McKesson Ungkap Insiden Siber Usai Kelompok ShinyHunters Klaim Curi 284 Juta Rekam Data Pasien

Raksasa distributor farmasi dan layanan kesehatan asal Amerika Serikat, McKesson, resmi mengumumkan insiden keamanan siber yang melibatkan akses tidak sah terhadap aplikasi pihak ketiga dan pencurian data. Di saat bersamaan, kelompok pemerasan siber ShinyHunters mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dan mengaku telah mencuri sekitar 284 juta baris data (records) terkait pasien.
McKesson mengonfirmasi insiden tersebut melalui pengajuan Formulir 8-K ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) setelah pertama kali mendeteksi aktivitas mencurigakan pada 25 Agustus 2026. Perusahaan menyatakan telah mengaktifkan protokol tanggap darurat, menggandeng pakar keamanan siber forensik, dan menegaskan bahwa proses investigasi masih berada di tahap awal.
Modus Vishing dan Kompromi Lingkungan Cloud
Kelompok peretas ShinyHunters mengungkapkan kepada BleepingComputer bahwa mereka memperoleh akses masuk melalui serangan rekayasa sosial voice phishing (vishing) terhadap sejumlah karyawan McKesson. Melalui modus penyamaran sebagai tim bantuan TI (IT helpdesk) menggunakan domain pancingan seperti mckesson[.]claims, pelaku berhasil membajak akun Single Sign-On (SSO) Okta milik karyawan.
Akses kredensial tersebut kemudian digunakan untuk menyusup ke lingkungan cloud perusahaan:
- Salesforce: Pelaku mengklaim berhasil mengompromikan lingkungan Salesforce secara penuh, termasuk riwayat tiket dan kasus layanan dukungan pelanggan (support cases).
- Snowflake Data Warehouse: Pelaku menyusup ke repositori data Snowflake dan mengeksfiltrasi data berukuran sekitar 1 Terabita (TB) dalam kurun waktu empat hari (21–25 Agustus 2026).
ShinyHunters mengklarifikasi bahwa angka 284 juta merujuk pada jumlah baris data mentah (raw data records/lines) dan bukan jumlah total pasien unik, mengingat mereka belum melakukan pemilahan entitas secara menyeluruh.
Kategori Data yang Diklaim Terekspos dan Tuntutan Tebusan
Berdasarkan klaim ShinyHunters, kumpulan data yang dieksfiltrasi memuat informasi sensitif yang mencakup:
- Identitas Pribadi & Pasien: Nama lengkap, alamat, tanggal lahir, Nomor Jaminan Sosial (SSN), nomor telepon, surel, ID pasien, nomor rekam medis, dan nomor Medicaid.
- Data Medis Klinis: Riwayat penyakit, disabilitas, daftar alergi, jadwal janji temu dokter, hingga rincian data pasien dengan penyakit kritis (terminally ill) maupun pasien yang telah meninggal dunia.
- Operasional & Logistik: Resep obat, riwayat pengiriman obat-obatan, faktur tagihan (invoices), data internal karyawan, serta daftar klinik dan penyedia layanan kesehatan mitra McKesson.
Pihak ShinyHunters menyatakan telah mengajukan tuntutan tebusan senilai 55.236.150 USD dengan batas waktu respons 72 jam, namun tidak mendapatkan tanggapan dari pihak McKesson.
Gelombang Serangan ke Sektor Kesehatan
Insiden ini memperpanjang rangkaian kampanye penyerangan ShinyHunters yang menyasar sektor teknologi medis dan kesehatan. Organisasi koordinasi keamanan siber Health-ISAC sebelumnya telah menerbitkan peringatan mengenai lonjakan taktik rekayasa sosial serupa, yang sebelumnya juga menimpa sejumlah entitas layanan kesehatan lain seperti Medtronic, DentaQuest, iRhythm, OneMedical, dan AdaptHealth.








