Security

Citrix Minta Admin Segera Patch Dua Celah Baru di NetScaler

Citrix memperingatkan pelanggan untuk segera mengamankan sistem mereka setelah ditemukan dua kerentanan baru yang memengaruhi NetScaler Gateway dan NetScaler ADC.

Salah satu celah tersebut memiliki tingkat keparahan kritis dan dapat memungkinkan penyerang dari jarak jauh melewati mekanisme autentikasi tanpa memerlukan hak akses sebelumnya. Kondisi ini berpotensi memberikan akses tidak sah ke perangkat NetScaler yang terdampak.

Kerentanan paling serius dilacak sebagai CVE-2026-19490. Celah ini dapat dieksploitasi ketika perangkat dikonfigurasi sebagai AAA virtual server atau sebagai Gateway, termasuk dalam skenario SSL VPN, ICA Proxy, CVPN, dan RDP Proxy.

Dampak eksploitasi bergantung pada versi firmware NetScaler yang digunakan serta konfigurasi SAML Action pada perangkat.

CVE-2026-19490 Memungkinkan Bypass Autentikasi

CVE-2026-19490 menjadi perhatian utama karena penyerang yang tidak terautentikasi dapat mengeksploitasi perangkat dari jarak jauh untuk melewati proses autentikasi.

Administrator dapat memeriksa apakah konfigurasi NetScaler mereka memenuhi kondisi yang diperlukan untuk eksploitasi dengan melihat konfigurasi SAML Action serta konfigurasi authentication dan VPN virtual server.

Citrix menyarankan administrator memeriksa keberadaan konfigurasi terkait SAML dan virtual server untuk menentukan apakah perangkat mereka terdampak.

Jika konfigurasi tersebut ditemukan pada perangkat yang menggunakan firmware rentan, administrator sebaiknya segera melakukan upgrade ke versi yang telah mendapatkan perbaikan keamanan.

Celah Kedua Dapat Menyebabkan DoS

Kerentanan kedua, CVE-2026-19489, memiliki tingkat keparahan tinggi dan berkaitan dengan memory overflow.

Berbeda dengan CVE-2026-19490, celah ini dapat dimanfaatkan oleh penyerang jarak jauh tanpa autentikasi untuk melancarkan serangan denial-of-service (DoS).

Eksploitasi membutuhkan kondisi konfigurasi tertentu, yaitu ketika SIP ALG (Session Initiation Protocol Application Layer Gateway) diaktifkan pada konfigurasi large-scale NAT group.

Administrator dapat memeriksa konfigurasi perangkat untuk mengetahui apakah kondisi tersebut terpenuhi. Jika terdapat konfigurasi SIP ALG pada LSN group, perangkat perlu dievaluasi dan diperbarui ke build yang telah diperbaiki.

Versi NetScaler yang Perlu Diperbarui

Citrix meminta pelanggan melakukan upgrade terhadap perangkat NetScaler ADC dan NetScaler Gateway yang terdampak ke versi berikut atau yang lebih baru:

  • NetScaler ADC dan NetScaler Gateway 14.1-73.32
  • NetScaler ADC dan NetScaler Gateway 13.1-63.21
  • NetScaler ADC FIPS 14.1-73.32 FIPS
  • NetScaler ADC FIPS dan NDcPP 13.1-37.277, sesuai dengan perangkat dan konfigurasi yang digunakan

Pembaruan tersebut berlaku untuk versi NetScaler yang masih mendapatkan dukungan, termasuk sejumlah build FIPS dan NDcPP.

Citrix juga menyebut bahwa deployment SecurAccess ZTNA Hybrid, yang sebelumnya dikenal sebagai Secure Private Access Hybrid, dapat terdampak apabila menggunakan instance NetScaler yang dikelola pelanggan sendiri.

Belum Dieksploitasi, tetapi Riwayat NetScaler Patut Diwaspadai

Hingga peringatan ini diterbitkan, kedua kerentanan tersebut belum ditandai sebagai telah dieksploitasi dalam serangan aktif. Meski demikian, Citrix tetap meminta administrator melakukan patch sesegera mungkin.

Peringatan tersebut tidak berlebihan mengingat sejumlah kerentanan NetScaler sebelumnya mulai dieksploitasi tidak lama setelah Citrix mengeluarkan imbauan untuk melakukan pembaruan.

Pada Maret 2026, misalnya, Citrix meminta administrator segera memperbaiki CVE-2026-3055 dan CVE-2026-4368. Beberapa hari kemudian, kedua celah tersebut mulai disalahgunakan oleh penyerang di dunia nyata.

CVE-2026-3055 kemudian dimasukkan ke dalam Known Exploited Vulnerabilities (KEV) Catalog milik CISA pada 30 Maret. Lembaga pemerintah Amerika Serikat juga diperintahkan untuk mengamankan perangkat Citrix yang rentan dalam waktu tiga hari.

Lebih dari 23.000 NetScaler Terekspos Online

Risiko terhadap perangkat NetScaler juga diperbesar oleh jumlah instance yang dapat diakses langsung dari internet.

Data pemantauan menunjukkan terdapat lebih dari 22.000 NetScaler ADC dan hampir 1.800 NetScaler Gateway yang terekspos secara online.

Jumlah tersebut tidak berarti seluruh perangkat rentan terhadap CVE-2026-19489 atau CVE-2026-19490. Data tersebut juga tidak memberikan informasi mengenai berapa banyak instance yang merupakan honeypot maupun perangkat yang memenuhi kondisi konfigurasi yang diperlukan untuk eksploitasi.

Namun, besarnya jumlah perangkat yang dapat dijangkau dari internet tetap menjadikan NetScaler sebagai target menarik bagi threat actor.

Dalam lima tahun terakhir, CISA telah mencatat 22 kerentanan Citrix yang dieksploitasi di dunia nyata. Enam di antaranya juga diketahui digunakan dalam serangan ransomware.

Dengan mempertimbangkan riwayat tersebut, administrator sebaiknya tidak menunggu sampai CVE-2026-19489 atau CVE-2026-19490 masuk ke daftar kerentanan yang telah dieksploitasi sebelum melakukan patch. Perangkat NetScaler yang terekspos internet dan memenuhi kondisi konfigurasi yang diperlukan sebaiknya segera diperbarui ke build yang direkomendasikan Citrix.

Sumber: Citrix

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button