daftar masalah yang muncul setelah pembaruan keamanan Windows September 2026.

Sebelumnya, Microsoft telah merilis out-of-band update untuk mengatasi sejumlah masalah lain yang dipicu pembaruan bulan ini. Beberapa di antaranya berkaitan dengan Remote Desktop Services, Hyper-V, dan USB audio.

Namun, pembaruan darurat tersebut belum menyelesaikan seluruh masalah audio yang muncul setelah September 2026 update. Microsoft masih melakukan investigasi dan pengembangan perbaikan untuk masalah yang tersisa.

Pada saat yang sama, Microsoft juga menyediakan workaround untuk masalah autentikasi domain yang menyebabkan sebagian pengguna Windows 11 tidak dapat login menggunakan kredensial domain yang sebenarnya valid.

Rangkaian gangguan tersebut membuat administrator perlu lebih berhati-hati ketika melakukan deployment cumulative update ke perangkat produksi, terutama pada lingkungan enterprise yang bergantung pada fitur Windows tertentu untuk backup, virtualisasi, remote access, dan autentikasi.

Pengguna File History Perlu Memeriksa Status Backup

Bagi pengguna yang mengandalkan File History, salah satu langkah penting setelah memasang pembaruan September 2026 adalah memastikan bahwa proses backup benar-benar masih berjalan.

Jangan hanya mengandalkan status koneksi drive. Periksa apakah Last Backup terus diperbarui dan pastikan file lama masih memiliki opsi untuk mengakses versi sebelumnya.

Jika File History menunjukkan pesan “Reconnect your drive” meskipun drive sudah tersambung, atau backup tidak lagi diperbarui, pengguna sebaiknya tidak menganggap bahwa data telah dicadangkan dengan benar.

Untuk data penting, backup tambahan ke media atau sistem lain juga tetap disarankan. File History sebaiknya tidak menjadi satu-satunya salinan data penting, khususnya untuk dokumen bisnis dan file yang sulit digantikan.

Microsoft saat ini masih menangani masalah tersebut dan pengguna perlu mengikuti informasi terbaru mengenai status perbaikan untuk masing-masing versi Windows yang terdampak.

Sumber: Microsoft

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button