Bocoran Logitech G Pro X3 Superstrike: Hadirkan Jeroan Baru dan Baterai yang Dapat Diganti

Informasi mengenai mouse gaming generasi terbaru dari Logitech, G Pro X3 Superstrike, kembali mencuat ke publik. Bocoran terbaru yang diungkap oleh publikasi Jerman, WinFuture, membeberkan rincian lebih konkret mengenai pembaruan spesifikasi internal, opsi warna baru, hingga penyesuaian desain pada arsitektur sistem pemicu induktifnya (Haptic Inductive Trigger System atau HITS).
Secara visual, rumor kehadiran varian warna merah muda (pink) terbukti akurat setelah kembali terlihat berdampingan dengan varian warna hitam pekat (all-black). Di sektor dapur pacu, mouse gaming ini dilaporkan mengadopsi mikrokontroler kustom terbaru bernama NxLOGI MCU serta membawa terobosan baru berupa mekanisme baterai yang dapat diganti oleh pengguna (user-replaceable battery).
Penyesuaian Regulasi Uni Eropa dan Bobot Perangkat
Penerapan baterai yang dapat diganti secara mandiri ini dihadirkan guna mematuhi regulasi baru Uni Eropa yang mewajibkan perangkat elektronik konsumen memiliki baterai yang mudah dibongkar-pasang mulai tahun 2027 mendatang.
Konsekuensinya, terdapat sedikit perbedaan bobot berdasarkan wilayah distribusi:
- Pasar Amerika Serikat (US): Bobot tercatat sekitar 59 gram.
- Wilayah EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika): Bobot berada di angka 61 gram guna mengakomodasi mekanisme modular baterai sesuai aturan setempat.
Logitech mengklaim telah mengoptimalkan distribusi keseimbangan (weight balance) pada mouse ini, dengan daya tahan baterai yang mampu mencapai lebih dari 135 jam penggunaan dalam sekali pengisian daya.






Spesifikasi Sensor Hero 2 dan Fitur Analog HITS
Peningkatan performa pelacakan ditopang oleh pembaruan sensor Hero 2. Sensor ini diklaim mampu menangani akselerasi maksimum hingga 90 G serta kecepatan pelacakan (tracking speed) mencapai 930 IPS. Kendati demikian, sebagian kalangan komunitas gaming menilai peningkatan angka teknis tersebut lebih ditujukan untuk strategi pemasaran ketimbang memberikan perbedaan performa nyata yang bisa dirasakan langsung dalam permainan kompetitif.
Sementara itu, sistem pemicu analog HITS tidak mengalami perombakan besar. Bocoran dokumen menunjukkan bahwa mouse ini tetap mempertahankan 10 titik aktuasi (actuation points) dan 5 opsi Rapid Trigger points, persis seperti yang ditemukan pada lini generasi sebelumnya. Tingkat polling rate juga bertahan di angka 8.000 Hz (8 kHz), batas standar tertinggi saat ini mengingat limitasi polling pada antarmuka USB.
Sumber: Bocoran Dokumen WinFuture via Notebookcheck








