Computer Systems

GEEKOM Gabungkan Empat A9 Mega Mini PC Menjadi Cluster AI Lokal di IFA 2026

GEEKOM memamerkan konsep supercomputer mini untuk AI lokal di ajang IFA 2026 dengan menghubungkan empat unit A9 Mega Mini PC menjadi sebuah inference cluster. Sistem yang diperkenalkan sebagai GEEKOM Private AI tersebut memungkinkan workload AI diproses secara lokal tanpa perlu mengirim data ke layanan cloud.

Keempat mini PC dihubungkan secara langsung menggunakan USB4, sehingga konfigurasi tersebut tidak membutuhkan rack khusus maupun perangkat networking proprietary. Hasilnya adalah sebuah cluster komputasi berukuran sangat ringkas yang dapat ditempatkan di atas meja.

Pendekatan ini ditujukan terutama untuk bisnis, pengguna workstation, maupun organisasi yang menangani data sensitif seperti dokumen internal, source code, credentials, dan materi penelitian.

Empat A9 Mega Menjadi Satu Cluster Inference

Setiap node menggunakan AMD Ryzen AI Max+ 395 dengan konfigurasi 16 core Zen 5 dan integrated graphics Radeon 8060S.

Masing-masing unit dapat dikonfigurasi dengan hingga 128 GB unified LPDDR5X memory yang berjalan pada kecepatan 8.000 MT/s.

Karena menggunakan unified memory, CPU dan GPU dapat berbagi kapasitas memory tersebut untuk menjalankan workload AI. Dengan empat node, GEEKOM menghubungkan kemampuan komputasi dari seluruh sistem untuk menjalankan inference secara terdistribusi.

Untuk penyimpanan, setiap A9 Mega memiliki dua slot M.2 PCIe 4.0 x4 yang mendukung SSD hingga kapasitas 4 TB.

Meski membawa kemampuan komputasi cukup tinggi, masing-masing node tetap mempertahankan ukuran yang ringkas, yaitu sekitar 171 × 171,1 × 70,1 mm.

Konektivitas Lengkap dalam Bodi Mini

Selain USB4 yang digunakan untuk membangun cluster, A9 Mega menyediakan konektivitas yang cukup lengkap untuk sebuah mini PC.

Perangkat ini memiliki:

  • Dual 2.5 GbE
  • Wi-Fi 7
  • Bluetooth 5.4
  • USB4
  • HDMI 2.1
  • Dua slot M.2 PCIe 4.0 x4

Ryzen AI Max+ 395 yang digunakan memiliki TDP 140W dan NPU dengan kemampuan hingga 50 TOPS.

GEEKOM menyebut konfigurasi empat node tersebut memiliki konsumsi daya puncak di bawah 1.000W. Angka tersebut menjadikan sistem ini relatif efisien untuk sebuah cluster inference AI yang seluruh pemrosesannya dilakukan secara lokal.

Menjalankan DeepSeek V4 Flash Secara Lokal

Dalam demonstrasinya di IFA 2026, GEEKOM menjalankan DeepSeek V4 Flash pada keempat node A9 Mega.

Sistem menggunakan Ubuntu bersama software stack AMD ROCm, sementara distribusi GEEKOM DwarfStar digunakan untuk mengelola workload di dalam cluster.

GEEKOM mengklaim sistem tersebut mampu menangani context window hingga 250.000 token dan menghasilkan sekitar 14,61 token per detik pada single concurrency.

Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa konfigurasi beberapa mini PC dapat digunakan sebagai alternatif untuk menjalankan model AI berukuran besar secara lokal, tanpa harus membangun server rack tradisional.

Namun, angka performa tersebut merupakan klaim dari GEEKOM dan konfigurasi maupun metode pengujian yang digunakan menjadi faktor penting ketika membandingkannya dengan sistem AI lainnya.

API Kompatibel OpenAI untuk Aplikasi AI Lokal

GEEKOM juga membekali Private AI dengan OpenAI-compatible API. Dengan API tersebut, cluster dapat diintegrasikan ke berbagai aplikasi dan workflow AI yang menggunakan antarmuka API serupa.

Pengguna dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan seperti:

  • Retrieval dan knowledge base
  • Coding
  • Automation agents
  • Workload AI internal

Salah satu keunggulan utama pendekatan ini adalah data dapat tetap berada di lingkungan lokal. Dokumen internal, source code, credentials, maupun materi penelitian tidak perlu dikirim ke layanan cloud eksternal untuk diproses oleh model.

Hal tersebut membuat konsep GEEKOM Private AI menarik untuk organisasi yang memiliki persyaratan privasi atau tidak ingin workload AI sensitif keluar dari jaringan mereka.

Alternatif Mini untuk Infrastruktur AI Lokal

Demonstrasi empat A9 Mega di IFA 2026 memperlihatkan pendekatan berbeda terhadap pembangunan infrastruktur AI lokal.

Alih-alih menggunakan satu server berukuran besar, GEEKOM menggabungkan beberapa mini PC melalui USB4 dan menjalankan workload secara terdistribusi. Konfigurasi tersebut membuat sistem lebih mudah ditempatkan di lingkungan desktop, sementara setiap node tetap memiliki CPU, GPU, memory, storage, dan konektivitasnya sendiri.

Dengan Ryzen AI Max+ 395, Radeon 8060S, hingga 128 GB unified memory per node, serta dukungan ROCm dan DwarfStar, GEEKOM menargetkan konfigurasi ini untuk pengguna yang membutuhkan kemampuan inference lokal tanpa ketergantungan penuh terhadap cloud.

Meski demikian, harga sistem empat node dan detail ketersediaan konfigurasi GEEKOM Private AI tersebut belum disebutkan.

Sumber: GEEKOM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button