CubePilot Jadi Korban DNS Hijacking, Pengguna Diminta Ganti Password dan Waspadai Firmware

Perusahaan teknologi drone asal Australia, CubePilot, mengonfirmasi mengalami serangan DNS hijacking yang menyebabkan lalu lintas menuju berbagai layanan perusahaan sempat dialihkan ke infrastruktur yang dikendalikan pelaku.
Insiden tersebut berpotensi memungkinkan penyerang mencuri kredensial pengguna, mencegat komunikasi, hingga mendistribusikan konten berbahaya tanpa menimbulkan peringatan keamanan pada browser.
Penyerang Kuasai Pengaturan DNS
Menurut keterangan resmi CubePilot, pelaku berhasil mengambil alih pengaturan DNS untuk domain cubepilot.org pada 24 Juli 2026.
Dengan mengendalikan DNS, seluruh permintaan pengguna menuju layanan resmi perusahaan dapat diarahkan ke server milik penyerang tanpa disadari oleh korban.
Situasi menjadi semakin serius karena pelaku juga berhasil memperoleh sertifikat TLS yang mencakup seluruh subdomain cubepilot.org.
Akibatnya, pengguna tetap melihat ikon gembok HTTPS yang valid meskipun sebenarnya sedang terhubung ke server milik penyerang.
Kredensial Pengguna Berpotensi Dicuri
CubePilot memperingatkan bahwa siapa pun yang memasukkan nama pengguna dan kata sandi ke layanan perusahaan pada 24 Juli 2026 kemungkinan telah menyerahkan kredensial tersebut kepada pelaku.
Layanan yang berpotensi terdampak meliputi portal pelanggan maupun forum komunitas.
Perusahaan meminta seluruh pengguna segera mengganti kata sandi akun CubePilot dan juga mengganti password pada layanan lain apabila menggunakan kombinasi yang sama.
Langkah Penanganan
CubePilot menyatakan berhasil memperoleh kembali kendali atas domainnya pada hari yang sama.
Setelah itu perusahaan segera melakukan sejumlah langkah mitigasi, antara lain:
- Mencabut seluruh sertifikat TLS yang diterbitkan secara tidak sah.
- Mengamankan bukti digital untuk kebutuhan investigasi.
- Memberitahukan penyedia layanan terkait.
- Melaporkan insiden kepada Australian Cyber Security Centre (ACSC) serta aparat penegak hukum Australia.
Perusahaan juga berjanji akan menghubungi secara langsung pihak-pihak yang dipastikan terdampak setelah investigasi selesai.
Layanan Masih Dihentikan Sementara
Sebagai langkah pencegahan, CubePilot menonaktifkan sejumlah layanan penting, termasuk:
- Portal OEM.
- Forum komunitas.
- Portal dokumentasi.
- Sistem ERP perusahaan.
CEO CubePilot, Philip Rowse, menjelaskan bahwa penghentian sementara dilakukan agar proses investigasi dapat berjalan tanpa risiko tambahan.
Firmware Masih Diperiksa
CubePilot juga mengingatkan pelanggan agar tidak memasang firmware yang diunduh pada 24 hingga 25 Juli 2026 hingga proses verifikasi integritas selesai dilakukan.
Sementara itu, firmware yang diperoleh sebelum 24 Juli dinyatakan masih aman untuk digunakan.
Perusahaan saat ini masih melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan tidak ada file yang telah dimodifikasi selama insiden berlangsung.
Waspadai Permintaan Pembayaran
Selain risiko pencurian akun, CubePilot juga memperingatkan pelanggan agar berhati-hati terhadap permintaan pembayaran yang mengatasnamakan perusahaan.
Selama proses pemulihan berlangsung, pelanggan diminta mengonfirmasi setiap permintaan pembayaran melalui kontak resmi yang biasa digunakan sebelum melakukan transaksi.
Digunakan di Berbagai Sektor Penting
CubePilot dikenal sebagai pengembang sistem autopilot dan perangkat navigasi untuk pesawat tanpa awak (UAV).
Produknya digunakan di berbagai sektor, mulai dari pemetaan, pertanian, pencarian dan penyelamatan, hingga kebutuhan pemerintahan dan pertahanan.
Perusahaan juga sebelumnya secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Ukraina, dan sejumlah produknya diketahui telah dikirim ke negara tersebut sebagai bagian dari paket bantuan pemerintah Australia.
Insiden ini menunjukkan bahwa serangan terhadap infrastruktur DNS masih menjadi ancaman serius. Ketika dikombinasikan dengan sertifikat TLS yang sah, pengguna dapat dengan mudah terkecoh karena koneksi tetap terlihat aman meski sebenarnya seluruh lalu lintas telah dialihkan ke server milik penyerang.








