CISA Instruksikan Instansi Federal Segera Tambal Kerentanan Kritis TrueConf Server yang Dieksploitasi Aktif

Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur Amerika Serikat (CISA) telah menginstruksikan seluruh instansi federal untuk memprioritaskan pembaruan keamanan menyusul ditemukannya dua celah kerentanan kritis pada platform komunikasi self-hosted TrueConf Server. Kedua celah keamanan tersebut dilaporkan telah dieksploitasi secara aktif oleh peretas di alam liar.
TrueConf Server merupakan platform yang dirancang untuk kebutuhan pesan instan dan konferensi video korporat dengan tingkat keamanan tinggi. Berbeda dari solusi berbasis cloud seperti Zoom atau Microsoft Teams, platform ini beroperasi langsung di dalam infrastruktur jaringan lokal (Local Area Network atau LAN) milik organisasi.
Detail Celah Keamanan dan Mekanisme Eksploitasi
Celah keamanan pertama yang paling berbahaya dilacak dengan kode CVE-2026-72529. Kerentanan ini berakar dari ketiadaan mekanisme otentikasi (missing authentication) yang memungkinkan penyerang tanpa hak akses untuk mengeksekusi skrip arbitrer secara jarak jauh pada server yang belum diperbarui. Melalui koneksi ke TrueConf Server via port 4307/TCP, penyerang tanpa otentikasi dapat memanggil fungsi kritis yang tidak terdokumentasi dan langsung menjalankan skrip berbahaya di level server.
Kerentanan kedua terdaftar sebagai CVE-2026-72530, yang merupakan celah code injection berkategori kritis. Celah ini memungkinkan penyerang mengeksekusi Remote Code Execution (RCE) melalui skenario serangan injeksi kode dengan kompleksitas tinggi. Kesalahan dalam pengelolaan pembuatan kode (improper management of code generation) memungkinkan pelaku ancaman yang telah berhasil mengeksekusi kode di lingkungan terisolasi TrueConf Server untuk meloloskan diri dari sandbox dan menjalankan perintah arbitrer langsung pada sistem operasi dasar (underlying OS).
Merespons tingkat ancaman yang tinggi, CISA resmi memasukkan kedua kerentanan tersebut ke dalam katalog Known Exploited Vulnerabilities (KEV). Instansi Federal Civilian Executive Branch (FCEB) AS diwajibkan untuk mengamankan dan menerapkan patch pada server mereka paling lambat 3 September mendatang.
Keterlibatan Kelompok Peretas dan Riwayat Serangan
Meskipun otoritas keamanan AS tidak membeberkan secara detail insiden terkait, laporan intelijen ancaman dari perusahaan keamanan siber Kaspersky mengungkapkan bahwa kelompok hacktivist bernama Head Mare telah aktif mengeksploitasi CVE-2026-72529 dan CVE-2026-72530 sejak Juli lalu. Kelompok ini menyusupkan kode berbahaya dengan mengganti installer klien menggunakan versi palsu yang telah ditanami backdoor.
Serangan oleh Head Mare diketahui menargetkan sejumlah organisasi di berbagai sektor strategis, termasuk transportasi, energi, teknologi informasi, elektronik, hingga pengembangan perangkat lunak.
Eksploitasi terhadap TrueConf ini memperpanjang catatan serangan siber pada platform tersebut sepanjang tahun ini. Pada April 2026, para peneliti keamanan dari Check Point Research juga sempat mengungkap kampanye zero-day bertajuk “Operation True Chaos” yang mengeksploitasi celah keamanan lain pada TrueConf (CVE-2026-3502) guna menyusupi jaringan target secara terarah.
Sumber: Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA)








