Security

Pria Slovakia Mengaku Bersalah Mengoperasikan Marketplace Darknet Selama Dua Tahun

Seorang warga negara Slovakia mengaku bersalah atas perannya dalam mengoperasikan sebuah marketplace darknet yang memperdagangkan narkotika, alat dan layanan kejahatan siber, dokumen identitas palsu, serta data pribadi hasil pencurian selama lebih dari dua tahun.

Pria berusia 33 tahun bernama Alan Bill, yang dikenal secara daring dengan alias β€œVend0r” atau β€œKingdomOfficial”, mengakui keterlibatannya dalam konspirasi distribusi narkotika terkait pengelolaan Kingdom Market. Platform darknet tersebut beroperasi sejak Maret 2021 hingga Desember 2023 dan melayani transaksi ilegal lintas negara.

Penyelidikan terhadap Kingdom Market dimulai sekitar Juli 2022, ketika penyidik federal yang menyamar melakukan sejumlah pembelian uji coba. Dalam operasi tersebut, aparat berhasil memperoleh narkotika seperti methamphetamine dan fentanyl, serta sebuah paspor Amerika Serikat palsu yang dikirim ke negara bagian Missouri. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa marketplace tersebut menjadi pusat perdagangan barang dan jasa ilegal berskala besar.

Saat aparat penegak hukum menyita domain dan infrastruktur Kingdom Market pada Desember 2023, kepolisian kriminal federal Jerman mengungkapkan bahwa platform tersebut menampung sekitar 42.000 item yang ditawarkan untuk dijual. Marketplace ini memiliki ratusan penjual terdaftar serta puluhan ribu akun pelanggan aktif, menandakan jangkauan operasional yang luas di ekosistem darknet.

Kingdom Market memungkinkan penggunanya memperdagangkan berbagai barang dan layanan ilegal, mulai dari narkotika sintetis, identitas curian, data kartu kredit, uang palsu, malware komputer, hingga dokumen identitas palsu seperti paspor dan SIM. Seluruh transaksi dilakukan menggunakan mata uang kripto, termasuk Bitcoin, Litecoin, Monero, dan Zcash, dengan akun anonim atau semi-anonim untuk menyamarkan identitas para pelaku.

Alan Bill ditangkap pada 15 Desember 2023 di Bandara Internasional Newark Liberty. Saat pemeriksaan, petugas bea cukai menemukan dua ponsel, sebuah laptop, flash drive, serta dompet perangkat keras kripto yang berisi bukti digital yang secara langsung mengaitkannya dengan operasional Kingdom Market. Berdasarkan dokumen pengadilan, Bill diduga memiliki peran sebagai administrator dan moderator komunitas marketplace tersebut di media sosial.

Dalam pengakuannya, Bill menyatakan membantu pihak lain dalam memelihara dan mengoperasikan Kingdom Market dengan menyediakan serta mengoordinasikan layanan administrasi web. Ia juga mengakui menerima aset kripto dari dompet yang terkait dengan marketplace tersebut, membantu pembuatan forum komunitas di berbagai platform diskusi, serta memiliki akses ke akun resmi yang digunakan untuk mempublikasikan informasi dan berkomunikasi terkait transaksi Kingdom Market.

Sebagai bagian dari perjanjian pengakuan bersalah, Bill menyetujui untuk menyerahkan domain Kingdom Market yang telah ditutup oleh aparat penegak hukum serta menyita sejumlah aset kripto dari dompet digital miliknya. Ia dijadwalkan menjalani sidang vonis pada 5 Mei mendatang.

Atas dakwaan konspirasi perdagangan narkotika, Bill menghadapi ancaman hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal 40 tahun, serta potensi denda hingga lima juta dolar Amerika Serikat. Kasus ini kembali menegaskan upaya berkelanjutan aparat internasional dalam menindak jaringan kejahatan terorganisir yang beroperasi di darknet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button