Computex Taipei 2026Hubs

Dominasi Baru Data Center: Intel Lepas Xeon 6+ 288-Core Berbasis 18A dan GPU Kritis “Crescent Island” 480 GB

Raksasa semikonduktor Intel resmi mengumumkan rangkaian pembaruan masif untuk lini infrastruktur pusat data (data center) mereka pada ajang COMPUTEX 2026. Menghadapi lompatan tren teknologi ke arah Kecerdasan Buatan berbasis Agen (Agentic AI), Intel mengambil pendekatan level sistem (systems-level approach) yang menempatkan kembali CPU sebagai pusat kendali (control plane) utama untuk mengatur konkurensi, orkestrasi, dan pergerakan data raksasa.

Pilar utama dari pengumuman kali ini bertumpu pada peluncuran resmi prosesor Intel Xeon 6+, kartu jaringan akselerasi Intel Ethernet E835 Series, serta detail spesifikasi mutakhir untuk kartu akselerator GPU data center masa depan mereka, Crescent Island.\


1. Intel Xeon 6+ “Clearwater Forest”: CPU Berbasis 18A Pertama di Dunia

Intel Xeon 6+ (sebelumnya dikenal dengan nama kode Clearwater Forest) mencatatkan sejarah penting bagi Intel sebagai CPU data center pertama yang diproduksi secara massal menggunakan simpul fabrikasi paling canggih mereka, Intel 18A.

Arsitektur Sirkulasi Chiplet Densitas Tinggi

Prosesor kasta tertinggi Xeon 6990E+ dibangun menggunakan teknik pengemasan disaggregasi (disaggregated packaging) mutakhir untuk mengejar kerapatan performa rak (rack density) terbaik di industri:

  • Kompleks CPU: Membawa 12 chiplet CPU yang diproduksi dengan node Intel 18A. Setiap chiplet mengemas 24 inti efisiensi (Darkmont E-cores) tanpa Hyper-Threading, menghasilkan total 288 inti murni (real cores) dalam satu soket fisik LGA 4710.
  • Base & I/O Tiles: Menempatkan chiplet CPU di atas 3 base tiles aktif berbasis fabrikasi Intel 3 yang menampung memori raksasa 576 MB L3 cache, diapit oleh 2 I/O chiplet berbasis Intel 7 menggunakan teknologi interkoneksi Foveros Direct berlatensi super rendah.

Lompatan Performa & Manajemen Daya Pintar

  • Efisiensi Thread Per Watt: Intel mengklaim Xeon 6990E+ memberikan peningkatan performa rata-rata 30% lebih kencang per thread serta 30% lebih hemat daya dibandingkan prosesor rival terdekatnya, AMD EPYC 9965 (192-core Turin).
  • Dukungan Bandwidth: Mendukung saluran memori 12-channel DDR5 dengan kecepatan ekstrem hingga 8000 MT/s memanfaatkan teknologi MRDIMM, serta menyediakan 96 jalur PCIe Gen 5.0 (termasuk 64 jalur CXL 2.0).
  • Fitur Intel AET (Application Energy Telemetry): Ini adalah fitur telemetri berbasis perangkat keras pertama yang disuntikkan ke dalam lini Xeon. Fitur ini memungkinkan pengelola data center memantau konsumsi energi CPU secara real-time hingga tingkat kontainer aplikasi, microservices, bahkan pada level utas perangkat lunak tunggal (individual software thread-level).
  • Konsolidasi Server 9:1: Mampu memangkas kebutuhan ruang fisik rak server hingga rasio 9 banding 1 jika dibandingkan dengan sistem lawas generasi ke-2 Intel Xeon.

2. Intel Crescent Island: GPU Akselerator Agentic AI Berkapasitas 480 GB

Untuk divisi akselerator grafis, Intel membeberkan cetak biru final dari data center GPU generasi terbaru mereka, bertajuk Crescent Island.

[Intel Crescent Island Accelerator Card]
       │
       ▼ [Arsitektur GPGPU Murni "Xe3P"]
       ├── Tanpa Unit Rendering 3D / Grafis Tradisional
       ├── 350 Watt Air-Cooled PCIe Form Factor
       ├── Memori Utama: Hingga 480 GB LPDDR5X (Bus Lebar 640-bit)
       └── Format Data Kompleks: Native FP4/MXFP4 hingga FP64

Strategi LPDDR5X untuk Mencegah Kelangkaan HBM

Di tengah perang pasokan memori HBM (High Bandwidth Memory) dunia yang mahal dan langka, Intel mengambil manuver arsitektur yang sangat unik dengan mempercayakan LPDDR5X sebagai memori utama GPU Crescent Island.

Meskipun LPDDR5X memiliki bandwidth mentah di bawah HBM4, Intel menyiasatinya dengan menerapkan desain jalur interkoneksi bus memori super lebar (diprediksi bersasis 640-bit menghubungkan 20 modul LPDDR5X). Kartu referensi standar Intel akan membawa kapasitas 160 GB VRAM, namun mitra manufaktur (ODM) diberikan kebebasan penuh untuk mendongkrak kapasitasnya hingga 480 GB VRAM menggunakan modul densitas tinggi buatan Samsung. Kepadatan kapasitas ini bahkan sukses melampaui batas kapasitas fisik NVIDIA Vera Rubin (288 GB HBM4) dan AMD Instinct MI450X (432 GB HBM4).

Optimalisasi Performa per Watt

Crescent Island murni didesain sebagai mesin GPGPU untuk kebutuhan inferensi kecerdasan buatan (AI inference) skala masif (“Tokens-as-a-service”) dan tidak memiliki sirkuit untuk pemrosesan grafis game 3D tradisional. Pemangkasan sirkuit grafis ini membuat area cetakan mati (die area) fokus diisi oleh komputasi inti AI.

Berkat penggunaan memori rendah daya LPDDR5X, akselerator berbentuk kartu PCIe ini hanya memakan daya TDP 350 Watt dan cukup didinginkan menggunakan sistem kipas udara (air-cooled), membuatnya sangat mudah dipasang langsung ke dalam rak server standar 4U/5U tanpa memerlukan instalasi pendingin cair rumit. Kartu ini dijadwalkan masuk tahap pengambilan sampel pelanggan (customer sampling) pada paruh kedua (2H) 2026.


3. Intel Ethernet E835: Jalur Konektivitas Jaringan 200 GbE Efisiensi Tinggi

Guna menjamin kelancaran sirkulasi data antar-rak server AI tanpa hambatan, Intel melepas pengontrol jaringan Intel Ethernet E835 Series.

  • Konektivitas Fleksibel: Menyemburkan kapasitas lalu lintas throughput hingga 200 GbE dengan dukungan konfigurasi multi-port dinamis (mulai dari 2x25GbE, 4x25GbE, 2x100GbE, hingga 1x200GbE) menggunakan perangkat lunak Intel Ethernet Port Configuration Tool (EPCT).
  • Unggul Telak dari Kompetitor: Efisiensi konversi daya sirkuit adapter E835-CQDA2 teruji mencatatkan performa per watt 1,9 kali lebih tinggi dibandingkan NVIDIA ConnectX-6 DX dan 1,4 kali lebih hemat energi dibandingkan Broadcom BCM957508-P2100G.
  • Akselerasi RDMA: Mengimplementasikan protokol RDMA (RoCEv2/iWARP) terintegrasi untuk memotong jalur pemrosesan jaringan langsung ke memori tanpa membebani utilisasi CPU utama, serta dilengkapi sistem proteksi keamanan Hardware Root of Trust berbasis SPDM.

Ekosistem dan Pembaruan Server SMB

Menutup rangkaian pengumuman, Intel juga merilis opsi 12-core baru untuk keluarga prosesor Intel Xeon 6300 yang ditargetkan untuk server entry-level segmen bisnis kecil dan menengah (SMB). Prosesor baru ini kompatibel penuh (drop-in compatible) dengan infrastruktur papan sirkuit server lama yang sudah ada di pasar untuk solusi peningkatan performa yang ekonomis.

Seluruh ekosistem perangkat keras data center terbaru ini dipastikan telah mendapatkan dukungan optimalisasi perangkat lunak terbuka melalui stack Intel oneAPI dan siap diadopsi oleh para raksasa manufaktur global seperti ASUS, Cisco, Dell Technologies, Ericsson, GIGABYTE, HPE, Lenovo, dan Supermicro mulai tahun ini.


Sumber: Intel Data Center Group Computex 2026 Press Release / Tom’s Hardware / Wccftech

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button