Computer Systems

ASUS Ascent GX10 64 GB Hadir dengan NVIDIA GB10 dan Performa AI hingga 1 PetaFLOP

ASUS mengumumkan konfigurasi baru Ascent GX10 64 GB, memperluas lini compact AI supercomputer perusahaan yang sebelumnya tersedia dengan unified memory 128 GB. Sistem berbasis platform NVIDIA DGX Spark ini ditujukan untuk developer, researcher, data scientist, dan tim yang ingin mengembangkan agentic AI secara lokal.

Ascent GX10 64 GB menggunakan NVIDIA GB10 Grace Blackwell Superchip yang sama dengan varian 128 GB dan menawarkan performa AI hingga 1 petaFLOP. Perbedaan utamanya terletak pada kapasitas memory, dengan model baru dibekali 64 GB LPDDR5x coherent unified memory dan bandwidth 273 GB/s.

ASUS memosisikan konfigurasi tersebut sebagai entry point yang lebih terjangkau untuk menjalankan model open-source modern kelas 30–35 miliar parameter, local inference, pengembangan model, dan autonomous AI agent.

NVIDIA GB10 Grace Blackwell Tetap Menjadi Otak Utama

Meski kapasitas memory dipangkas menjadi separuh dari model 128 GB, ASUS tidak menurunkan platform komputasi utama Ascent GX10.

Sistem ini tetap menggunakan NVIDIA GB10 Grace Blackwell Superchip, yang menggabungkan Blackwell GPU dengan fifth-generation Tensor Cores dan dukungan FP4 bersama CPU NVIDIA Grace berbasis Arm dengan 20 core.

CPU dan GPU terhubung melalui NVIDIA NVLink-C2C yang menyediakan coherent memory model.

Menurut ASUS, interconnect tersebut menawarkan bandwidth lima kali lebih tinggi dibandingkan PCIe Gen 5 untuk komunikasi CPU dan GPU.

Arsitektur tersebut memungkinkan Ascent GX10 menghasilkan performa AI hingga 1 petaFLOP dalam perangkat ringkas yang dapat dijalankan menggunakan sumber listrik standar.

Karakteristik ini membuat sistem cocok untuk workload AI yang berjalan dalam waktu panjang, termasuk always-on agent.

64 GB LPDDR5x Unified Memory dengan Bandwidth 273 GB/s

Ascent GX10 terbaru dilengkapi 64 GB LPDDR5x coherent unified memory dengan memory bandwidth hingga 273 GB/s.

Unified memory memungkinkan CPU dan GPU bekerja menggunakan memory pool yang sama sehingga data tidak harus selalu dipindahkan antara system memory dan dedicated GPU memory seperti pada arsitektur PC konvensional.

ASUS menyebut kapasitas 64 GB tersebut dirancang untuk generasi terbaru model open-source yang semakin efisien.

Salah satu contoh yang diberikan perusahaan adalah Qwen3.8-27B, yang dapat dijalankan dalam memory footprint yang sesuai dengan Ascent GX10 64 GB.

Dengan kapasitas tersebut, ASUS menargetkan model kelas 30–35B parameter serta agentic AI workload yang tidak membutuhkan kapasitas memory sebesar konfigurasi 128 GB.

Dua Unit Bisa Digabung Menjadi 128 GB

Salah satu fitur utama Ascent GX10 64 GB adalah kemampuan scale-out melalui NVIDIA ConnectX-7.

Dua unit dapat dihubungkan menjadi sebuah cluster dengan total hingga 128 GB unified memory, performa AI hingga 2 petaFLOP, dan combined memory bandwidth hingga 546 GB/s.

ASUS mengklaim konfigurasi dua unit 64 GB tersebut dapat memberikan performa hingga 1,7 kali lebih tinggi dibandingkan satu Ascent GX10 128 GB pada workload yang sesuai.

Pendekatan ini memungkinkan developer memulai dengan satu unit untuk prototyping dan inference, kemudian menambahkan sistem kedua ketika kebutuhan model, context window, atau jumlah concurrent agent meningkat.

Dengan demikian, pengguna tidak harus langsung membeli konfigurasi memory terbesar ketika workload awal belum membutuhkannya.

Cluster Bisa Menjalankan Model yang Lebih Besar

Konfigurasi dua Ascent GX10 64 GB juga dapat digunakan untuk menjalankan model yang membutuhkan memory lebih besar.

Dengan clustering dan dukungan format NVIDIA NVFP4, ASUS menyebut pengguna dapat menjalankan versi terkompresi dari model yang lebih besar, termasuk Qwen3.8-Flash-Next.

Proses konfigurasi cluster dilakukan menggunakan NVIDIA Sync App dan Cluster Assistant.

Menurut ASUS, dua sistem dapat dikonfigurasi dalam hitungan menit tanpa mengubah software environment maupun workflow yang sudah digunakan.

Pendekatan tersebut memberikan jalur scaling dari single-node development menuju konfigurasi multi-system tanpa harus langsung berpindah ke server AI tradisional.

Fokus pada Agentic AI yang Berjalan Secara Lokal

ASUS secara khusus menempatkan Ascent GX10 64 GB sebagai infrastruktur untuk era agentic AI.

Berbeda dari chatbot tradisional yang menunggu pertanyaan pengguna, AI agent dapat merencanakan tugas, menggunakan tool, dan mengeksekusi workflow yang terdiri dari banyak langkah.

Karakteristik tersebut dapat menghasilkan konsumsi token yang jauh lebih tinggi ketika agent berjalan terus-menerus atau melayani banyak workflow.

Menjalankan model melalui cloud API dalam skenario tersebut dapat meningkatkan biaya inference sekaligus membuat organisasi perlu mempertimbangkan bagaimana confidential data dan intellectual property diproses oleh layanan eksternal.

Local AI menawarkan pendekatan alternatif dengan menjalankan model, prompt, dan data pada hardware milik organisasi sendiri.

Ascent GX10 dirancang untuk skenario tersebut dengan memberikan platform AI yang dapat ditempatkan langsung di lingkungan developer atau perusahaan.

Sistem Pendingin untuk Long-Running AI Workload

Ascent GX10 64 GB menggunakan thermal design yang sama dengan versi 128 GB.

ASUS membekalinya dengan 7-level fan control, ultrawide fins, lima heat pipe, dan dua kipas berukuran 140 x 80 mm.

Udara ditarik melalui ventilation opening di bagian bawah chassis untuk menjaga aliran udara selama sistem menjalankan workload AI dalam waktu panjang.

Pendinginan menjadi faktor penting pada compact AI computer karena CPU, GPU, dan memory dapat bekerja dengan utilization tinggi secara terus-menerus ketika menjalankan inference atau autonomous agent.

ASUS merancang sistem thermal tersebut untuk mempertahankan performa pada long-running agent session tanpa membutuhkan chassis server berukuran besar.

NVIDIA DGX OS dan AI Software Stack Sudah Tersedia

Ascent GX10 64 GB hadir dengan NVIDIA DGX OS dan full NVIDIA AI software stack.

Software environment tersebut mencakup tool dan framework seperti PyTorch, Jupyter, dan Ollama, sehingga developer dapat langsung membangun maupun menjalankan AI workload tanpa harus menyiapkan seluruh software stack dari awal.

ASUS juga menyebut dukungan NVIDIA OpenShell dan NVIDIA NemoClaw untuk policy-based agent security.

Kemampuan tersebut relevan untuk agentic AI karena AI agent dapat memiliki akses terhadap tool, aplikasi, dan data yang lebih luas dibandingkan chatbot konvensional.

Sistem turut mendukung remote management berbasis SSH, memungkinkan tim IT melakukan provisioning dan monitoring beberapa unit Ascent GX10 sebagai bagian dari infrastruktur perusahaan.

Menjadi Bagian dari Ekosistem Local AI ASUS

ASUS tidak memosisikan Ascent GX10 sebagai produk yang berdiri sendiri.

Perusahaan sedang membangun portfolio local AI yang mencakup berbagai kelas perangkat.

ProArt laptop dan mini PC berbasis NVIDIA RTX Spark diarahkan sebagai personal AI workspace untuk content creation, interaksi dengan agent, application control, dan workflow development.

Di tingkat berikutnya, Ascent GX10 berbasis NVIDIA DGX Spark menawarkan kapasitas lebih besar untuk local AI development dan model prototyping.

Untuk workload profesional dan enterprise yang lebih berat, ASUS memiliki ExpertCenter Pro ET900 berbasis NVIDIA DGX Station.

Strategi tersebut memungkinkan organisasi memilih kelas hardware berdasarkan ukuran model, kapasitas memory, jumlah pengguna, dan skala workload yang diperlukan.

Alternatif Lebih Fleksibel dari Model 128 GB

Konfigurasi 64 GB memberikan opsi baru bagi pengguna yang belum membutuhkan memory 128 GB tetapi tetap menginginkan arsitektur NVIDIA DGX Spark dan performa GB10 Grace Blackwell.

Pengguna dapat memulai dengan satu sistem untuk menjalankan model kelas 30–35B, local inference, development, dan autonomous agent.

Ketika kebutuhan meningkat, dua unit dapat dikonfigurasi sebagai cluster untuk menyediakan memory dan compute resource yang lebih besar.

Sementara itu, Ascent GX10 128 GB tetap ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan kapasitas memory besar dalam satu sistem serta workload AI lokal yang lebih berat.

Dengan hadirnya model 64 GB, ASUS memperluas pilihan compact AI supercomputer bagi developer dan organisasi yang ingin menjalankan agentic AI secara lokal tanpa sepenuhnya bergantung pada cloud infrastructure.

Sumber: ASUS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button