Kelompok FulcrumSec Klaim Curi 86 GB Data Pelanggan Manchester Airports Group

Kelompok peretas pemeras data (data-extortion group), FulcrumSec, mengklaim bertanggung jawab atas insiden peretasan sistem Manchester Airports Group (MAG)—operator bandara terbesar di Inggris. Mereka menyatakan telah mencuri sekitar 86 GB data sensitif pelanggan dan mengancam akan membocorkannya ke publik.
Sebelumnya, pada 27 Agustus 2026, MAG mengakui adanya akses tidak sah dari pihak ketiga yang memengaruhi data pelanggan terkait pemesanan fasilitas parkir, lounge, jalur cepat (Fast Track), serta registrasi Wi-Fi di bandara Manchester, London Stansted, dan East Midlands. Namun, analisis sampel data yang diberikan peretas kepada BleepingComputer menunjukkan skala kebocoran yang jauh lebih rinci dari yang diungkapkan MAG ke publik.
Detail Data yang Bocor dan Modus Operandi Peretas
Berdasarkan tinjauan BleepingComputer terhadap sampel database sebesar 21,5 GB yang diklaim sebagai data profil pelanggan, informasi yang terekspos tidak hanya terbatas pada alamat email, nomor telepon, plat nomor kendaraan, dan kode pos seperti yang dilaporkan MAG.
Data yang berhasil dicuri mencakup:
- Riwayat pemesanan historis dan status pesanan aktif.
- Referensi dan nomor kode pembelian, total pengeluaran uang, serta diskon yang digunakan.
- Jadwal detail meliputi tanggal, waktu, terminal, dan durasi penggunaan fasilitas parkir/jalur cepat.
- Alamat IP, estimasi lokasi geografis, informasi perangkat, dan klasifikasi metrik pemasaran (marketing classifications).
- Catatan: Tidak ditemukan informasi kartu pembayaran (credit card) maupun nomor rekening bank dalam sampel yang ditinjau.
Metode Infiltrasi: FulcrumSec mengklaim berhasil menyusup ke sistem dengan mengeksploitasi celah pada antarmuka pemrograman aplikasi (API). Mereka menemukan kredensial API Iterable khusus bandara yang terekspos langsung di dalam kode JavaScript klien (client-side).
Ancaman Pemerasan dan Tanggapan Operator Bandara
Kelompok peretas menyebutkan bahwa database mereka memuat hampir 200.000 catatan jadwal perjalanan pelanggan yang akan datang hingga akhir tahun 2026. Meskipun mereka berniat mempublikasikan teknik peretasan dan data yang dicuri akibat MAG menolak membayar tebusan, FulcrumSec mengaku mempertimbangkan untuk menahan atau menyensor (redact) data jadwal keberangkatan tersebut demi menghindari “bahaya di dunia nyata” (real-world harm).
Juru bicara MAG menolak menanggapi klaim spesifik mengenai volume 86 GB data maupun kredensial API yang bocor. Mereka menegaskan bahwa MAG telah mengambil tindakan efektif dan menghubungi seluruh pelanggan terdampak, termasuk mereka yang memiliki jadwal keberangkatan dalam waktu dekat untuk memberikan panduan keamanan tambahan.
Insiden ini tidak memengaruhi operasional penerbangan dan keamanan bandara. Namun, dengan total korban terdampak diperkirakan mencapai 8,7 juta pelanggan, peristiwa ini tercatat sebagai pelanggaran data pelanggan terbesar yang pernah menimpa operator bandara di Inggris. Pelanggan diimbau untuk mewaspadai serangan rekayasa sosial (phishing) yang menggunakan rincian jadwal keberangkatan maupun detail kendaraan mereka.








