News

Snapdragon Partners & Media Event Indonesia 2026, Qualcomm Bawa Snapdragon ke Era Agentic AI

JAKARTA, Ahmandonk Media – Qualcomm Technologies membawa cukup banyak amunisi baru untuk memasuki era komputasi berbasis Agentic AI. Hal tersebut terlihat dalam gelaran Snapdragon Partners & Media Event Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Ahmandonk Media turut hadir langsung dalam acara tersebut dan melihat berbagai teknologi serta perangkat yang dipamerkan Qualcomm dan para mitranya. Tidak hanya berfokus pada smartphone, acara ini memperlihatkan bagaimana Snapdragon kini telah berkembang menjadi sebuah ekosistem yang mencakup PC, gaming, XR, audio, wearable, hingga berbagai perangkat terhubung lainnya.

Di tengah dominasi warna merah khas Snapdragon, pengunjung dapat melihat langsung berbagai perangkat yang dipajang di area demo. Mulai dari smartphone dengan platform Snapdragon terbaru, perangkat gaming, laptop, smart glasses, headset VR, headphone, earbuds, smartwatch, hingga tablet gaming.

Namun, perhatian utama Qualcomm dalam acara kali ini tetap berada pada dua area besar: smartphone flagship melalui Snapdragon 8 Elite Series dan PC melalui Snapdragon X2 Series.

Keduanya menjadi bagian dari strategi Qualcomm untuk menghadirkan kemampuan AI yang semakin banyak diproses langsung di perangkat.

Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Resmi Diperkenalkan

Di sektor mobile, Qualcomm memperkenalkan strategi dual flagship melalui Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Gen 6.

Strategi ini menarik karena Qualcomm tidak hanya menghadirkan satu platform flagship. Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 ditempatkan sebagai varian dengan kemampuan tertinggi, sementara Snapdragon 8 Elite Gen 6 ditujukan untuk memberikan kombinasi performa, AI, dan efisiensi daya ke lebih banyak perangkat premium.

Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dirancang untuk menangani pemrosesan Agentic AI yang lebih kompleks. Qualcomm menyebut platform tersebut mampu memproses berbagai bentuk input, termasuk teks, suara, dan gambar secara langsung di perangkat.

Kemampuan tersebut kemudian dipadukan dengan performa gaming dan pembuatan konten kelas atas.

Sementara itu, Snapdragon 8 Elite Gen 6 membawa pendekatan yang lebih seimbang antara performa, pemrosesan AI, dan efisiensi daya.

Kedua chipset menggunakan CPU Qualcomm Oryon generasi terbaru. Khusus varian Extreme, Qualcomm juga menghadirkan Adreno Neural Fusion, sebuah teknologi yang dirancang untuk menghadirkan kemampuan grafis berbasis AI guna meningkatkan pengalaman gaming.

Qualcomm mengatakan perangkat yang menggunakan platform tersebut akan diperkenalkan oleh berbagai OEM dan merek smartphone global maupun Indonesia dalam waktu mendatang.

Dengan demikian, apa yang diperlihatkan di acara Jakarta ini bukan sekadar pengumuman chipset baru, tetapi juga menjadi gambaran mengenai generasi perangkat flagship yang akan hadir berikutnya.

Melihat Lebih Dekat Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan 8 Elite Gen 6

Di area acara, Qualcomm juga menampilkan materi visual khusus untuk Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Gen 6.

Dua platform tersebut ditampilkan sebagai bagian dari strategi dual flagship Qualcomm untuk perangkat premium.

Dari sisi pengalaman yang ingin dibangun, Qualcomm menempatkan AI sebagai salah satu komponen penting, bukan lagi sekadar fitur tambahan.

Kemampuan AI pada perangkat generasi baru diharapkan dapat memahami konteks pengguna dan membantu menjalankan berbagai tugas secara lebih responsif.

Pendekatan tersebut juga terlihat dari cara Qualcomm menjelaskan Agentic AI sebagai sebuah pengalaman yang melibatkan banyak komponen sekaligus.

CPU, GPU, NPU, sensor, konektivitas, memori, dan efisiensi daya perlu bekerja secara terintegrasi agar AI dapat memberikan pengalaman yang lebih personal.

Dengan kata lain, Qualcomm tidak hanya mengejar peningkatan performa satu komponen, tetapi mencoba mengoptimalkan keseluruhan sistem.

Snapdragon X2 Series Bawa Performa Lebih Tinggi ke PC

Jika Snapdragon 8 Elite Series menjadi pusat perhatian di kategori smartphone, maka Snapdragon X2 Series mengambil peran serupa di dunia PC.

Qualcomm menyebut Snapdragon X2 Series mampu memberikan peningkatan performa hingga 67 persen dibandingkan generasi sebelumnya, dengan penggunaan daya hingga 43 persen lebih rendah.

Kombinasi tersebut menjadi salah satu fokus utama Qualcomm untuk perangkat PC yang mengandalkan mobilitas.

Laptop berbasis Snapdragon selama ini memang diposisikan untuk menghadirkan performa tinggi dengan konsumsi daya yang efisien. Melalui Snapdragon X2 Series, Qualcomm kembali memperluas kemampuan tersebut sekaligus memberikan perhatian lebih besar pada pemrosesan AI.

Untuk kebutuhan grafis, Snapdragon X2 Series menggunakan Adreno X2.

Sementara untuk AI, Qualcomm membekali platform tersebut dengan NPU yang mencapai 80 TOPS.

Qualcomm menyebut NPU tersebut mampu memberikan performa hingga 67 persen lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya dalam pemrosesan AI.

Jika melihat arah pengembangan ini, kemampuan AI pada laptop berbasis Snapdragon semakin diarahkan untuk berjalan secara lokal atau on-device, sehingga perangkat dapat melakukan lebih banyak pemrosesan tanpa harus selalu bergantung pada cloud.

Agentic AI Menjadi Benang Merah Acara

Istilah Agentic AI menjadi salah satu kata yang paling sering muncul dalam presentasi Qualcomm kali ini.

Qualcomm melihat perkembangan AI bergerak menuju tahap ketika perangkat tidak hanya menunggu perintah pengguna, tetapi semakin mampu memahami konteks dan membantu menyelesaikan berbagai tugas.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Qualcomm menggunakan pendekatan system-level.

Pendekatan ini mengintegrasikan CPU, GPU, NPU, sensor, konektivitas, memori, dan efisiensi daya dalam satu sistem.

Hal ini penting karena kemampuan AI modern tidak lagi berdiri sendiri.

Pada smartphone, misalnya, AI dapat berkaitan dengan kamera, suara, sensor, konektivitas, aplikasi, hingga berbagai aktivitas pengguna.

Pada PC, AI dapat digunakan untuk produktivitas, komunikasi, pembuatan konten, maupun aplikasi yang membutuhkan pemrosesan lokal.

Qualcomm ingin seluruh komponen tersebut bekerja bersama sehingga perangkat dapat memberikan respons yang lebih cepat dan relevan.

Bukan Hanya Smartphone, Snapdragon Kini Ada di Mana-Mana

Salah satu hal yang cukup menarik dari acara ini adalah luasnya ekosistem perangkat yang diperlihatkan.

Jika selama ini Snapdragon identik dengan smartphone Android, area demo Snapdragon Partners & Media Event Indonesia 2026 menunjukkan gambaran yang jauh lebih luas.

Di salah satu area, terlihat deretan smartphone dari berbagai merek yang menggunakan platform Snapdragon.

Tidak jauh dari sana, Qualcomm juga menampilkan perangkat dari kategori lain.

Ada Ray-Ban Meta Glasses, Meta Quest 3, perangkat audio dari Bose, Lenovo Legion Gaming Tab, hingga Samsung Watch Ultra 2.

Pengunjung juga dapat melihat berbagai perangkat audio seperti headphone dan earbuds, serta perangkat wearable yang menjadi bagian dari ekosistem Snapdragon.

Bagi Qualcomm, perluasan ini merupakan bagian dari visi untuk menghadirkan pengalaman komputasi yang lebih terhubung.

Smartphone, PC, wearable, perangkat XR, dan perangkat lainnya secara perlahan tidak lagi berdiri sendiri.

Snapdragon Elite Gaming Zone Jadi Salah Satu Area yang Menarik Perhatian

Selain area display perangkat, Qualcomm juga menyiapkan Snapdragon Elite Gaming Zone.

Area ini memperlihatkan fokus Qualcomm terhadap gaming, baik di perangkat mobile maupun kategori komputasi lainnya.

Dalam dokumentasi, terlihat sejumlah perangkat gaming yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan Snapdragon dalam menjalankan berbagai pengalaman interaktif.

Gaming sendiri menjadi salah satu area yang terus dikembangkan Qualcomm.

Pada Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, Qualcomm menggabungkan kemampuan grafis dengan teknologi Adreno Neural Fusion untuk membawa elemen AI ke pengalaman gaming.

Sementara pada Snapdragon X2 Series, Qualcomm memperkenalkan Adreno X2 sebagai bagian dari peningkatan kemampuan grafis pada PC.

Dengan demikian, gaming tetap menjadi salah satu bagian penting dari strategi Snapdragon, bersamaan dengan AI dan efisiensi daya.

Area Demo Memperlihatkan Snapdragon dalam Berbagai Bentuk

Bagi media yang hadir secara langsung, salah satu bagian menarik dari acara ini justru berada di area demo.

Tidak hanya melihat slide presentasi, peserta dapat melihat berbagai perangkat secara langsung.

Deretan smartphone dipajang dengan informasi mengenai platform yang digunakan. Ada pula perangkat gaming yang dapat dicoba, laptop dan PC, serta berbagai perangkat dari kategori XR, audio, dan wearable.

Salah satu display bahkan memperlihatkan perangkat XR dan audio secara berdampingan dengan perangkat wearable serta gaming.

Hal tersebut memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai bagaimana Qualcomm ingin membangun Snapdragon sebagai platform lintas kategori.

Bukan hanya prosesor yang ada di dalam sebuah smartphone, tetapi fondasi komputasi untuk berbagai perangkat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ekosistem Snapdragon PC Terus Diperluas

Qualcomm juga memberikan perhatian cukup besar terhadap perkembangan ekosistem aplikasi pada Snapdragon PC.

Perusahaan menyebut ekosistem Snapdragon PC kini telah memiliki lebih dari 7.300 aplikasi kompatibel dan lebih dari 3.000 game yang didukung.

Qualcomm juga memperluas portofolio melalui Snapdragon C, yang ditujukan untuk laptop entry-level.

Platform tersebut membawa fokus pada performa responsif, efisiensi daya, dan kemampuan AI.

Selain Windows, Qualcomm juga memperluas dukungan Snapdragon ke kategori perangkat dan sistem operasi lainnya, termasuk Google Chromebook dan Linux.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa Qualcomm ingin Snapdragon PC tidak hanya menjadi alternatif untuk segmen laptop premium, tetapi secara bertahap masuk ke lebih banyak kelas perangkat.

Dari Laptop hingga Smart Glasses

Perluasan ekosistem Snapdragon juga terlihat dari berbagai perangkat yang dipamerkan dalam acara.

Pengunjung dapat melihat bagaimana teknologi Snapdragon hadir pada perangkat yang bentuk dan cara penggunaannya sangat berbeda.

Laptop digunakan untuk produktivitas.

Tablet gaming ditujukan untuk hiburan.

Smart glasses membawa pengalaman komputasi ke perangkat yang dikenakan.

Headphone dan earbuds berfokus pada pengalaman audio.

Sementara smartwatch menjadi bagian dari perangkat wearable yang terus berkembang.

Masing-masing memiliki kebutuhan komputasi yang berbeda. Namun Qualcomm mencoba menghubungkan semuanya melalui kemampuan pemrosesan, AI, dan konektivitas yang menjadi bagian dari platform Snapdragon.

Qualcomm: Teknologi Harus Memberikan Manfaat yang Terasa

Dalam acara tersebut, Don McGuire, EVP dan Chief Marketing Officer Qualcomm Incorporated, menekankan bahwa teknologi akan memberikan nilai lebih besar ketika mampu menjawab kebutuhan nyata pengguna.

Pernyataan tersebut menjadi cukup relevan dengan arah pengembangan Snapdragon saat ini.

Qualcomm tidak hanya berbicara mengenai angka performa CPU atau GPU, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut diterjemahkan menjadi pengalaman yang dirasakan pengguna.

Mulai dari AI yang dapat berjalan langsung di perangkat, efisiensi daya, konektivitas antara smartphone dan PC, gaming, pembuatan konten, hingga pengembangan IoT dan otomatisasi.

Dengan semakin banyaknya perangkat yang menggunakan AI secara lokal, Qualcomm ingin pemrosesan tersebut menjadi bagian yang lebih natural dari aktivitas sehari-hari.

Indonesia dan Asia Tenggara Jadi Bagian Penting

Dalam presentasinya, ST Liew, Vice President Qualcomm Technologies, Inc. sekaligus President Qualcomm Southeast Asia, Australia and New Zealand, menyampaikan bahwa Indonesia dan Asia Tenggara memiliki peran penting dalam perkembangan ekosistem tersebut.

Menurut Qualcomm, kebutuhan komputasi di era Agentic AI akan semakin terintegrasi antara perangkat, edge, dan cloud.

Karena itu, Qualcomm menyatakan akan terus bekerja sama dengan OEM dan mitra ekosistem untuk membawa inovasi yang relevan bagi konsumen.

Kehadiran acara Snapdragon Partners & Media Event Indonesia 2026 sendiri menjadi salah satu bentuk bagaimana Qualcomm memperlihatkan arah teknologi tersebut secara langsung kepada media dan mitra di Indonesia.

Snapdragon Sedang Bergerak ke Babak Berikutnya

Dari apa yang diperlihatkan di Snapdragon Partners & Media Event Indonesia 2026, terlihat bahwa Qualcomm sedang membawa Snapdragon ke arah yang lebih luas.

Di sisi mobile, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Gen 6 menjadi fondasi baru untuk perangkat flagship.

Di sisi PC, Snapdragon X2 Series membawa peningkatan performa, efisiensi, dan kemampuan AI.

Sementara di luar dua kategori tersebut, Qualcomm terus memperluas Snapdragon ke gaming, XR, audio, wearable, dan berbagai perangkat terhubung lainnya.

Semua itu bertemu pada satu konsep yang menjadi tema besar acara kali ini: Agentic AI.

Jika generasi AI sebelumnya lebih banyak berfokus pada kemampuan menghasilkan atau menjawab sesuatu, Qualcomm ingin generasi berikutnya dapat menjadi bagian yang lebih aktif dalam membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan.

Dan untuk mencapai visi tersebut, perangkat membutuhkan lebih dari sekadar chipset yang cepat.

CPU, GPU, NPU, sensor, memori, konektivitas, dan efisiensi daya harus bekerja sebagai sebuah sistem.

Itulah pendekatan yang coba ditawarkan Qualcomm melalui generasi Snapdragon terbaru.

Bagi konsumen Indonesia, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana teknologi tersebut akan diterjemahkan oleh para produsen perangkat ke dalam produk nyata.

Qualcomm sendiri menyatakan bahwa ketersediaan produk, model perangkat, harga, serta waktu peluncuran akan mengikuti pengumuman dan keputusan masing-masing mitra.

Dengan demikian, Snapdragon Partners & Media Event Indonesia 2026 bukan hanya menjadi tempat Qualcomm memperkenalkan chipset baru, tetapi juga menjadi gambaran mengenai arah perangkat konsumen yang akan semakin bergantung pada AI, pemrosesan lokal, konektivitas, dan integrasi lintas perangkat.

Sumber: Qualcomm Technologies, Inc.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button